Jamaah mendengarkan ceramah usai shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/5/2021). Penyerangan itu harus menjadi pemantik penguatan keamanan terhadap para penceramah (ilustrasi) | ANTARA FOTO/SEVIANTO PAKIDING

Nasional

22 Sep 2021, 03:45 WIB

Aparat Diminta Jamin Keamanan Penceramah

Penyerangan itu harus menjadi pemantik penguatan keamanan terhadap para penceramah

JAKARTA – Aparat keamanan diminta merespons serius peristiwa penyerangan terhadap penceramah di Indonesia. Kasus penyerangan terhadap ustaz kembali terjadi di Masjid Baitus Syakur, Batam, Kepulauan Riau. Dalam video yang beredar, Ustaz Abu Syahid Chaniago diserang saat memberikan ceramah.

Kasus ini menambah deretan penceramah yang diserang saat memberikan ceramah di depan jamaah. Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid meminta aparat keamanan menjamin keselamatan penceramah yang melakukan tugasnya. Cak Udin, sapaan Hasanuddin Wahid, mengaku mendapat informasi pelaku penyerangan merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Namun, ia menilai peristiwa itu harus menjadi pemantik penguatan keamanan terhadap para penceramah. "Yang menyerang itu ODGJ. Tugas aparat melindungi dan menghadirkan rasa aman kepada semua penceramah, muballigh maupun jamaah dalam menjalankan kegiatan keagamaan," kata Cak Udin kepada Republika, Selasa (21/9).

PKB menegaskan, keselamatan penceramah dari segala agama yang diakui di Indonesia wajib dijamin oleh TNI, Polri maupun satpam setempat. Selain itu, penyerangan terhadap pemuka agama sudah sepatutnya mendapat hukuman yang setimpal. Sebab, tindakan itu bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

"Segala bentuk penyerangan kepada ulama adalah perbuatan yang tidak dapat ditolerir. Ini bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan," ujar Cak Udin.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Amir Uskara mendesak pemerintah serius menyikapi aksi penyerangan terhadap pemuka agama. Amir menyinggung insiden penyerangan terhadap ustadz bukan kali pertama terjadi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia menyayangkan belum ada tindakan tegas atas masalah itu agar tak lagi terjadi.

"Terulangnya penyerangan yang terjadi di Batam terhadap Ustaz Abu Syahid perlu menjadi perhatian pemerintah dan tokoh-tokoh agama, terlepas apapun motifnya kejadian seperti ini tidak boleh dibiarkan," kata Amir, Selasa.

@republikaonline

Terjadi penyerangan kepada ustadz Abu Syahid Chaniago di Masjid Baitussakur,Jodoh, Batam ##Batam ##TiktokBerita ##Pengajian ♬ original sound - Republika

Amir mengimbau supaya umat Muslim tidak terpancing provokasi atas penyerangan tersebut. Ia berharap kepolisian menyelidiki kasus ini hingga tuntas. "Umat harus tetap tenang dan menyerahkan persoalan yg ada kepada aparat kepolisian untuk melakukan proses hukum kepada pelaku sekaligus melakukan pendalaman motif dari pelaku untuk bisa menyampaikan kepada masyarakat secara transparan," ujarnya.

Bukan kebetulan

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menduga insiden penyerangan terhadap ustaz yang telah beberapa kali terjadi bukanlah suatu kebetulan.

"Saya menduga penyerangan kepada ustadz yang terjadi beruntun bukanlah suatu kebetulan. Polisi harus bertindak cepat," kata Mu'ti melalui pesan elektronik kepada Republika Selasa (21/9).

Mu'ti menyoroti agar keamanan masjid dan tempat ibadah yang perlu ditingkatkan. Pasalnya, selama ini masjid terlalu terbuka bagi pihak manapun. "Keamanan dan pengamanan (masjid) masih belum cukup mendapatkan perhatian," ujarnya.

Sementara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam mengutuk keras peristiwa penyerangan Ustaz Abu Syahid Chaniago, Senin (20/9). Kendati demikian, MUI meminta agar masyarakat tetap tenang menanggapi peristiwa ini. MUI Kota Batam mengimbau seluruh pengurus masjid meningkatkan kewaspadaan.

"Menghimbau kepada semua pengurus DKM masjid/mushalla untuk meningkatkan kewaspadaan keamanan terutama saat kegiatan keagamaan sedang berlangsung agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari," tulis pernyataan MUI Kota Batam. 


×