Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
12 Jun 2021, 05:30 WIB

Menyerah Bukan Jalan Keluar

Menyerah bukan jalan keluar dari ujian. Sebab hidup dan mati adalah ujian.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Kata “menyerah” dalam Alquran disebut “al-ya’su”. “Innahu laa yay’asu min rauhillahi illal qaumul kafiruun” (Sesungguhnya tidak putus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir) (QS Yusuf : 87).

Orang beriman harus selalu optimistis. Allah SWT memberikan pilihan “imma syakiran wa imma kafuuran” (berjalan penuh syukur atau penuh kekufuran). (QS Al-Insan:3)

Bagi yang bersyukur hidupnya akan berkah, karena pahala terus mengalir. Sebaliknya bagi yang kufur hidupnya penuh maksiat dan dosa-dosa. Di Kota Makkah, Nabi Muhammad SAW tetap tegar membawa risalah di hadapan kaum kafir Quraisy, sekalipun sendirian. Ancaman demi ancaman dihadapinya dengan lapang dada, “alam nasyrah laka shadraka” (QS Al-Syarah: 1).

Terkait

Kepada keluarga Yasir, sahabatnya yang dibantai oleh orang kafir Makkah, Nabi memberikan motivasi “shabran aala yaasir fa inna mau’idakal jannah” (sabarlah wahai keluarga Yasir, kelak kamu akan masuk surga).

Pelajaran ini didapat juga dari nabi-nabi sebelumnya. Nabi Ibrahim AS tidak pernah menyerah dalam berbagai ujian yang dihadapinya. Diutus ke tengah masyarakat yang sangat kafir, Nabi Ibrahim terus bertahan sampai akhirnya dibakar. Tetapi Allah menyelamatkannya.

 
Nabi Ibrahim AS tidak pernah menyerah dalam berbagai ujian yang dihadapinya.
 
 

Lalu diperintahkan hijrah ke lembah Kota Makkah yang waktu itu tidak ada kehidupan sama sekali, “ bi waadin ghairi dzii zar’in ‘inda baitikal muharram” (QS Ibrahim 37), sampai akhirnya diperintahkan menyembelih sang anak. Nabi Ibrahim tetap menjalankannya. Dari sinilah bermula syiar ibadah kurban.

Nabi Musa AS ketika diperintahkan berguru kepada Khidir, ia berkata : “Laa abrahu hattaa ablugha majam’amal bahraini aw amdhiya huquba” (Aku akan terus berjalan sejauh dan sesulit apapun, sampai aku mencapai pertemuan dua laut yang dijanjikan akan bertemu Khidir di sana) (QS al-Kahfi: 60).

Inilah sikap kesatria yang membuatnya tidak pernah mau menyerah sekalipun diutus berdakwah kepada Fir’aun.

Allah SWT berfirman: “Izhab ilaa firun innahuu thagha” (Datangilah Fir’aun, sesungguhnya ia telah menyimpang) (QS an-Naziat:17). Dengan gagah perkasa Nabi Musa tegak berdiri menyampaikan risalah. Sampai akhirnya Fir’aun ditenggelamkan oleh Allah di laut Merah.

Apa yang penting dari semua itu adalah sebesar apapun tantangan hidup harus tetap kita hadapi. Menyerah bukan jalan keluar dari ujian.

Sebab hidup dan mati adalah ujian, “Alladzii khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala” (Dialah Allah yang telah menjadikan kahidupan dan kematian sebagai ujian, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya) QS al-Mulk: 2).


×