Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan rekannya Marcus Fernaldi Gideon mengembalikan kok ke arah lawannya asal Malaysia Aaron Chia dan Soh Wooi Yik dalam babak perempat final All England Open 2020 di Arena Birmingham, In | NAFI-HUMAS PBSI/ANTARA FOTO
10 Sep 2021, 13:23 WIB

PBSI Fokus Piala Sudirman

Para pemain Badminton PBSI dalam kondisi prima menghadapi Piala Sudirman, Piala Thomas, dan Uber.

JAKARTA — Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi saat ini tengah fokus mempersiapkan anak asuhnya menuju dua ajang beregu paling bergengsi di kancah bulutangkis dunia: Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber.

Piala Sudirman rencananya dihelat pada 26 September hingga 3 Oktober di Vantaa, Finlandia, berlanjut gelaran Piala Thomas & Uber pada 9-17 Oktober di Aarhus, Denmark. Herry mengungkapkan bahwa saat ini persiapan ganda putra sudah masuk ke tahap peningkatan jelang turnamen. 

"Pasca Olimpiade itu, satu minggu kemudian kita sudah kembali latihan. Fokusnya ke pemulihan. Kalau sekarang sudah masuk minggu kedua dan ketiga, sudah masuk program-program peningkatan untuk persiapan Piala Sudirman dan Piala Thomas. Karena kedua turnamen itu kan berdekatan, hanya selang satu minggu," ungkap Herry dalam rilis PBSI, Jumat (3/9) siang.

"Khususnya tim Olimpiade ya, Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra. Kalau yang lain kan sudah sejak sebelum Olimpiade rutinitas latihan sudah dijalankan, jauh lebih lama dan mereka sudah lebih siap," lanjutnya.

Terkait

Pelatih berjuluk Coach Naga Api tersebut juga menyampaikan bahwa para pemainnya saat ini dalam kondisi prima kecuali sang andalan Kevin Sanjaya Sukamuljo yang mengalami cedera otot ringan. Tapi Herry memastikan kondisi Kevin sudah berangsur membaik.

"Setelah Olimpiade itu memang Kevin ada masalah sedikit di bahu dan lututnya. Ada sedikit cedera di ototnya. Pemeriksaan sudah dilakukan dan hasilnya tidak terlalu riskan dan membahayakan," kata Herry.

"Tapi memang program latihannya jadi agak beda dari yang lain. Tidak bisa langsung tapi bertahap. Selain itu, Kevin juga harus rutin menjalani terapi. Untuk Marcus dan Ahsan/Hendra sampai hari ini semuanya masih berjalan normal," ujar Herry.

Ketidakberhasilan tim ganda putra merebut medali di Olimpiade Tokyo 2020 lalu, benar-benar dijadikan bahan evaluasi oleh Herry. Selain itu, ia juga membuka kesempatan bagi seluruh anak asuhnya untuk bersaing mendapatkan satu tempat di tim Piala Thomas Indonesia.

Saat ini, Herry memiliki tujuh pasangan ganda putra yang levelnya tidak terlalu jauh. Mereka adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yotje Yacob Rambitan, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, dan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani.

"Ganda putra ini kan setelah Olimpiade boleh dibilang agak sedikit di bawah karena kita tidak berhasil dan itu evaluasi yang baik buat saya pribadi sebagai pelatih dan juga buat pemain. Jadi ke depan, persiapannya khusus untuk Piala Thomas kita bisa lihat, negara-negara mana yang unggul," ucap Herry.

"Saya juga membuka kesempatan untuk semua tim ganda putra untuk bergabung di Piala Thomas. Kriteria penilaiannya kan di latihan, kesiapan fisik, dan mentalnya dan termasuk di simulasi nanti. Bisa kelihatan siapa yang sudah siap dan itu yang akan terpilih," tutur Herry.

Sementara itu, PBSI memastikan akan menggelar simulasi format beregu dalam waktu dekat. Tujuannya untuk melihat kesiapan kerangka tim dan juga sebagai penilaian untuk keputusan akhir sebelum menentukan skuad di Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber.

Menuju Piala Sudirman

PP PBSI mendapatkan gambaran besar dalam mempersiapkan tim menuju Piala Sudirman, Thomas, dan Uber. Ini setelah PBSI selesai menggelar pertandingan simulasi untuk event besar bulu tangkis tersebut selama dua hari, yakni Selasa (7/9) dan Rabu (8/9), di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

Secara keseluruhan, PBSI merasa puas dengan aksi pemain dalam ajang uji coba tersebut. Menurut Humas PP PBSI Broto Happy, semua pemain sangat antusias mengikuti simulasi ini. Mereka menunjukkan permainan luar biasa, disiplin, dan terlihat rindu dengan pertandingan sesungguhnya. Ia berharap semoga semangat ini dibawa hingga pertandingan sesungguhnya nanti pada ajang Piala Sudirman, Thomas, dan Uber.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badminton Indonesia (badminton.ina)

“Semoga pemain dapat menampilkan performa terbaik sehingga bisa menyumbang angka untuk Indonesia," kata Broto saat dihubungi Republika.

Para pemain selanjutnya akan menjalani latihan sesuai hasil evaluasi dari simulasi sebelum mereka berangkat ke Finlandia pada 21 September mendatang untuk berlaga di Piala Sudirman. Ajang beregu campuran ini digelar pada 26 September 2021–3 Oktober 2021 di Energia Areena di Vantaa, Finlandia.

Bongkar pasang dilakukan terhadap beberapa pasangan menyusul absennya sejumlah pemain pada simulasi ini. Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya, Gregoria Mariska Tunjung, dan Anthony Sinisuka Ginting, misalnya, tak bisa bertanding dengan alasan cedera dan sedang tidak fit. 

Pada hari pertama, tim Rajawali mengalahkan Garuda dengan skor tipis 3-2 di Pelatnas Cipayung. Sementara pada hari kedua, tim Harimau berhasil mengalahkan tim Banteng dengan skor 4-1 pada Rabu (8/9).

Tim Harimau unggul 1-0 setelah pada partai pertama ganda putri Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengalahkan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah dua gim langsung 21-19 dan 22-20. Tim Banteng berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui sektor ganda campuran. Pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja mengalahkan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti 21-13, 22-24, dan 21-17.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto  kemudian membawa tim Harimau unggul 2-1 seusai menang dari juniornya, Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando, 21-17, 21-17. Akhirnya Jonatan memastikan kemenangan menjadi 3-1 setelah mengalahkan Shesar Hiren Rhustavito lewat pertarungan seru dengan skor 13-21, 21-14, dan 21-15.

Jonatan mengatakan, pada gim pertama, ia tidak cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan dan permainan Vito. Pada gim kedua dan ketiga, ia mencoba bermain lebih santai dan mencoba memegang kendali permainan. Strategi menjauhkan bola dari jangkauan Shesar berhasil.

Jonatan menegaskan, pada kejuaraan beregu, tunggal putra dididik pelatih untuk saling dukung. Siapa pun yang bertanding, kata dia, harus saling dukung dan jaga. “Semoga semua tim terus diberikan kesehatan dan terhindar dari cedera sampai pertandingan nanti. Itu kunci menjaga kekompakan tim,” kata Jonatan.

Sementara, Ribka mengatakan, kemenangan GreysiaPolii/Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo memotivasi mereka untuk terus berkembang. “Bila terpilih di Sudirman dan Uber nanti, kami sebisa mungkin mau sumbang poin,” kata Ribka berharap.

Sebelumnya, Kepala Bidan Pembinaan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky menyatakan, pihaknya akan memilih pemain dari kondisi terakhir pemusatan latihan dan simulasi. Sebab turnamen yang dijadikan acuan untuk menilai kesiapan pemain, yakni Makau Open dan Korea Open, batal digelar.


×