Pesawat jenis karavan milik maskapai Smart Air dengan registrasi PK-SNN mengalami kecelakaan di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (25/10/2021). | ANTARA FOTO/HO/Dok Polda Papua
26 Oct 2021, 03:45 WIB

Pesawat Smart Air Gagal Mendarat di Ilaga, Pilot Tewas

Pesawat itu hanya diisi oleh pilot dan kopilot.

PAPUA -- Pesawat kargo Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNN gagal mendarat di Bandara Aminggaru Ilaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua pada Senin (25/10). Kecelakaan yang terjadi setelah pesawat berangkat dari Bandara Timika itu, mengakibatkan pilot meninggal.

"Pada hari (kemarin) dan tanggal tersebut di atas, pukul 07.20 WIT, pesawat Smart PK – SNN dari Bandara Timika akan landing di Bandara Aminggaru Ilaga," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustafa Kamal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (25/10).

Namun, Kamal melanjutkan, upaya pendaratan tersebut gagal karena adanya kabut di ujung runway. Sehingga, pendaratan pesawat menjadi terlalu rendah dan mengakibatkan kecelakaan.

Kamal menjelaskan, pihaknya pun masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Polisi tengah mendalami penyebab pesawat Smart Air itu gagal mendarat.

Terkait

"Langkah kepolisian mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Untuk penyebab gagal landing masih dilakukan penyelidikan," ujarnya.

photo
Seorang korban kecelakaan pesawat jenis karavan milik maskapai Smart Air dengan registrasi PK-SNN di Bandara Aminggaru Ilaga menjalani perawatan di Kabupaten Puncak, Papua, Senin (25/10/2021). Kecelakaan pesawat kargo diduga akibat cuaca buruk tersebut mengakibatkan pilot meninggal dunia. - (ANTARA FOTO/HO/Dok Polda Papua)

Pesawat itu hanya diisi oleh pilot dan kopilot. Keduanya segera dievakuasi ke Puskesmas Ilaga dengan menggunakan mobil ambulans dan mendapatkan penanganan medis.

Kamal mengungkapkan, tim medis pun telah berupaya memompa jantung dan pernapasan kepada pilot pesawat tersebut bernama Rahayu Kuntardi. Namun, ia menyebut, upaya itu tidak berhasil.

"Kuntardi tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pukul 08.10 WIT," tutur Kamal.

Kapolres Puncak Komisaris Polisi Nyoman Punia juga membenarkan pilot Kuntardi meninggal setelah sempat dievakuasi ke Puskesmas Ilaga. Sedangkan kopilot Egie Baskoro dalam kondisi sadar, namun masih dirawat di Puskesmas setempat.

Pada Senin sore, jenazah Rahayu Kuntardi, dievakuasi ke Jakarta melalui Timika. Manajemen maskapai penerbangan Smart Aviation belum bisa memastikan penyebab kecelakaan yang menimpa salah satu pesawatnya dengan kode penerbangan PK-SNN di Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Senin pagi.

photo
Petugas membawa jenazah pilot pesawat Smart Cakrawala Aviation C-208B/PK-SNN, Kuntardi, saat dievakuasi ke RSUD Mimika, Papua, Senin (25/10/2021). Kuntardi meninggal dalam kecelakaan pesawat kargo yang diduga akibat cuaca buruk di Bandara Aminggaru, Kabupaten Puncak. - (ANTARA FOTO/ Sevianto Pakiding)

"Saya belum berani mengomentari penyebab kecelakaan menimpa pesawat kami di Ilaga itu. Yang jelas nanti akan ada investigasi oleh KNKT dan pihak Kementerian Perhubungan," kata Kapten Pilot Alan Satria Purnama selaku Pimpinan Kantor Perwakilan Smart Air di Timika, Senin.

Alan menerangkan, pesawat Smart Air jenis cesna grand caravan yang mengalami kecelakaan itu mengangkut bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat di Kabupaten Puncak. "Semuanya barang kebutuhan pokok masyarakat seperti daging ayam, sayur-mayur dan lain-lain. Pesawat terbang dari Bandara Timika pada pukul 07.40 WIT dan tiba di Bandara Ilaga pada pukul 08.15 WIT," kata Alan.

Atas kejadian itu, Alan mengharapkan seluruh pilot dan kopilot yang mengoperasikan pesawat terbang berbadan kecil ke wilayah pedalaman Papua agar lebih ekstra hati-hati. Mengingat, medan di Papua sangat berat dengan kondisi cuaca yang setiap saat bisa berubah secara drastis. 

Sumber : Antara


×