Rak-rak penjualan keripik kentang yang kosong di Tesco, Bishopsgate, London, Jumat (5/11/2021). | REUTERS/Kate Holton

Kisah Mancanegara

08 Nov 2021, 03:45 WIB

Perjuangan Berburu Keripik Kentang

Inggris mengalami kelangkaan makanan ringan favorit warganya, keripik kentang.

OLEH LINTAR SATRIA

Masyarakat Inggris saat ini terus-menerus didera berbagai kelangkaan. Yang terbaru, Inggris mengalami kelangkaan makanan ringan favorit para warganya.

Setelah mengalami kepanikan karena naiknya harga bahan bakar dan pemanas, kini warga Britania mengalami kelangkaan kentang atau keripik kentang. Rak-rak keripik kentang di supermarket dan toko di penjuru Inggris saat ini pun berada dalam kondisi dibiarkan kosong.

Kelangkaan ini, diakibatkan oleh sistem informasi teknologi produsen keripik kentang terbesar di Inggris, Walker, yang kini tengah diperbaharui. Diperkirakan, kondisi ini ini dapat terjadi selama beberapa pekan ke depan.

Walkers yang dimiliki PepsiCo menjelaskan, masalah seputar pembaharuan sistem, saat ini masih dalam proses diperbaiki. Pabrik pun tidak meningkatkan produksi penuh sampai akhir bulan November.

Hal ini berarti jumlah dan jangkauan ke pengecer berkurang. "Pembaharuan sistem IT baru-baru ini mengganggu pasokan sejumlah produk kami. Situs kami masih memproduksi keripik dan makanan ringan tapi skalanya dikurangi," kata juru bicara untuk Walkers yang berbasis di Leicester, Inggris tengah, dikutip dari Reuters, Ahad (7/11).

"Kami melakukan semua yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan produksi dan mengembalikan makanan ringan kesukaan masyarakat ke rak-rak toko. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," tambah juru bicara tersebut.

photo
Rak-rak penjualan keripik kentang yang kosong di supermarket Waitrose di Canary Wharf, London, Jumat (5/11/2021). - (REUTERS/Kate Holton)

Menurutnya, saat ini pihak Walkers memprioritaskan memproduksi keripik-keripik yang paling populer, seperti varian Cheese & Onion, Ready Salted, dan Salt & Vinegar. Selain itu, makanan ringan Quavers dan Wotsits juga diprioritaskan, karena banyaknya jumlah peminat.

Kelangkaan keripik Walkers ini, kemudian mendorong konsumen untuk membeli merek lain. Kosongnya rak-rak makanan ringan di berbagai swalayan di Inggris pun semakin tak terhindari.

Kelangkaan bertubi-tubi di Inggris, berlangsung sejak terjadi gangguan dalam rantai pasokan pasca-Brexit yang disebabkan kelangkaan supir truk. Kemudian, kondisi ini makin diperumit oleh gangguan pasokan global yang disebabkan pandemi.

Pada Agustus lalu, McDonald’s telah menarik menu susu kocok dan minuman botolan. Restoran cepat saji lain Nando’s ikut juga menutup sekitar 50 lokasi karena kekurangan pegawai dalam rantai pasokan ayam. Keripik, selama ini merupakan makanan ringan kesukaan masyarakat Inggris. Camilan ini, biasa dimasukkan ke dalam bekal makan siang anak-anak.

Makanan ringan yang satu ini juga selalu tersedia di pub, hingga menjadi teman camilan sambil menonton televisi. Selama pemerintah memberlakukan peraturan pembatasan sosial Covid-19 masyarakat di Inggris semakin banyak melahap makan ringan.

Kondisi ini sampai mendorong Pemerintah Britania mensponsori iklan yang menganjurkan masyarakat untuk makan makanan yang lebih sehat. Rata-rata masyarakat Inggris makan sekitar dua kantong keripik kentang seberat 25 gram per pekan.

 
Kondisi ini sampai mendorong Pemerintah Britania mensponsori iklan yang menganjurkan masyarakat untuk makan makanan yang lebih sehat.
 
 

Data dari lembaga penelitian pasar Kantar, mengungkapkan, setiap tahunnya ada sekitar 141 ribu metrik ton keripik kentang yang terjual di Inggris. "Saya kesal sekarang saya harus keluar untuk berbelanja lagi," kata pensiunan dari Plaistow, London, Carole Moore.

Perempuan berusia 69 tahun itu nampak sibuk mencari keripik kentang di rak-rak kosong di salah satu supermarket Tesco, jaringan pasar swalayan terbesar di Inggris. Moore berbelanja untuk menjamu 22 orang dalam pesta api unggun. Setelah beberapa lama mencari, ia tidak berhasil menemukan keripik kentang favoritnya, Prawn Cocktail dan Salt & Vinegar di supermarket Tesco di Beckton. Ia pun pulang dengan tangan hampa.

Penemuan keripik kentang pada awal abad ke-19 menjadi objek perdebatan. Terdapat berbagai legenda dan klaim mengenai asal usul keripik kentang. Namun, baru pada abad ke-20 keripik kentang menjadi bisnis besar.

Jenama Walkers yang menjadi favorit masyarakat Inggris, didirikan oleh seorang tukang daging pada 1948 di Leicester. Ia beralih mengolah keripik kentang karena daging dijatah selama Perang Dunia II.

Nilai pasar untuk beragam jenis camilan pun cukup signifikan di Negeri Ratu Elizabeth. Kantar memperkirakan, nilai pasar untuk keripik, popcorn, kacang-kacangan, dan makanan ringan asin lainnya, mencapai sekitar 3,8 miliar poundsterling pada akhir 2020. 


×