Aplikasi Discord (Ilustrasi) | Instagram/Discord
20 Sep 2021, 08:17 WIB

Cerita Sukses Aplikasi di Masa Pandemi

Discord menjadi salah satu wadah favorit baru untuk saling terhubung di masa pandemi. 

Di masa pandemi, Zoom bukan satu-satunya aplikasi yang mengalami pertumbuhan signifikan. Ada pula Discord yang ikut melejit dan makin terkenal di jagat dunia peraplikasian. 

Awalnya, popularitas Discord berangkat dari kalangan gamer.  Dilansir dari Financial Times, Rabu (15/9), jumlah pengguna Discord tercatat berlipat ganda pada 2020 karena para pemain gim membawa teman-teman yang bukan pemain gim ke dalam platform Discord.

Faktor pembatasan mobilitas, memang memaksa mereka yang kebanyakan berusia 13-24 tahun mulai terbiasa bersosialisasi secara daring.

Discord memiliki tiga versi aplikasi, yakni aplikasi desktop, seluler, atau pengguna dapat menggunakannya langsung di peramban. Semuanya dapat diakses secara gratis di semua toko aplikasi.  

Terkait

Tapi, ada juga Discord versi langganan premium, bernama Nitro yang menambahkan emoji eksklusif, avatar animasi, dan resolusi video lebih tinggi. Saat ini, rata-rata pengguna dapat menghabiskan 9,99 dolar Amerika Serikat (AS) per bulan untuk langganan Nitro.

photo
Tampilan aplikasi Discord - (GooglePlayStore/Discord)

Kepala Kemitraan Talent Discord, Kenny Layton, menjelaskan, yang membuat Discord istimewa adalah ia menawarkan kepada semua orang, sebuah ruang daring di mana pengguna dapat hang out dan menghabiskan waktu bersama teman dan komunitasnya. “Kami telah melihat hal ini, semakin diperlukan sejak pandemi datang. Karena banyak orang beralih ke layanan kami untuk tetap dapat terhubung dengan mereka yang tidak dapat mereka lihat secara langsung,” ujarnya, seperti dikutip dari EDM.com.

Tak hanya para pengguna biasa, saat ini Dicsord juga banyak dilirik oleh para artis atau nama besar lainnya, untuk dapat tetap terhubung dengan para penggemar. “Kami memberi artis dan penggemar platform komunikasi multi-saluran yang selalu aktif dan merupakan ruang yang aman untuk berinteraksi satu sama lain. Kami suka menyebut diri kami restoran internet 24 jam, di mana komunitas dapat datang dan berkumpul dengan satu sama lain kapan pun mereka mau,” ujar Layton.

Memulai Perjalanan 

photo
Tampilan aplikasi Discord (Ilustrasi) - (Google Play Store)

Yang membedakan Discord dengan beberapa aplikasi komunikasi bersaing lainnya adalah pengguna dapat membuat server sendiri dan bahkan bergabung dengan layanan komunitas publik. Untuk melakukan ini di versi desktop, pengguna harus membuka server prompt. Di sana, kita dapat membuat server baru atau bergabung dengan server yang sudah ada dengan menempelkan tautan terpercaya yang dikirimkan teman kepada pengguna.

Membuat server sendiri juga sama sederhananya. Kita dapat memberikan ikon dan nama yang diinginkan, kemudian cukup ketuk buat. Setelah itu, kita akan langsung resmi terdaftar menjadi pengguna Discord.

Di dalam channel, terdapat beberapa grup untuk topik tertentu dan dapat diberi judul sesuai keinginan kita. Awalnya, kita akan melihat dua jenis komunikasi, yakni teks dan suara. 

Artinya, menurut video CyberNews “How to use Discord|Discord tutorial 2021”, kita akan dapat berkomunikasi menggunakan metode ini di salah satu channel. Kemudian, teman-teman kita akan dapat berbicara dengan kita. 

Sementara, kita juga dapat membisukan mikrofon atau headphone, lalu menggunakan video atau berbagi layar dengan hingga 50 orang sekaligus.

Untuk menambah teman ke server Discord, apabila kita memakai server Discord, cukup klik di sebelah nama subgrup tertentu, kemudian kita dapat membagikan tautan server dengan teman-teman kita yang terpercaya. 

Jika kita menggunakan ponsel, cukup tahan nama channel dan klik undang channel manapun yang tautannya kita salin. Ini akan menentukan saluran mana yang mereka lihat setiap kali mereka membuka server kita. Misalnya, kita dapat mengatur jika Anda ingin mereka selalu melihat channel utama Anda terlebih dahulu.

Melirik Masa Depan 

photo
Platform Discord yang memiliki berbagai channel. - (Instagram/Discord)

Dalam beberapa bulan terakhir, CEO Discord, Jason Citron telah menolak serangkaian pelamar potensial, termasuk tawaran pengambilalihan 12 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari Microsoft. Selain itu, Citron juga melaporkan adanya minat dari Twitter, Amazon dan Epic Games, untuk mengambil alih platform besutannya. 

“Jelas kami mulai sukses, orang-orang mulai mendekati kami,” kata Citron yang juga pendiri Discord ini dalam sebuah wawancara dengan //Financial Times//.

Menurut Citron, ada tren besar dari siaran layanan komunikasi media sosial besar ke tempat-tempat yang lebih kecil dan akrab. Menurut laporan baru-baru ini oleh buletin Newcomer, Discord juga telah meningkatkan putaran pendanaan yang akan memberi nilai pada perusahaan sebesar 15 miliar dolar AS. 

Meski Citron menolak mengomentari rencana peningkatan modal Discord di masa depan, tapi dia mengungkapkan, Discord akan mengeksplorasi opsi apa pun yang paling masuk akan bagi mereka.

Saat ini Discord dibagi dalam server atau grup minat khusus untuk undangan yang memiliki aturan sendiri. Dalam server individu mungkin ada beberapa channel, seperti multi-person voice, ruang berbasis video atau teks di mana pengguna dapat berkomunikasi.

 “Kami mendengar banyak dari orang-orang bahwa aplikasi ini sulit dipelajari. Jadi kami telah menghabiskan banyak energi untuk membuatnya lebih mudah,” ujar Citron. Selain itu, ia juga berupaya menambahkan upaya untuk menghilangkan beberapa istilah khusus pemain gim dari aplikasi dan materi pemasaran.

Masa depan Discord mungkin sedikut banyak akan terletak pada proses akuisisi yang telah berlangsung. Pada Mei tahun ini, Sony PlayStation mengumumkan telah mengambil saham minoritas di perusahaan, dalam kemitraan di mana Discord akan terhubung ke konsol para pengguna Sony mulai awal 2022.

Tantangan Keamanan 

Meski telah terbukti mereguk sukses, Discord saat ini juga menghadapi persaingan ketat dari raksasa teknologi berkantong tebal seperti Facebook, yang dikenal gemar mengkloning fitur pesaingnya. Tak hanya itu, Discord juga bergulat dengan tantangan keamanan. 

Tepatnya, setelah peneliti siber bulan lalu menemukan bahwa platform ini adalah sarang penyebaran tautan berbahaya. Dalam skala platform, Discord juga harus mengatasi kekhawatiran para penggunanya yang menganggap platform ini kurang dimoderasi. 

Kritikus David Sifry selaku wakil presiden dari Anti-Defamation League’s Center for Technology and Society berpendapat, budaya permainan sepanjang malam yang populer di kalangan remaja laki-laki, biasa dibanjiri dengan konten beracun. Menurut Sifry, tak seperti banyak pesaingnya, Discord memindai pesan pengguna secara proaktif hanya untuk konten yang paling mengerikan, seperti eksploitasi seksual anak. 

Tapi Citron juga terus meningkatkan upayanya dalam menjaga para penggunanya tetap aman selama berada di dalam platformnya. Salah satunya, dengan menggandeng Sentropy, sebuah perusahaan rintisan yang membuat perangkat lunak bertenaga AI, untuk mendeteksi dan menghapus pelecehan daring, pada Juli 2021. 

 

 
Kami mendengar banyak dari orang-orang bahwa aplikasi ini sulit dipelajari. Jadi kami telah menghabiskan banyak energi untuk membuatnya lebih mudah.
JASON CITRON, CEO Discord
 
 


×