Roket Long March 5B meluncur dari Wenchang, Hainan pada Kamis (29/4/2021) lalu | Ju Zhenhua / AP
10 May 2021, 03:40 WIB

Sisa Roket Cina Mendarat di Samudra Hindia

Peluncuran kali ini, merupakan yang kedua dari varian 5B sejak penerbangan perdananya pada Mei 2020.

BEIJING -- Media pemerintah Cina menyatakan, sisa-sisa roket terbesar negara itu akan mendarat di Samudra Hindia pada Ahad (9/5). Sebagian besar komponennya dinyatakan hancur saat masuk kembali ke atmosfer bumi.

Koordinat yang diberikan Kantor Teknik Luar Angkasa Berawak Cina menunjukkan, titik dampak di lautan, sebelah barat kepulauan Maladewa. Puing-puing dari Long March 5B tersebut, telah membuat beberapa orang melihat ke langit dengan waspada sejak roket meledak dari pulau Hainan Cina pada 29 April. Kantor Teknik Luar Angkasa Berawak Cina mengatakan, sebagian besar puing-puing roket juga telah terbakar di atmosfer.

Laporan yang diterbitkan oleh media resmi pemerintah Cina, People's Daily, seperti dilaporkan Global Times, menepis kekhawatiran negara-negara Barat bahwa roket itu di luar kendali dan dapat menyebabkan kerusakan.

"Ini adalah praktik umum di seluruh dunia untuk roket tingkat atas terbakar saat memasuki kembali atmosfer," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Wang Wenbin, pada 7 Mei.

Terkait

photo
Pecahan Roket Long March 5B terlihat di angkasa pada Rabu (5/5/2021) - (www.virtualtelescope.eu)

Media pemerintah melaporkan, bagian dari roket itu kembali memasuki atmosfer pada pukul 10:24 waktu Beijing dan mendarat di lokasi dengan koordinat bujur 72,47 derajat timur dan lintang 2,65 derajat utara. Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi, masuknya kembali roket di atas Semenanjung Arab, tetapi tidak diketahui apakah puing-puing itu akan berdampak pada tanah atau air.

"Lokasi pasti dari dampak dan rentang puing, keduanya tidak diketahui saat ini, dan tidak akan dirilis oleh Komando Luar Angkasa AS," kata badan itu dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Peluncuran kali ini, merupakan yang kedua dari varian 5B sejak penerbangan perdananya pada Mei 2020. Tahun lalu, potongan dari Long March 5B pertama jatuh di Pantai Gading, kemudian merusak beberapa bangunan. Tetapi, saat itu tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Dengan sebagian besar permukaan bumi tertutup air, kemungkinan dampak di wilayah berpenduduk di darat dan cedera lebih rendah. Namun, ketidakpastian atas kerusakan orbit roket dan kegagalan Cina untuk mengeluarkan jaminan yang lebih kuat menjelang puing roket masuk kembali ke bumi, telah memicu kecemasan.

Roket angkat berat Long March 5 telah menjadi kunci ambisi luar angkasa jangka pendek Cina. Negari Tirai Bambu tersebut mulai melakukan pengiriman modul dan awak stasiun luar angkasa yang direncanakan, hingga nanti akan dilakukan peluncuran wahana penjelajahan ke bulan dan bahkan Mars. 


×