Sejumlah petugas menurunkan kotak berisi vaksin Pfizer dari pesawat sesaat setelah tiba di Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (2/10/2021). | ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
11 Oct 2021, 03:45 WIB

Pemerintah Beli 2 Juta Dosis Vaksin Pfizer dalam Bentuk Jadi

Pemerintah terus mengoptimalkan percepatan penyebarluasan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia

JAKARTA -- Indonesia mendatangkan 2.000.700 dosis vaksin Pfizer dalam bentuk jadi. Setibanya di Tanah Air, vaksin Pfizer akan langsung didistribusikan ke 12 Provinsi.

"Pembelian vaksin ini untuk menjaga stok vaksin. Saat ini vaksin yang diterima Indonesia 280.527.920 vaksin baik dalam bentuk bahan baku maupun vaksin jadi," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis, Ahad (10/10).

Ia mengatakan vaksin gelombang ke-87 tersebut tiba melalui dua Bandara, yakni Soekarno-Hatta dan Juanda Jawa Timur. Vaksin melalui Bandara Soekarno-Hatta akan didistribusikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Riau, Dinkes Jambi, Dinkes Bengkulu, Dinkes Riau, Dinkes Sumatera Utara, Dinkes Aceh, Dinkes Nusa Tenggara Timur, Dinkes Kalimantan Selatan, Dinkes Nusa Tenggara Barat, Dinkes Gorontalo, dan Dinkes Jawa Barat. Adapun vaksin yang melalui Bandara Juanda akan didistribusikan ke Dinkes Jawa Timur.

Pemerintah terus mengoptimalkan percepatan penyebarluasan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia, sehingga bisa menyentuh sampai masyarakat terpencil dan terluar. "Pemerintah terus berupaya keras dalam mengamankan stok vaksin dan mempercepat distribusinya ke seluruh Indonesia termasuk distribusi yang dikirimkan langsung ke propinsi untuk memperpendek rantai distribusi dan mempercepat akses serta pemerataan berbagai jenis/merek vaksin bagi seluruh masyarakat," kata Nadia.

Terkait

Pemerintah terus mendorong pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk melakukan percepatan dan perluasan program vaksinasi terutama untuk kelompok masyarakat rentan seperti kelompok lansia. Menurut Nadia, masih ada beberapa daerah yang rendah cakupannya baik untuk vaksinasi dosis satu maupun dosis dua untuk lansia, seperti di Sumatra Barat, Aceh, Papua, dan Maluku Utara.

photo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada ibu hamil di Gedung Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (26/8/2021). - (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/rwa.)

"Saya berharap strategi dapat disusun sesuai dengan permasalahan atau hambatan yang spesifik di masing-masing wilayah untuk meningkatkan cakupan pada kelompok rentan ini berdasarkan ketersediaan vaksin di daerah masing masing," katanya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) bagi vaksin Covid-19. BPOM mengeluarkan EUA untuk produk vaksin Covid-19 baru dengan nama dagang Zifivax.

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini pemerintah belum ada rencana untuk menggunakan vaksin ini dalam waktu dekat. "Sampai sekarang belum ada rencana penggunaan vaksin Anhui atau Zifivax dalam program vaksinasi," kata Nadia kepada Republika, Jumat (8/10).

Namun, tak menutup kemungkinan vaksin ini nantinya dapat digunakan oleh pemerintah. Sebab, sudah ada EUA yang dikeluarkan oleh BPOM. "Bisa saja karena, kan, sudah ada EUA jadi bisa beredar di Indonesia. Sampai saat ini kita ketahui ada beberapa merek vaksin yang sdh mendapatkan izin edar, " ujar Nadia.

Sebelumnya, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan, vaksin Zifivax belum diindikasikan untuk penggunaan booster. Ke depannya apabila akan digunakan sebagai vaksin booster, baik vaksin Zifivax maupun vaksin lainnya harus melalui uji klinik booster yang dilakukan setelah diketahui data respons imun persisten dari uji klinik primer. Penggunaan vaksin dengan indikasi booster dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan BPOM.

Vaksin Platform Protein Sub-Unit Aman

 

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menjelaskan,  vaksin ini berbeda dengan vaksin lain karena menggunakan protein sub unit. Sehingga, vaksin mengandung partikel virus yang secara khusus diseleksi untuk bisa menstimulasi, merangsang respons imun. "Karena yang diambil hanya fragmen virus maka vaksin ini tak bisa menyebabkan penyakit. Karena itu sub unit vaksin Zifivax mungkin sekali amat aman," ujarnya saat dihubungi Republika, Ahad (10/10).

Ia menambahkan, vaksin serupa yang menggunakan platform protein sub-unit yaitu untuk membuat vaksin hepatitis B dan untuk pertusis. Sedangkan kelemahannya secara teori, karena hanya beberapa komponen virus maka artinya tidak mengandung semua komponen virus. Artinya, ia menambahkan, mungkin sekali ada keterbatasan dalam efektivitasnya. "Namun, penelitian Zivifax menunjukkan sangat efektif terhadap Covid-19 meski varian Delta," katanya.

Vaksin Zifivax adalah vaksin yang dikembangkan oleh Anhui Zengfeng Long Com yang bekerja sama  dengan  Institut Mikrobiologi pada Chinese Academy of Science (CAS) menggunakan platform rekombinan protein sub-unit. Vaksin ini telah diuji coba di Cina, Ekuador, Malaysia,Pakistan, hingga Uzbekistan.  Ia menambahkan, IDI mendukung Vaksin Zivifax karena terbukti secara ilmiah di uji klinis tahap 3. Tak hanya vaksin Zifivax, ia menegaskan, IDI mendukung semua jenis dan merek vaksin selama terbukti aman dan efektif apalagi jika harganya murah.

Mejelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan produk vaksin dari Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, yang diberi nama Recombinant Novel Coronavirus Vaccine (CHO CELL) dan bermerk ZifivaxTM halal dan suci. "Vaksin Covid-19 produksi Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. hukumnya suci dan halal," kata Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof Dr Hasanuddin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/10).

Dia melanjutkan, vaksin Covid-19 produksi Anhui sebagaimana dimaksud boleh digunakan dengan syarat terjamin keamanannya menurut ahli atau lembaga yang kredibel dan kompeten. Dalam ketentuan penutup disebutkan, Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.  Dan, Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini. 

Sumber : Antara


×