Pekerja menyelesaikan pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Proyek pembangunan jalur rel ganda kereta api lintas Bogor-Sukabumi sepanjang 26,7 km di target selesai pada Agustus 2021. | Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
24 Jul 2021, 03:45 WIB

Kontraktor Proyek Jalur Ganda Ditegur

BTP Wilayah Jawa Bagian Barat menginstruksikan kepada konsultan pengawas untuk mengkaji dokumen K3.

BOGOR -- Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jawa Bagian Barat telah mengirim surat teguran kepada kontraktor proyek pembangunan jalur ganda (double track) Bogor-Sukabumi. Hal itu imbas pengoperasian alat berat yang membuat pipa transmisi air baku 1.000 milimeter milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terputus pada Ahad (18/7).

Dampaknya, sekitar 70 ribu pelanggan Perumda Tirta Pakuan, selama dua hari, tidak bisa mendapatkan pasokan air bersih. Kepala BTP Wilayah Jawa Bagian Barat, Erni Basri mengatakan, teguran diberikan terhadap kontraktor pelaksana.

Dalam laman resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di lpse.dephub.go.id, tercantum pemenang tender proyek jalur ganda Bogor-Sukabumi adalah PT Ganda Karya Utama beralamat di Jalan Veteran Nomor 1044, Kelurahan 20 Ilir 1, Kecamatan Ilir Timur 1, Kota Palembang, Sumatra Selatan.

“Menunjuk syarat-syarat umum kontrak Pasal 22 Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK), saya dan PPK pembangunan jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi melakukan teguran kepada kontraktor pelaksana, terkait pelaksanaan dan pengendalian K3 yang belum berjalan,” ujar Erna kepada Republika di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/7).

Terkait

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Perumda Tirta Pakuan (perumdatirtapakuan)

Dia mengingatkan, kontraktor mestinya bisa menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama pembangunan jalur ganda. Selain itu, Erni menyebut, kontraktor wajib menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan perjanjian, dan tidak boleh meleset. “Pihak kontraktor pelaksana berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai masa pelaksanaan kontrak,” kata Erni.

Menurut Erni, peristiwa rusaknya pipa air valve milik Perumda Tirta Pakuan, terjadi tepat di area pembangunan jalur ganda KM 7+225 atau di Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan.

Dia menjelaskan, pada Ahad siang, pekerja sedang melakukan pekerjaan galian dan timbunan untuk pembuatan platform secant pile, menggunakan ekskavator dengan jarak 25 meter dari lokasi pipa.

photo
Sejumlah kendaraan melaju melewati jembatan sementara saat pengalihan arus lalu lintas di jalan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/2/2021). Pengalihan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut dilakukan karena adanya pembongkaran jembatan untuk pembangunan jalur ganda Kereta Api (KA) Bogor-Sukabumi yang akan dilaksanakan hingga enam bulan kedepan. - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

“Sekitar pukul 14.30 WIB pada saat proses aktivitas kerja ekskavator, bongkahan batu pada lereng terjatuh menimpa air valve yang menyebabkan kerusakan dan kebocoran air,” ujarnya.

Atas insiden tersebut, Erni secara khusus meminta maaf kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Begitu pula kepada pelanggan Perumda Tirta Pakuan yang terdampak atas terganggunya distribusi air bersih di Kota Bogor.

Untuk meminimalisasi kejadian serupa terulang, sambung dia, BTP Wilayah Jawa Bagian Barat menginstruksikan kepada konsultan pengawas untuk mengkaji dokumen K3. Hal itu lantaran di dekat area jalur ganda terdapat beberapa instalasi vital, yaitu kabel PT Telkom hingga pipa PGN.

“Kami sudah instruksikan konsultan pengawas untuk mereview dokumen K3, khususnya yang terkait jalur pipa PDAM. Untuk kejadian kebocoran pipa dilakukan penghentian aktivas di sekitar lokasi dan berkoordinasi dengan Direktorat Teknis PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor,” ucap Erni.

 
Kami sudah instruksikan konsultan pengawas untuk mereview dokumen K3, khususnya yang terkait jalur pipa PDAM.
 
 

Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Pakuan Bogor, Dewi Puspitasari menyebut, dampak kerusakan pipa menyebabkan sekitar 44 wilayah kelurahan di zona III dan IV Kota Bogor, terhenti mendapatkan pasokan air bersih. Wilayah itu, meliputi Kecamatan Bogor Timur, Kecamatan Bogor Selatan, Kecamatan Bogor Tengah, dan Kecamatan Bogor Barat.

Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata sempat geram dengan insiden pipa bocor akibat kelalaian kontraktor proyek jalur ganda. Dia mencatat, perusahaan yang sama beberapa kali mengalami kecelakaan kerja. Di antaranya, tiga kali longsor pada medio April lalu, crane jatuh hingga hampir menimpa warga pada Juni 2021, dan terakhir ekskavator menyebabkan pipa rusak.

Dadang pun mendesak Pemkot Bogor untuk mengirim surat protes kepada PT KAI dan Kemenhub agar pelaksana pekerjaan di lapangan diberi teguran.


×