Pemain Manchester United Raphael Varane mengejar bola dalam sebuah pertandingan. | AP Photo/Luca Bruno

Olahraga

09 Nov 2021, 09:27 WIB

MU, Juventus, dan Barca Rebutan Dembele

Manchester United (MU) gagal mempertahankan momentum kemenangan dari Tottenham Hotspur akhir pekan lalu.

MANCHESTER — Pelatih baru Barcelona Xavi memperingatkan Juventus dan Manchester United bahwa perpanjangan kontrak Ousmane Dembele adalah prioritas Barca.

Dembele melihat kontraknya berakhir pada akhir musim, tetapi agennya belum mencapai kesepakatan dengan Catalans.

Menurut laporan terbaru di Spanyol, Dembele tidak mau berjabat tangan dengan kontrak baru dengan klub. Manchester United berada di posisi terdepan untuk mengamankan jasanya di musim panas.

Namun, Juventus juga dikaitkan dengan mengamankan layanan pemain Prancis itu. Namun Xavi dikabarkan sudah mendorong pembaruan kontraknya.

“Bagi saya, Dembele bisa menjadi yang terbaik di dunia dalam posisinya dengan bekerja,” kata mantan gelandang itu dalam konferensi pers pembukaannya di Nou Camp, seperti dikutip Marca.

“Saya tidak ragu bahwa dia bisa membuat perbedaan di Barcelona dan menjadi bintang dunia. Kita harus membantunya. Pembaruan kontraknya adalah prioritas, tentu saja.” tegas Xavi.

Dembele bergabung dengan Barcelona dengan biaya rekor klub 135 juta euro pada tahun 2017.

Dia telah berjuang untuk membuktikan sesuai dengan label harganya setelah mencetak 30 gol dan memberikan 21 assist dalam 119 penampilan di semua kompetisi.

Pekan lalu, pemain sayap Prancis itu melakukan debut musimnya melawan Dynamo Kyiv tetapi bermain hanya 25 menit dan mengalami cedera baru yang membuatnya absen untuk waktu yang tidak ditentukan.

Performa antiklimaks

Manchester United (MU) gagal mempertahankan momentum kemenangan dari Tottenham Hotspur akhir pekan lalu. MU kembali tumbang di Old Trafford oleh rival sekota, Manchester City, dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (6/11).

Belum hilang luka pembantaian dari Liverpool, 0-5, di Old Trafford dua pekan sebelumnya, skuad asuhan Ole Gunnar Solskjaer kembali tampil antiklimaks. Bagaimana tidak, MU hanya memiliki empat sentuhan bola di area penalti Man City hingga tak mampu melepaskan tendangan tepat sasaran dalam satu jam terakhir pertandingan.

Mirisnya, Cristiano Ronaldo dkk malah lebih banyak melepaskan tendangan ke gawang sendiri daripada ke gawang Man City. Ada dua upaya blok bek MU yang justru mengarah ke kiper David de Gea, dengan salah satunya berujung gol bunuh diri Eric Bailly.

Gol kedua yang tercipta oleh gelandang MU Bernardo Silva juga karena lemahnya antisipasi Luke Shaw yang tidak melihat ada pemain lawan di belakangnya. Total, Man City menyelesaikan 821 operan dibandingkan dengan 329 yang dilakukan MU.

Legenda MU Gary Neville menyebut penampilan MU di Old Trafford pada Sabtu (6/11) tersebut sangat buruk. Ada gap yang besar di sisi kelas, kualitas, dan pengambilan keputusan.

''Saya tidak pernah bisa mengingat pertandingan sepak bola seperti itu di Old Trafford. Manchester City hanya bermain-main dengan United,'' kata Neville, dikutip dari Sky Sports, Ahad (7/11).

Kemenangan Man City sekali lagi akan menambah tekanan bagi Solskjaer. Pasalnya, Man United sudah terpaut delapan poin dari puncak klasemen Liga Primer Inggris.

Nasib Solskjaer sebelumnya selamat setelah MU mengalahkan Spurs, 3-0. Namun, MU kembali gagal menang saat ditahan 2-2 oleh Atalanta di Liga Champions sebelum dikalahkan 2-0 oleh Man City.

''Ole berada di bawah tekanan yang sangat besar. Tapi, hal pertama yang harus dilakukan adalah dia butuh tim dengan keberanian,'' ujar Neville.

Mantan kapten MU Roy Keane menyatakan rasa frustrasinya atas penampilan sejumlah pemain MU. Ia tampak “menyerah” dengan performa Luke Shaw, Harry Maguire, Eric Bailly, Fred, dan Aaron Wan-Bissaka. Bahkan, Keane menyebut Solskjaer tidak akan bisa mengandalkan skuad-nya saat ini. ''Jika Anda memiliki tekanan di tim dan Anda bergantung pada orang-orang ini, Ole, Anda mungkin lebih baik keluar dari situ,'' ujar Keane.

Namun, sekali lagi, Solskjaer masih menaruh kepercayaan kepada pemain yang dimilikinya. Ia yakin para pemainnya bisa membawa MU ke tempat yang ia inginkan.

Solskjaer mengatakan, pemainnya akan bangkit setelah istirahat selama jeda internasional. Ia mengakui, penggawa MU saat ini baru mulai bangkit. Apalagi, pemainnya sudah beberapa kali melalui masa sulit, khususnya sejak dikalahkan Liverpool.

''Ini adalah periode yang sangat sulit dan kami telah menjauh dari sebelumnya. Kami harus lebih banyak berada di depan. Saya tidak bisa melihat diri saya sendiri dan mengatakan ini adalah cara yang saya inginkan dari permainan Manchester United,'' kata Solskjaer.

Namun, kepercayaan diri Solskjaer juga tidak banyak berarti, mengingat timnya telah empat kali kalah dalam 11 pertandingan di Liga Primer Inggris. Raihan lima kemenangan dan dua kali imbang membuat MU terlempar dari posisi empat besar dengan berada di peringkat kelima. Skuad Iblis Merah tertinggal sembilan poin dari Chelsea di posisi pertama klasemen sementara.

Kekalahan ini menjadi langkah mundur bagi De Gea dkk yang sempat bangkit setelah mengalahkan Spurs. Sampai saat ini, MU bahkan tidak mampu tampil menekan atau menguasai bola.

Man United lebih banyak mengandalkan serangan balik daripada membangun serangan dari operan-operan yang sistematis. Man City menguasai bola sebanyak 68 persen dan menyelesaikan operan dua kali lipat lebih banyak dari MU.

Dengan pemain sekelas Ronaldo, Jadon Sancho, Paul Pogba, Donny van de Beek, dan Marcus Rashford, sulit membayangkan bagaimana Solskjaer bisa menerapkan permainan bertahan. Dalam tiga laga terakhir, dengan segudang penyerang yang dimilikinya, pelatih asal Norwegia itu justru memainkan lima bek dan dua gelandang bertahan.


×