Keluarga berziarah ke makam khusus Covid-19 di TPU Jombang Zona II di Kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (29/7/2021). | Republika/Thoudy Badai
03 Aug 2021, 03:52 WIB

Kematian Covid-19 di Empat Daerah Disorot Pusat

Keempat daerah dengan kematian Covid-19 tinggi adalah Bali, Yogyakarta, Malang Raya, dan Solo Raya.

JAKARTA -- Bali, Yogyakarta, Malang Raya, dan Solo Raya menjadi daerah dengan angka kematian Covid-19 yang masih tinggi hingga saat ini. Menurut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, keempat daerah ini menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.

"Hal ini (kematian) terjadi karena masih banyaknya masyarakat yang melakukan isolasi mandiri, sehingga telat dilakukan perawatan intensif di rumah sakit yang akibatnya menyebabkan kematian karena saturasi oksigen mereka rata-rata di bawah 90," ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (2/8).

Menurut Luhut, pemerintah akan menambah pusat isolasi terpusat di daerah yang angka kematiannya tinggi. Pemerintah sudah menambah 49 ribu tempat tidur di wilayah Jawa dan Bali yang memang angka penularan dan angka kematiannya masih tinggi.

"Juga kita ingin menghindari orang yang bisa meninggal karena saturasi oksigen sudah turun dan mengalami pemburukan dan baru dibawa ke rumah sakit sehingga berpotensi menimbulkan kematian karena keterlambatan mendapatkan penanganan," ujar Luhut.

Terkait

Pemerintah juga akan melibatkan TNI dan Polri untuk membentuk task force. Nantinya, satuan ini akan bertugas menjemput pasien yang isoman untuk ke tempat isolasi terpusat.

"Pemerintah mendorong pembukaan isolasi terpusat baru di wilayah ini. Dan mendorong peran serta TNI Polri dan pemda untuk terlibat aktif melakukan penjemputan terhadap masyarakat yang melakukan isolasi mandiri agar tidak terjadi keadaan yang tidak diinginkan," ujar Luhut.

Luhut meminta pemda menginstrukan ke desa-desa agar mengalokasikan delapan persen dana desa untuk membeli barang terkait deteksi dini dan penanganan dini bagi pasien Covid-19. "Jangan sampai lagi ada yang meninggal di rumah karena isolasi mandiri," ujar Luhut.

photo
Bunga layu tersimpan di papan nisan di TPU Jombang Zona II di Kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (29/7/2021). Pemerintah Kota Tangerang Selatan membuka lahan baru khusus pemakaman Covid-19 di TPU Jombang Zona II dengan daya tampung 800 hingga 900 jenazah. Sejak dibuka pada 21 Juli 2021 hingga 29 Juli 2021, TPU Jombang Zona II sudah menampung 107 jenazah. - (Republika/Thoudy Badai)
SHARE    

 

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, kasus harian terus mengalami tren penurunan. Pada Senin (2/8), dilaporkan ada 22.404 kasus baru. Angka ini jauh lebih rendah dari puncak grafik dengan 56.757 kasus baru pada 15 Juli 2021.

Namun sayangnya, tren penurunan kasus harian Covid-19 masih dibayangi tingginya angka kematian. Pada Senin (2/8), dilaporkan ada 1.568 orang meninggal dengan status positif Covid-19. Terhitung dalam dua pekan terakhir, sejak 16 Juli 2021, angka kematian harian selalu di atas 1.000 orang. Sempat tembus 2.000 orang meninggal dalam satu hari pada 27 Juli, tapi kembali menurun sampai kemarin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan mulai Agustus hingga akhir tahun nanti, per hari akan ada vaksin yang diberikan kepada 1,2 juta orang per hari. Budi menjelaskan, angka ini perlu dikebut untuk bisa menekan angka penularan Covid-19 dan angka kematian.

"Tujuh aglomerasi Jawa-Bali, kita hanya suntik 382 ribu per hari pada Juli. Itu harus kita naikkan menjadi 1,2 juta per hari untuk tujuh aglomerasi itu saja. Ada kenaikan hampir empat kali lipat. Oleh karena itu, memang tugas kami di Agustus dan September ini akan lebih berat," ujar Budi dalam konferensi pers, Senin (2/8).

Menurut Budi, Indonesia juga akan mendapatkan pasokan vaksin lagi sebesar 70 juta dosis. Sebanyak 70 juta dosis ini direncanakan datang secara bertahap pada Agustus dan September 2021.

Budi menjelaskan, Agustus dan September akan menjadi hari tersibuk untuk program vaksinasi. Pemerintah menargetkan peningkatan target vaksinasi dalam delapan bulan ke depan.

"Sehingga beban vaksinasi kita akan sangat tinggi. Sebagai perbandingan, Januari-Juli ada 90 juta vaksin yang datang. Jadi kita menyelesaikan 90 juta dalam waktu tujuh bulan, sekarang kita harus mengejar 70 juta dalam waktu delapan bulan," ujar Budi.

Hingga Desember nanti, Budi menargetkan sebesar 258 juta dosis vaksin akan datang. Ini akan mencukupi dosis vaksin untuk sekitar 70 juta masyarakat lagi yang memang saat ini belum mendapatkan vaksin.

"Tapi, total dari, kalau semua bisa kita peroleh Agustus-Desember itu 331 juta. Ini kan hampir empat kali lipat dari apa yang kita peroleh di Januari-Juli. Jadi, ini membutuhkan peningkatan yang sangat pesat dari sisi vaksinasi di seluruh daerah-daerah," ujar Budi. 


×