Deklarator dari Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) La Ode Basir bersama Dani Kusuma, M Iqbal Siregar, M Ambardi bersama sejumlah relawan foto bersama usai Deklarasi Anies Baswedan for Presiden 2024 di Gedung Joang 45, Jakarta, Rabu (20/10/2021). | Republika/Putra M. Akbar
21 Oct 2021, 03:45 WIB

Giliran Anies Dideklarasikan

Deklarasi Anies bisa menjadi pengimbang menguatnya manuver relawan Ganjar dan Prabowo.

JAKARTA – Beberapa tokoh politik telah menyatakan kesiapannya menjadi peserta dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pada Rabu (20/10), giliran Anies Baswedan yang dideklarasikan sebagai capres oleh sekelompok relawan yang mengatasnamakan Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES).

“Kita punya niat baik melihat Anies sudah jaga demokrasi di Jakarta dengan baik karena tidak ada satupun orang yang hina atau bully Anies yang berujung ke aparat penegak hukum,” kata Koordinator ANIES, Laode Basir, dalam deklarasi di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Rabu (20/10).

Laode menilai, Anies sebagai gubernur DKI Jakarta telah membuktikan mampu menata kota Jakarta menjadi baik. Prestasi ini dinilai sebagai salah satu tolok ukur bahwa Anies layak untuk menjadi presiden RI periode 2024-2029. Dia mengeklaim, relawan Anies telah dibentuk sejak 2018 dan jaringannya sudah ada di level kelurahan dan desa.

“Kami akan gaungkan Anies bukan hanya milik rakyat Jakarta, tapi juga milik rakyat Indonesia. Kami akan berkeliling Indonesia gaungkan ‘Anies for Presiden’. Kita lanjutkan estafet pemerintahan yang sudah baik saat ini dan ke depan harus lebih baik,” ujar dia.

Terkait

photo
Deklarator dari Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) La Ode Basir (kanan) bersama Dani Kusuma (kedua kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers tentang Deklarasi Anies Baswedan for Presiden 2024 di Gedung Joang 45, Jakarta, Rabu (20/10/2021). - (Republika/Putra M. Akbar)

Dia menambahkan, deklarasi tersebut digelar atas inisiatif relawan. Deklarasi ini juga diklaim tanpa izin atau sepengetahuan Anies. Apa yang dilakukan relawan ANIES, kata Laode, adalah bentuk dukungan dan penilaian bahwa Anies layak dan mampu untuk memimpin Indonesia ke depan.

“Pak Anies kerja saja sebagai gubernur, kami relawan hanya menyiapkan landasan. Ketika Pak Anies sudah selesai dari jabatan sebagai gubernur, pesan beliau cuma ingin berkeliling Indonesia. Landasannya kita siapin dari sekarang. Jadi kami tidak ada komunikasi dengan beliau, kita kerja untuk Indonesia,” kata deklarator lain, Dani Kusuma.

Tes ombak

Deklarasi tokoh politik untuk dicalonkan sebagai capres juga dilakukan yang lain. Relawan Ganjar Pranowo misalnya, telah mendeklarasikan gubernur Jawa Tengah tersebut sebagai capres 2024. Ridwan Kamil pun beberapa kali menyatakan kesiapannya jika dicalonkan sebagai capres di 2024. Bahkan, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pun disebut siap berkompetisi lagi di 2024.

photo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan sambutan saat jumpa pers uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 di Gedung Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad, Jalan Prof Eyckman, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021). - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Para elite partai politik seperti Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, hingga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pun memasang baliho bergambar wajah mereka secara masif di berbagai daerah.

Meski tak eksplisit menyatakan sebagai capres di balihonya, bisa dengan mudah dipahami bahwa upaya itu dilakukan untuk mendongkrak elektabilitas mereka, atau setidaknya popularitas.

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam, menilai, ditilik dari manuver politik, deklarasi Anies sebagai capres 2024 bisa menjadi pengimbang menguatnya manuver relawan Ganjar Pranowo dan mesin politik Prabowo Subianto. Bisa jadi deklarasi ini dilakukan untuk melihat respons publik.

“Ini juga agar mempercepat proses konsolidasi, maka deklarasi dilakukan secara pararel untuk testing the water (tes ombak),” kata Umam yang juga dosen Universitas Paramadina.

Tak sampai di sana, deklarasi relawan Anies juga dinilainya sebagai langkah transisi menjelang kepemimpinan Anies yang akan berakhir sebagai Gubernur DKI pada 2022 mendatang. “Jika pengkutuban nama-nama capres mulai terbentuk, selanjutnya kontestasi nama-nama cawapres akan menentukan soliditas mesin politik mereka,” ujar dia.

photo
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). - (Prayogi/Republika)

Elektabilitas Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 kini sejajar. Di survei-survei sebelumnya, Prabowo selalu lebih unggul dari beberapa nama calon lainnya. Kesejajaran elektabilitas kedua tokoh ini muncul dalam survei Litbang Kompas yang dirilis Oktober 2021.

Dalam survei tersebut Prabowo dan Ganjar seimbang dalam hal elektabilitas, yakni di angka 13,9 persen. “Jika dibandingkan survei April, elektabilitas Ganjar mengalami lonjakan 6 persen, sedangkan Prabowo 2,5 persen. Sementara Anies cenderung stagnan,” kata Peneliti Litbang, Yohan Wahyu, dalam keterangannya.

Mulai 2022

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menargetkan kemenangan pada pileg dan pilpres 2024 mendatang. Untuk itu, Airlangga menginstruksikan fungsionaris Partai Golkar mulai bekerja pada 2022. “Tahun 2022 penugasan fungsionaris akan segera ditugaskan dengan target lebih dari 200 persen,” kata Airlangga.

Airlangga mengatakan, para fungsionaris itu juga akan diterjunkan ke daerah-daerah agar menyosialisasikan capres Golkar dan caleg Partai Golkar. Sementara itu pemantapan pemenangan Partai Golkar akan dilakukan di tahun 2023. “Memang kita melakukan perekrutan lebih awal karena sederhana saja, karena kita ingin menang,” ujar dia.


×