Joe Biden saat mengunjungi Ramallah sebagai wakil presiden AS dan menemui Presiden Palestina Mahmoud Abbas, 2010 lalu. | REUTERS/Debbie Hill/Pool

Internasional

Biden Bencana Membuka Kembali Konsulat di Yerusalem

Biden memperjelas penentangannya terhadap penggusuran di Sheikh Jarrah.

WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan rencananya untuk kembali membuka Konsulat Jenderal AS di Yerusalem. Hal ini disampaikan Biden dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di Gedung Putih.

Selama pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di Gedung Putih, Presiden Joe Biden menegaskan kembali rencana pemerintahannya untuk membuka kembali Konsulat Jenderal AS di Yerusalem.

Namun, pada saat yang sama, Biden juga menyatakan penentangannya terhadap pengusiran Israel terhadap keluarga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem yang diduduki.

Biden dan Bennett membahas masalah ini selama pertemuan tertutup di Gedung Putih. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Senior Dewan Keamanan Nasional AS untuk Timur Tengah, Barbara Leaf kepada CEO Peace Now, Hadar Susskind.

Saat berbicara kepada the New York Times pekan lalu, Bennett sempat menolak untuk menjawab pertanyaan tentang pembukaan kembali Konsulat Jenderal AS di Yerusalem, tetapi ia menegaskan bahwa Yerussalem adalah ibu kota Israel.

"Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini bukan ibu kota negara lain,” ujarnya dikutip dari Middleeastmonitor, Ahad (28/8).

Namun, Barbara Leaf menekankan bahwa Biden menjelaskan bahwa pemerintahannya berencana untuk membuka kembali Konsulat di Yerussalem dan memperbaiki hubungan dengan Palestina. Namun, Biden tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut kapan Konsulat tersebut akan dibuka kembali.

Selain itu itu, Barbara Leaf juga menekankan bahwa Biden memperjelas penentangannya terhadap penggusuran di Sheikh Jarrah, di mana banyak keluarga Palestina menunggu Mahkamah Agung Israel untuk memutuskan masalah tersebut. Menurut Leaf, Biden telah memberi tahu Bennett bahwa dia ingin melihat solusi untuk memungkinkan keluarga Palestina tetap di rumah mereka.

Jajak pendapat menunjukkan 72,8 persen orang Israel menentang pembukaan kembali konsulat AS di Yerusalem. Pada Mei lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan, AS akan membuka kembali Konsulat Jenderal di Yerusalem, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang rencana tersebut.

Pada 2019, mantan Presiden AS Donald Trump menutup Konsulat Jenderal AS di Yerusalem dan memindahkan operasinya ke Kedutaan Besar AS. Trump juga memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat