Pekerja memotong tahu di sebuah industri rumahan kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (4/8/2021). Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin ketersedian kedelai secara nasional tetap aman dengan harga yang wajar dan terjangkau di tengah fluk | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
17 Sep 2021, 10:30 WIB

Kemendag Dorong Pemanfaatan IE-CEPA

Kemendag menilai pemanfaatan IE-CEPA akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan perjanjian dagang Indonesia–European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA). Dia menekankan, hampir 8.000 produk asal Indonesia telah mendapatkan bebas bea masuk ke empat negara Eropa sebagai mitra dagang. 

"Ada 23 perjanjian dagang yang sudah tahap ratifikasi dan implementasi, salah satunya IE-CEPA. Kurang lebih 8.000 produk kita di sana tarif bea masuknya nol persen. Ini kemudahan dan efisiensi biaya yang bisa dimanfaatkan," kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Kamis (16/9).

Jerry menjelaskan, perundingan IE-CEPA telah dimulai sejak 2005 dan baru mendapatkan kesepakatan pada 2018. Negara mitra dagang dalam perjanjian tersebut, yakni Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.

Kemudian, pada April lalu, DPR telah meratifikasi IE-CEPA lewat peraturan perundang-undangan. Upaya untuk bisa mendapatkan fasilitas perdagangan diharapkan memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam negeri sehingga kinerja ekspor Indonesia terus meningkat dan mencetak surplus dagang.

Terkait

Ia sekaligus menyampaikan, kinerja neraca perdagangan Indonesia hingga Agustus 2021 mencetak surplus sebesar 4,74 miliar dolar AS. Angka itu merupakan surplus dagang Indonesia terbesar sepanjang masa. "Ini artinya, ekspor kita lebih besar daripada impor dan ini data dari BPS yang kredibel, independen, objektif, dan valid," kata dia.

Surplus dagang kumulatif Januari-Agustus 2021 tercatat sebesar 19,17 miliar dolar AS. Jerry menilai, angka surplus itu cukup besar dan patut disyukuri karena bisa dicapai meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Anggota Komisi VI Herman Khaeron mengatakan, IE-CEPA memberikan dampak signifikan bagi Indonesia karena merupakan kerja sama perdagangan multilateral. Selain itu, perjanjian dagang IE-CEPA juga memegang peranan penting dalam menjaga eksistensi ekspor sawit ke kawasan Eropa.

Diketahui, Parlemen Eropa telah resmi menutup impor sawit asal Indonesia. Pada saat yang bersamaan, IE-CEPA disepakati sehingga kembali menjadi jalan bagi Indonesia untuk mengekspor sawit ke negara-negara Eropa.

"Ini membuat sudah tidak tajam lagi keputusan Parlemen Eropa untuk melarang sawit Indonesia karena kita bisa masuk melalui pintu empat negara itu," kata dia.

Ia menegaskan, DPR tidak ingin perjanjian IE-CEPA menjadi sebatas persetujuan seremonial atau hanya menjadi pasar bagi negara-negara Eropa. "Kita harus ekspansi dengan tahapan produksi yang progresif," ujar Herman.


×