PT Principal meluncurkan Reksa Dana Syariah untuk program haji muda. | Republika/Thoudy Badai
26 Oct 2021, 10:10 WIB

Principal Luncurkan Reksa Dana Syariah untuk Haji

Principal memahami pentingnya mengumpulkan dana untuk menunaikan ibadah haji.

JAKARTA -- PT Principal Asset Management (Principal) meluncurkan program Principal Haji Muda. Ini merupakan program investasi reksa dana syariah yang membantu masyarakat mengumpulkan dana untuk beribadah haji ke Tanah Suci.

Saat ini, mayoritas masyarakat Indonesia lebih banyak mengumpulkan dana setelah melewati usia produktif. Hal ini berujung pada keberangkatan haji yang dilaksanakan pada usia yang tidak produktif. Hal ini memungkinkan adanya masalah kesehatan ataupun tantangan lainnya.

Direktur Syariah PT Principal Asset Management, Fadlul Imansyah, mengatakan, Principal memahami pentingnya mengumpulkan dana untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bagi masyarakat Indonesia. "Kami senang menggunakan pengalaman investasi global yang kami miliki dan menggabungkannya dengan pengalaman kami dalam pelaksanaan investasi syariah," kata Fadlul, Senin (25/10).

Fadlul menjelaskan, program Principal Haji Muda menempatkan dana investor dalam produk kombinasi, yaitu Principal Income Fund Syariah yang merupakan kelas aset pendapatan tetap dan Principal Cash Fund Syariah 2 yang merupakan kelas aset pasar uang. Asumsi imbal hasil atas produk investasi tersebut sebesar 6,11 persen.

Pada tahun pertama sampai tahun kedua, setiap bulannya investor akan melakukan investasi sejumlah Rp 350 ribu ke dalam reksa dana Principal Income Fund Syariah. Lalu, pada tahun ketiga hingga tahun kelima, investor akan melakukan investasi sejumlah yang sama ke dalam reksa dana Principal Cash Fund Syariah 2.

Menurut Fadlul, strategi penempatan dana ke dalam produk kombinasi ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko. Selain itu, strategi ini dapat membantu mempercepat pengumpulan dana keberangkatan haji. Program ini diharapkan bisa menjangkau masyarakat Muslim yang lebih luas.

"Terutama dari kalangan generasi muda untuk memulai perencanaan naik haji dengan cara melakukan cicilan atau investasi reguler setiap bulannya. Sehingga, dalam waktu lima tahun, investor bisa mengumpulkan dana Rp 25 juta untuk pendaftaran haji dengan asumsi risiko yang minimal," ungkap Fadlul.

Menurut Fadlul, program investasi ini dapat diakses melalui aplikasi Principal ID. Program dan aplikasi ini secara resmi berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan didukung penuh oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Skema program investasi untuk perencanaan ibadah haji ini telah memenuhi kaidah investasi syariah dan dapat memenuhi kebutuhan Muslim muda di Indonesia dalam mengumpulkan dana awal untuk pemesanan kursi perjalanan ibadah haji. Principal bekerja sama dengan BPKH dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk mengadakan sosialisasi produk tersebut ke berbagai komunitas dan universitas di Indonesia.

Sekretaris Jenderal MES Iggi Achsien menyambut baik inisiatif Principal tersebut. Dia mengatakan, inovasi itu membuka kesempatan bagi masyarakat dalam menunaikan cita-cita penting dalam hidup, yaitu menunaikan ibadah Haji.

"Program ini perlu didukung bersama dan kami berharap dari program ini dapat lahir suatu gerakan berkelanjutan yang mendorong peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk melek finansial," kata Iggi.


×