Ilustrasi wakaf pertanian berupa perkebunan melon. | DAVID MUHARMANSYAH/ANTARA FOTO

Ekonomi

15 Nov 2021, 09:45 WIB

Inisiatif Wakaf Pertanian untuk Kedaulatan Pangan

Wakaf Tani akan mengembangkan proyek agrowisata, peternakan domba, dan perkebunan melon.

Usaha rintisan yang bergerak di sektor pertanian Goolive Indonesia menginisiasi proyek wakaf pertanian. Inisiatif Goolive dengan nama Wakaf Tani tersebut bertujuan mendorong pencapaian kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Wakaf Tani muncul dari keprihatinan atas ribuan aset wakaf yang menganggur dan tidak produktif.

Founder Yayasan Wakaf Tani Abadi, Muhammad Rifai Gurning, yang juga CEO Goolive Indonesia menjelaskan, Wakaf Tani akan berperan sebagai nazir wakaf yang memiliki visi global. Inisiatif tersebut bertujuan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia melalui produktivitas dan pemeliharaan aset pertanian.

"Salah satu misinya adalah membebaskan lahan pertanian yang ke depannya akan dikelola dan diproduktifkan secara berkelanjutan," kata Rifai, pekan lalu.

Melalui dana wakaf yang terhimpun, Wakaf Tani akan mengembangkan proyek agrowisata, peternakan domba, dan perkebunan melon. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh petani, tapi masyarakat sekitar area proyek.

Peluncuran Wakaf Tani telah dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Pahlawan. Hal ini diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat juang untuk menjaga kedaulatan sektor pertanian Indonesia. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI), total tanah wakaf di Indonesia mencapai 420 ribu hektare. Akan tetapi, dari jumlah aset tersebut, hanya sekitar 10 persen saja yang baru dimanfaatkan dan dikelola.

Artinya, terdapat 378 ribu hektare tanah wakaf yang masih menganggur. Asumsinya, jika harga tanah satu meter persegi adalah Rp 500 ribu, nilai tanah wakaf yang menganggur sebesar Rp 1.890 triliun.

Aset tanah wakaf dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui pengembangan sektor pertanian. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai, era baru perwakafan di bidang pertanian sangat bisa diwujudkan.

"Wakaf adalah sarana bagi umat Islam untuk mendapatkan amalan jariyah dan hal ini juga bisa disinergikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya di bidang pertanian," kata Emil.

Menurut Emil, semakin banyak pilihan untuk beramal, semakin banyak pula pemberdayaan ekonomi yang dapat dilakukan. Dia menilai, kehadiran Wakaf Tani di Jawa Timur dapat memberikan ruang beramal sekaligus memajukan pertanian di daerah tersebut.

Sebelumnya, inisiatif wakaf hijau juga diluncurkan oleh Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS). Gerakan wakaf hijau tersebut berupaya memperbaiki 14 juta hektare lahan kritis di Indonesia. Inisiator Green Waqf Muhaimin Iqbal mengungkapkan, salah satu cara untuk memulihkan lahan kritis tersebut adalah dengan kekuatan wakaf.

Muhaimin mengatakan, kesadaran untuk memulihkan lahan kritis tersebut bermula ketika Pemerintah Arab Saudi menggaungkan undangan untuk menanam 10 miliar pohon di negara tersebut dan 50 miliar pohon di jazirah Arab. Muhaimin yang juga merupakan Komisaris iGrow merespons hal tersebut dan menyatakan komitmen untuk mendukung gerakan penghijauan itu.

Dari langkah tersebut, Muhaimin merasa perlu untuk ikut memulihkan lahan kritis yang ada di negeri sendiri. Akan tetapi, pemulihan lahan kritis tidak mudah karena tidak menarik secara komersial. Menurutnya, skema yang paling memungkinkan adalah dengan memanfaatkan wakaf.


×