Vaksinator menyuntikkan vaksin AstraZeneca pada warga lanjut usia (lansia) yang berumur 84 tahun saat peresmian Sentra Vaksinasi Covid-19 tiket.com di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, Senin (14/6/2021). Pemprov DKI Jakarta juga terus menggenjot vaksinasi | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
25 Sep 2021, 03:45 WIB

DKI Klaim Vaksinasi Lansia tak Berkendala

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus menggenjot vaksinasi masyarakat usia dewasa.

JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, tak ada kendala dalam proses vaksinasi Covid-19 terhadap lansia. Walaupun, komorbid ia sebut menjadi satu-satunya tantangan dalam melakukan vaksinasi pada lansia.

"Umumnya lansia itu belum bisa divaksin karena komorbid," kata Riza di Jakarta, Jumat (24/9).

Kendati demikian, dia tak mengetahui betul jumlah lansia yang telah divaksinasi. Ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di DKI dalam 24 jam terakhir ada di angka sembilan persen. Sedangkan untuk kasus positif DKI dalam 24 jam terakhir ada di angka 165.

"ICU di angka 20 persen. Dari 6.081, BOR nya 534. ICU dari 1.129 terpakai 221," kata dia.

Terkait

Dia menjelaskan, vaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama mencapai 10.308.092. Sedangkan dosis dua mencapai 7.515.085. "Dosis satu-dua jumlahnya 17.823.177 dosis," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus menggenjot vaksinasi masyarakat usia dewasa. Hal ini untuk melindungi kelompok anak di bawah 12 tahun yang belum bisa divaksinasi Covid-19, termasuk masyarakat rentan seperti yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).

photo
Perkembangan Vaksinasi DKI Jakarta, Jumat (24/9/2021) - (Kemenkes)

"Vaksinasi tidak hanya melindungi diri sendiri tapi upaya gotong royong untuk melindungi mereka yang belum divaksin karena usia atau sebagian kecil karena alasan kesehatan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia.

Dia menjelaskan semakin banyak masyarakat yang menjalani vaksinasi akan terbentuk kekebalan kelompok sehingga dapat menekan tingkat penularan Covid-19 pada kelompok anak di bawah 12 tahun yang belum bisa divaksin dan kelompok masyarakat rentan lainnya. Menurut dia, saat ini ada sekitar 2,3 juta warga berdasarkan KTP DKI Jakarta yang belum terdata melakukan vaksinasi Covid-19.

Untuk itu, pihaknya kini melakukan pengawasan di bawah koordinasi Biro Pemerintahan DKI Jakarta untuk mendata cakupan vaksinasi per kelurahan. Hingga saat ini, berdasarkan data corona.jakarta.go.id, cakupan vaksinasi di tingkat kelurahan sudah di atas 60 persen, tapi realisasi itu perlu ditingkatkan menjadi lebih tinggi dari 80 persen.

Selain itu, lanjut dia, kolaborasi juga dilakukan bersama dengan lembaga dan organisasi untuk mempercepat vaksinasi dengan berbagai layanan. Di antaranya sentra vaksinasi, mobil keliling hingga memanfaatkan tempat umum seperti terminal dan stasiun kereta, tempat ibadah dan sekolah.

Pendaftaran vaksinasi juga dipermudah melalui layanan daring pada aplikasi Jakarta Kini (JaKi). Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung dengan realisasi total vaksinasi dosis satu hingga Kamis kemarin 10,3 juta orang dari sasaran 8,94 juta.

Adapun proporsi 64 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 36 persen warga KTP non DKI. Sedangkan, total dosis dua mencapai 7,51 juta orang atau 84 persen, dengan proporsi 66 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 34 persen warga KTP non DKI. 

Sumber : Antara


×