Pelajar menjalani tes usap PCR di SDN 025 Cikutra, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jumat (22/10/2021). Penutupan PTM agar sekolah segera disterilisasi serta dilaksanakan pelacakan kasus Covid-19. | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
25 Oct 2021, 03:50 WIB

Sekolah Ditutup Akibat Covid-19 Bertambah

Penutupan PTM agar sekolah segera disterilisasi serta dilaksanakan pelacakan kasus Covid-19.

BANDUNG—Sekolah yang menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Bandung bertambah dari 12 menjadi 14. Penghentian kegiatan belajar tatap muka dilakukan menyusul ditemukan kasus positif Covid-19 melebihi lima persen di kalangan siswa dan guru sekolah. 

"Sekolah yang diberhentikan PTM terbatas 14," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra, saat dikonfirmasi, Ahad (24/10). Total sementara siswa dan guru yang dinyatakan positif Covid-19 bertambah dari 77 menjadi 84 orang.

Apabila kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan signifikan, tidak menutup kemungkinan seluruh PTM di Kota Bandung dihentikan. "Mungkin saja (PTM dihentikan seluruhnya)," katanya.

Namun, sejauh ini, angka kasus Covid-19 yang muncul masih di bawah lima persen.

Terkait

Cucu menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran tentang tindak lanjut hasil surveilans kepada seluruh sekolah yang menggelar PTM terbatas. Bagi sekolah dengan hasil tes PCR positif dari nol hingga satu persen, dilakukan isolasi mandiri kepada yang terpapar dan PTM tetap berjalan. 

photo
Petugas kesehatan mendata pelajar saat kegiatan tes usap PCR secara acak di SDN 025 Cikutra, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jumat (22/10/2021). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Sedangkan, untuk sekolah dengan hasil positif satu hingga lima persen, dilakukan isolasi mandiri kepada yang terpapar, mengetes semua rombongan belajar, dan mengarantina semua anggota rombongan belajar. Apabila lebih dari lima persen, dilakukan isolasi mandiri dan PTM dihentikan sementara di sekolah bersangkutan. 

Sejauh ini, sebanyak 3.459 orang siswa dan guru yang mengikuti PTM di Kota Bandung telah menjalani tes PCR sejak Jumat (15/10) lalu. “Jumlah yang sudah keluar hasil 2.595 dengan hasil positif 84 orang atau 3,2 persen, negatif 2.511 orang atau 96,8 persen," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung dr Ahyani Raksanagara kepada Republika, Ahad (24/10). 

Ia melanjutkan, total sekolah yang sudah diperiksa sebanyak 115 dari target 212 sekolah. Dari 84 orang yang dinyatakan positif, mayoritas adalah siswa. "Siswa 75 dan guru sembilan data per tanggal 22 Oktober 2021," katanya. Sedangkan, jumlah sekolah yang memiliki angka positif Covid-19 di atas lima persen sebanyak 16 sekolah. 

Terkait dengan potensi pemberhentian kegiatan PTM di Kota Bandung, ia menyebut, berdasarkan buku pedoman penanganan, dilakukan per sekolah. "Sesuai petunjuk ditangani sesuai lokus. Pencegahan, disiplin prokes yang utama," katanya. 

Di Sleman, DI Yogyakarta, seorang siswa SMP di Kapanewon (setara kecamatan) Pakem dinyatakan positif Covid-19 dalam tes acak sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka. Bupati Sleman, Kustini Purnomo, meminta masyarakat tidak panik dan tetap disiplin prokes. 

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mulai melakukan tes acak kepada guru dan siswa yang melaksanakan uji coba PTM terbatas sejak 21 Oktober 2021. Terutama, sekolah-sekolah di zona merah, seperti di Pakem, Depok, dan Kalasan. 

Menurut Kustini, sekolah yang ditemukan kasus positif sudah ditutup. Langkah penutupan diambil agar sekolah segera disterilisasi serta dilaksanakan pelacakan.

Ia bersyukur, berdasarkan informasi terkini, tidak ada teman-teman sekolah lain dari anak tersebut yang positif Covid. Sedangkan, dari hasil pelacakan, anak tersebut diketahui positif Covid-19 setelah tertular dari orang tuanya ketika di rumah. 

"Sudah kita tangani dengan melibatkan dinas kesehatan, pendidikan, dan pemangku setempat. Intinya, orang tua dan siswa tidak perlu panik," kata Kustini, Sabtu (23/10). 

photo
Sejumlah pelajar menunggu giliran untuk menjalani tes usap PCR di SDN 025 Cikutra, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jumat (22/10). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung hingga Kamis (21/10), tercatat sebanyak 54 pelajar dan guru dari berbagai sekolah dinyatakan positif Covid-19 hasil tes usap PCR secara acak yang digelar dari 15 Oktober. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Kustini mengingatkan, orang tua harus senantiasa berusaha memastikan protokol kesehatan ketika berada di rumah. Sebab, ia menekankan, percuma ketika di sekolah sudah menerapkan prokes ketat, tapi di rumah prokes kendur. 

Selain itu, Kustini memastikan, uji coba PTM di sekolah lain tetap berjalan seperti biasa. Karenanya, Pemkab Sleman akan melaksanakan tes swab secara acak lanjutan untuk memastikan tidak ada penyebaran virus korona. "Kita akan swab sampling lagi di lima kapanewon, masifkan pemantauan baik dari lapangan maupun tes swab sampling agar semua aman dan sehat," ujar Kustini. 

Untuk jenjang SMP, uji coba PTM di Sleman sudah dilakukan ke 119 sekolah dan untuk jenjang SD sudah dilaksanakan kepada 85 sekolah. Angka 85 itu terdiri atas lima sekolah masing-masing kapanewon, dari total 17 kapanewon di Sleman. 

Pekan ini, untuk uji coba PTM jenjang SD sudah disiapkan penambahan sampling 85 sekolah lagi. Artinya, tiap kapanewon akan ada tambahan lima sekolah, sehingga mulai pekan ini untuk jenjang SD PTM terbatas ada sekitar 170 dari 511 sekolah. 

Untuk PTM terbatas, evaluasi terus dilakukan tim pemantau atau tim pengawas dari Disdik Sleman. Sejauh ini, Disdik Sleman menemukan, pihak sekolah sudah bisa menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan petunjuk teknis PTM terbatas. 

photo
Guru mengikuti tes Swab antigen di SD Negeri Samirono, Yogyakarta, Kamis (21/10/2021). Tes swab antigen untuk guru dan murid ini untuk mengetahui kesehatan siswa dan guru saat uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Tes ini diadakan acak di beberapa sekolah di Yogyakarta. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Waktu pembelajaran dalam PTM terbatas masih belum akan ditingkatkan, baik jumlah hari selama satu pekan atau jumlah jam selama satu hari. Uji coba PTM terbatas masih akan terus diregulasi seiring penurunan level PPKM Sleman. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota Solo juga menghentikan sementara pelaksanaan PTM di lima SD lantaran ditemukannya kasus penyebaran Covid-19 pada siswa dan guru. Kasus tersebut ditemukan berdasarkan hasil tes swab PCR secara acak di sejumlah sekolah di Solo yang digelar sejak pekan lalu. 

Menurut data Satgas Penanganan Covid-19 Solo, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 41 siswa dan enam guru. Dua sekolah dasar dihentikan PTM selama satu bulan dan diganti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sedangkan, tiga sekolah lainnya, PTM hanya dihentikan selama dua pekan. 

Di Depok, Jawa Barat, seorang murid yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga membuat PTM di SMPN 10 Depok dihentikan. Sedangkan, 46 santri terkonfirmasi positif Covid-19 di Pondok Pesantren Babussalam, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok, menjalani isolasi di pesantrennya. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan, pemerintah akan mengubah menjadi strategi pelacakan kasus secara aktif agar masyarakat dapat hidup berdampingan dengan pandemi. Jika ditemukan kasus positif di sekolah penyelenggara PTM terbatas, akan dilakukan prosedur isolasi dan karantina. 

Apabila kasus terkonfirmasi positif mencapai satu sampai dengan lima persen, dilakukan tes untuk semua rombongan belajar dan semua rombongan belajar dikarantina di rumah. Tapi, jika kasus terkonfirmasi positif di atas lima sekolah, kebijakan yang berbeda akan dilakukan.


×