Anggota Tagana menyiapkan bumbu masakan untuk menu makan siang warga isolasi Covid-19 di Dapur Umum BPBD Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Ahad (6/6/2021). Peranti tepat memungkinkan suhu pemanasan lebih merata saat memasak. | Wihdan Hidayat / Republika
23 Sep 2021, 19:11 WIB

Alat Masak Tepat, Makanan Pun Sehat

Peranti tepat memungkinkan suhu pemanasan lebih merata saat memasak.

Kesadaran untuk menjalani gaya hidup sehat kian tinggi di tengah pandemi Covid-19. Hal itu membuat masyarakat mulai melirik air fryer sebagai alternatif dari penggorengan biasa. Air fryer bekerja dengan sistem sirkulasi udara di dalam perangkatnya yang bisa mencapai 360 derajat Celsius.

Menggoreng berbagai jenis makanan, seperti ayam, kentang, sayuran dan beragam makanan beku dalam air fryer akan lebih sehat karena tidak membutuhkan minyak sama sekali. Berbeda dengan ketika menggoreng dengan cara konvensional setidaknya butuh hingga 500 mili liter minyak goreng.

Merespons kebutuhan gaya hidup sehat itulah, produsen elektronik Midea meluncurkan produk terbaru untuk keluarga Indonesia, yaitu Midea Air Fryer MF-TN30A2. Perangkat terbaru menggunakan teknologi sirkulasi udara pemanasan 360 derajat Celsius yang memungkinkan suhu pemanasan merata saat memasak, dan membuat masakan lebih cepat matang.

Perangkat ini juga memiliki kapasitas hingga tiga liter, sehingga akan cukup untuk memasak satu ekor ayam, delapan potong sayap ayam, dan lima kue tar. Jumlah ini sangat pas untuk hidangan keluarga hanya dengan sekali memasak.

Terkait

“Perangkat terbaru ini akan memberikan pengalaman baru bagi keluarga di Indonesia khususnya milenial dalam hal memasak, dengan cara yang lebih praktis dan menyenangkan,” kata Product Manager PT Media Planet Indonesia, Stefan.

Republika berkesempatan mencoba memasak chicken wings dan kentang dengan perangkat Midea Air Fryer MF-TN30A2. Untuk kentang dimasak dengan durasi waktu 16 menit dan tanpa minyak. Proses memasaknya juga simpel. Kentang yang sudah dibersihkan dan dipotong sesuai selera, tinggal masukkan ke dalam air fryer, lalu atur waktu memasak, dan tunggu hingga matang.

Sementara itu, chicken wings membutuhkan waktu masak yang lebih lama sekitar 20 menit. Sama seperti kentang, memasak chicken wings di air fryer ini juga tidak membutuhkan minyak sama sekali, sehingga akan jauh lebih sehat.

Ketika disantap, tekstur dan cita rasa kentang ataupun ayam sangat berbeda dengan yang digoreng secara konvensional. Kentang yang dimasak dalam air fryer lebih lembut dan lebih nyaman untuk tenggorokan karena tidak meninggalkan rasa lengket atau gatal seperti ketika menyantap makanan berminyak. Begitu pun ayamnya jauh lebih empuk, renyah, juga terasa lebih mudah saat melewati tenggorokan.

photo
Air Fryer Midea - (Dok Midea)

Perangkat air fryer ini juga dilengkapi dengan bahan perlindungan keamanan suhu tinggi, untuk memastikan keamanan dari kemungkinan terjadinya kebakaran. Daya perangkat juga akan otomatis mati jika wadah penggorengan dalam kondisi terbuka.

Namun, karena menggunakan inovasi teknologi listrik, setiap memasak mengonsumsi listrik hingga 1.300 watt.Jadi, sebelum menggunakan //air fryer// ini tolong perhatikan daya listrik di rumah Anda ya. Jika Anda tertarik memilikinya, produk ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 599 ribu. 

Pahami Trik Pengolahan

photo
Keseruan memasak di rumah (ilustrasi) - (Pexels/Juan Pablo Serrano)

Renatta Moeloek, salah satu juri Master Chef Indonesia, menyatakan, alat masak turut mendukung pembuatan makanan yang sehat. Memasak menu makanan sehat itu tidak susah, asalkan kita tahu trik pengolahannya sehingga kandungan nutrisinya tetap maksimal dan tidak hilang ketika dimasak. 

“Bahan-bahannya juga tidak harus mahal ataupun ribet, yang sederhana pun bisa kita olah menjadi makan yang sehat, enak, dan bikin bahagia,” kata Chef Renatta dikutip dari siaran resmi.

Renatta pun menyarankan agar menggunakan alat masak yang mendukung, seperti non-stick cookware sehingga tidak perlu mengoleskan mentega atau menggunakan minyak terlalu banyak ketika memasak.

Jika harus menggunakan minyak atau mentega, siasati dengan menggunakan spray atau diaplikasikan dengan kuas kue. Anda juga bisa memasak menggunakan air, ataupun kaldu dan mengganti penggunaan krim dengan susu rendah lemak.

Sedangkan, saat mengolah sayur, untuk mempertahankan kandungan nutrisinya, Renatta mengatakan, lebih baik dikukus atau gunakan microwave saat mengolah sayur, dibandingkan dengan direbus.

Rupanya, urusan alat masak juga bisa membuat heboh. Inilah yang terjadi saat Chef Arnold bersama sejumlah figur publik lain menggelar ajang untuk membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.

Dalam ajang tersebut, juri MasterChef Indonesia, Arnold Poernomo melelang pisau dan talenan yang sudah direstorasi. "Pisau ini banyak sekali memorinya, dari jari kesayat dan juga sudah menemani saya di dapur," ungkap Chef Arnold dalam unggahan di Instagram miliknya. 

"Dengan senang hati pisau dan talenan ini saya lelang bersama @tokocrypto di #KolaborAksi #TokoCare semua hasilnya akan disalurkan via @benihbaik." 

Perhatikan Asupan Garam

photo
Perhatikan asupan garam (ilustrasi) - (Pexels/Castorly Stock)

Tak dapat dipungkiri, natrium/sodium (garam) memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat, kuat, dan aktif. Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) natrium dapat berisiko mengalami gangguan kesehatan. 

Jika kelebihan, maka efeknya adalah muncul berbagai penyakit degenerative seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan lain lain. Jika kekurangan, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, dan lain lain. 

Agar masyarakat dapat menyeimbangkan dan mengendalikan asupan garam, PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan PT Rumah Inovasi Natura menggelar Webinar ‘Peran Umami Sebagai Cara Mengatur Asupan Gizi dalam Meningkatkan Kesehatan’.

Kegiatan ini merupakan upaya mendukung masyarakat Indonesia agar tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang Umami dan Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi Covid-19. 

Webinar ini merupakan serangkaian event yang dilaksanakan tiga kali dimulai pada bulan September 2021. Salah satu pembicaranya, adalah Dr Ir Annis Catur Adi, MSi yang merupakan ahli gizi dan Dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat – Universitas Airlangga. 

Menurut Dr Annis, ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam, yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia. “Tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, Sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium,” ujarnya. 

Menurutnya, cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali. “Jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam, dengan menggunakan Bumbu Umami seperti MSG bisa dijadikan solusi,” Anis melanjutkan, 

Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa. 

Katarina Larasati selaku Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia mengungkapkan, acara webinar kali ini diperuntukkan bagi ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa/i Prodi Gizi dan Kesehatan Masyarakat. “Kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang Bumbu Umami yang akan mendukung mereka tetap sehat,” ujarnya. 

Katarina melanjutkan, acara webinar dari Ajinomoto  Indonesia tidak akan berhenti sampai di sini. Setelah ini, masih akan ada acara selanjutnya hingga November 2021, yang diperuntukkan bagi kalangan ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa/i gizi.


×