Calon penumpang penerbangan repatriasi menuju Australia memeluk rekannya di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (18/9/2021) malam. Sekitar 170 orang warga negara Australia kembali ke negaranya dengan penerb | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.

Nasional

01 Nov 2021, 03:45 WIB

Indonesia Jajaki Vaccinated Travel Lane dengan Australia

Australia sudah mulai buka pintunya bagi WNI masuk dua negara bagian.

JAKARTA -- Pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison menghasilkan penjajakan kerja sama vaccinated travel lane (VTL) dan pengakuan sertifikat vaksin antara Indonesia dan Australia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, apabila lancar nantinya, Australia akan merevitalisasi aturan perjalanan bagi warga negaranya ke Indonesia. "Mereka akan membolehkan warga negaranya untuk melakukan travel ke berbagai negara termasuk Indonesia. Terutama mereka yang sudah dua kali divaksin," ujar Airlangga dalam konferensi pers yang dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Ahad (31/10).

Airlangga mengatakan, Australia juga akan mengikuti aturan Indonesia mengenai kewajiban karantina saat tiba di Indonesia. "Tentunya Indonesia menyampaikan bahwa dari luar negeri ke Indonesia masih ada aturan mengenai karantina, dan tentu mereka akan ikut karantina yang diterapkan oleh Indonesia," ujar Airlangga yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral.

Airlangga mengungkapkan, saat ini Australia juga sudah membuka pintu masuk terhadap orang Indonesia terutama di dua negara bagian, yakni New South Wales dan Victoria. "Dan utamanya mereka mengharapkan agar mahasiswa Indonesia bisa kembali untuk ke belajar di Australia," ujar Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengawali agenda kerjanya di Roma, Italia, pada Sabtu (30/10) dengan mengadakan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Splendide Royal tersebut, kedua pemimpin membahas tiga hal utama, mulai dari vaksinasi hingga isu perubahan iklim.

"Untuk hubungan bilateral saya senang melihat kemajuan yang terus terjadi. Pertama, saya sampaikan apresiasi atas dukungan vaksin Australia untuk Indonesia, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin telah tiba minggu lalu dan kami sambut baik rencana kedatangan 10,5 juta dosis vaksin," ujar Presiden, dikutip dari siaran resmi Istana.

Menurut Presiden, saat ini kondisi Covid-19 terus menunjukkan perbaikan. Positivity rate di Indonesia sudah mencapai di bawah satu persen dan lebih 185 juta vaksin telah disuntikkan. "Tidak kalah pentingnya protokol kesehatan masih terus kita jaga," katanya.

Tren penanganan Covid-19 yang telah membaik membuka ruang bagi kedua negara untuk mulai memikirkan pemulihan ekonomi, termasuk di sektor pariwisata. Karena itu, Presiden mengusulkan pembentukan vaccinated travel lane (VTL) Indonesia dan Australia dan kerja sama saling pengakuan sertifikat vaksin.

"Saya paham dua Menteri Luar Negeri sudah mulai mengomunikasikan kemungkinan kerja sama itu. Mudah-mudahan VTL dan pengakuan sertifikat vaksin dapat segera diselesaikan. Saya yakin ini akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi, tentu dengan aman," jelasnya.

Masih tinggi

Sementara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan negara tetangga yang kini tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. "Negara-negara tetangga lain seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar, Thailand juga mengalaminya. Kasus Covid-19 di negara-negara itu sedang tinggi," ujar Ketua Satuan Tugas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban saat dihubungi Republika, Ahad (31/10).

Jumlah kasus aktif Covid-19 berdasarkan data yang dia terima, yaitu Filipina nomor 19, Vietnam nomor 21, Singapura nomor 25, dan Indonesia nomor 65 di tingkat dunia. Karena Indonesia dikelilingi negara tetangga yang kasusnya sedang tinggi, IDI mewanti-wanti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan peraturan internasional untuk karantina sangat penting tetap diterapkan.

Pihaknya berharap jangan sampai bocor lagi dan kasus Covid-19 dari luar negeri kembali masuk Indonesia. IDI juga mengingatkan di dalam negeri karena tingkat positivity rate secara nasional kini sekitar 1,1 persen sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) kembali dilakukan, bekerja di kantor juga kembali diberlakukan ternyata memiliki risiko penularan Covid-19.

"Oleh karena itu, harus diperketat pengawasannya. Tidak hanya aturan tertulis, tapi juga di lapangan kalau ada yang melanggar maka (benar-benar) diproses, misalnya didenda," katanya.

Ia meminta Satgas Covid-19, pemerintah daerah, hingga masyarakat supaya berperan aktif dalam penanganan Covid-19. Ia menambahkan, pemerintah menangani kasus dan publik berpartisipasi melaporkan kalau ada pelanggaran dalam penanganan Covid-19.


×