Manajer Tottenham Jose Mourinho berjalan dengan wasit Mike Dean, kiri kedua, setelah pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Aston Villa dan Tottenham Hotspur di Villa Park di Birmingham, Inggris, Minggu, 21 Maret 2021. | AP/Michael Steele/Pool Getty
20 Apr 2021, 10:29 WIB

Mourinho Angkat Kaki dari Tottenham

Mourinho dan stafnya telah melalui beberapa masa yang paling menantang bersama Tottenham.

JAKARTA — Totttenham Hotspur membuat pengumuman mengejutkan pada Senin (19/4) sore WIB. Manajemen Spurs memutuskan mendepak Jose Mourinho setelah lebih dari satu setengah musim bertugas menjadi pelatih. Spurs mengonfirmasi kabar ini lewat pengumuman di laman resmi dan media sosialnya.

Pelatih akademi Tottenham, Ryan Mason, akan bertanggung jawab sebagai pelatih sementara tim utama. “Klub hari ini mengumumkan Jose Mourinho dan staf pelatihnya, Joao Sacramento, Nuno Santos, Carlos Lalin, dan Giovanni Cerra, telah dibebastugaskan,” demikian bunyi pernyataan resmi Tottenham.

Ketua klub Daniel Levy menambahkan, Mourinho dan stafnya telah melalui beberapa masa yang paling menantang bersama Tottenham. Menurut Levy, Mourinho seorang profesional sejati yang menunjukkan ketahanan luar biasa selama pandemi. “Secara pribadi, saya menikmati bekerja dengannya dan menyesal bahwa banyak hal tidak berjalan seperti yang kami berdua bayangkan,” kata Levy.

Pemecatan Mourinho tak terkait rencana Tottenham mengikuti Liga Super Eropa. Keputusan ini murni karena kiprah Spurs yang tak kunjung menjanjikan hingga pengujung musim. Tottenham finis keenam di Liga Primer Inggris tahun lalu dan sekarang berada di posisi ketujuh dengan nilai 55. 

Terkait

Dengan enam laga tersisa, Spurs terpaut lima poin dari posisi empat, West Ham United. Sedikit yang berani menjagokan Spurs lolos ke Liga Champions musim depan merujuk penampilan yang tak konsisten. Tottenham tersingkir dari Liga Europa dan hanya memiliki final Piala Carabao melawan Manchester City sebagai satu-satunya peluang memenangkan trofi.

Awalnya petinggi Tottenham melihat Mourinho sebagai cara mereka untuk kembali ke Liga Champions. Namun, setelah 17 bulan, mereka memutuskan langkah mereka keliru. Selain itu, pihak klub tampaknya juga tidak senang dengan cara Mourinho mengkritik pemainnya terus-menerus di depan umum. 

photo
Jose Mourinho - (AP)

Pendekatan taktiknya yang mengedepankan permainan bertahan mengandalkan serangan balik juga dikeluhkan pemain yang sebelumnya terbiasa bermain ofensif di bawah Mauricio Pochettino.

Sebenarnya klub London Utara itu sempat memuncaki liga pada November, tapi kemudian berjuang untuk menemukan konsistensi. Hingga pekan ke-32, Tottenham sudah menelan 10 kekalahan liga, terbanyak dalam semusim yang pernah dirasakan Mourinho dalam kariernya sebagai pelatih.

Tottenham jadi tim yang paling banyak kehilangan angka di Liga Primer Inggris dari posisi unggul, yakni 20 poin. Soal ini, Mourinho menjawab enteng menyalahkan pemainnya, “Pelatihnya sama, pemainnya berbeda.”

Performa Spurs makin menurun dengan hanya satu kemenangan liga dalam lima pertandingan terakhir mereka, termasuk kekalahan melawan Arsenal dan Manchester United. Spurs juga tersingkir dari babak 16 besar Liga Europa bulan lalu, menyusul kekalahan 0-3 yang memalukan pada //leg// kedua di Dinamo Zagreb.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jose Mourinho (josemourinho)


×