Pengunjung melihat koleksi furniture saat dibuka gerai Andaleto di Kemang Square, Jakarta, Kamis (27/10/2020). Showroom pertama kali diluncurkan secara resmi ikut berkontribusi pada pergerakan industri e-commerce dalam bidang furniture sebagai andaleto.co | Tahta Aidilla/Republika
28 Mar 2021, 03:30 WIB

Desain Toko Estetik untuk Pembeli

Toko dengan desain menarik diyakini bisa menarik pembeli hadir dan nyaman berbelanja.

 

OLEH FARAH NOERSATIVA

Bagi Anda pemilik toko, sebaiknya mulai berbenah diri dan mendesain ulang ruangan toko. Sebab, konsumen kini mulai ramai mendatangi toko-toko luring, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Toko dengan desain menarik diyakini bisa menarik pembeli hadir dan nyaman berbelanja di sana. Menurut desainer interior Hepta Design, Indri F Falah, desain toko yang baik adalah yang dapat menyampaikan pesan dari identitas atau jenama yang ingin disampaikan kepada pembeli. 

Terkait

"Implementasi visualnya sangat luas melalui perpaduan bentuk, warna, ambience, dan unsur dekoratif," kata Indri kepada Republika, pekan lalu. 

Penataan interior masing-masing toko berbeda. Namun, Indri menyebut, hal paling mendasar yang paling membedakan dari masing-masing jenis toko adalah layout dan display produk dari jenis retail. Setiap toko akan menyesuaikan konsep dengan kebutuhan toko retail itu sendiri. 

"Penataan layout retail tentunya bertujuan agar membuat display lebih efektif dan efisien dan memudahkan pelanggan," kata Indri. 

Lulusan S-1 jurusan desain interior Institut Teknologi Bandung itu menjelaskan, penataan layout yang dapat digunakan oleh sebuah toko terbagi atas empat macam. Keempatnya, yakni layout free flow atau bebas, grid atau pola lurus, loop atau berputar, dan spine layout atau mengalir. Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

photo
Toko dengan desain menarik diyakini bisa menarik pembeli hadir dan nyaman berbelanja. - (Photo by Lisa Fotios from Pexels)

Para pengelola toko bisa menerapkan salah satu dari penataan layout itu berdasarkan luas area dan karakteristik dari retail itu sendiri. Indri menyarankan, pembuatan fasad yang sangat menarik dapat meyakinkan para pembeli dengan tujuan mereka. Selain itu, ciptakan konsep ruang yang unik dan berbeda dengan toko lainnya. 

"Namun, layout ruangan dan peletakan produk harus diperhatikan agar konsumen tetap merasa nyaman," ujarnya.

 
Layout ruangan dan peletakan produk harus diperhatikan agar konsumen tetap merasa nyaman.
 
 

Pemilihan warna toko kembali pada jenama retail dan target pasar yang ingin dicapai. Dia menggarisbawahi, warna-warna yang catchy atau menarik perhatian tidak selalu dapat menggaet konsumen.

Indri mencontohkan, jika toko baju memiliki target pasar wanita berusia 16 sampai 26 tahun, si pemilik toko dapat memilih perpaduan warna bernuansa warna-warna tegas feminin atau pastel. Hal tersebut berbeda dengan sebuah toko baju yang memiliki target pasar pria dengan usia yang sama.

"Untuk toko baju pria, si pemilik toko bisa memadukan tone warna netral dengan warna-warna maskulin," kata dia. 

Kehadiran tanaman dinilainya mampu mempercantik ruangan di dalam toko. Tanaman merupakan elemen dekoratif yang memperindah ruangan meski sifatnya tidak wajib. 

Apabila pengelola toko ingin menggunakan tanaman, bisa menaruhnya di beberapa sudut ruangan agar dapat menyegarkan visual. Pengelola toko perlu memperhatikan pemilihan jenis tanaman karena tidak semua cocok ditempatkan di dalam ruangan.

Pemilik toko wajib menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan kepada pembeli. Caranya bisa melalui penjaga toko maupun sistem tanda.

"Di sinilah kreativitas desainer dibutuhkan untuk membuat tanda yang mudah dipahami tapi tetap menjadi elemen estetik," ujar Indri.

Tak hanya toko fisik yang perlu dipercantik agar menarik perhatian para pembeli. Pandemi Covid-19 membuat sebagian pembeli beralih ke penjualan daring.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Wibhi Pratama (wibhipratama)

Menurut fotografer produk makanan Yamayam Semarang, Wibhi Pratama, penjualan produk secara daring yang telah efektif sejak dahulu makin kuat setelah pandemi melanda. Namun, tak dimungkiri, masih banyak orang yang membutuhkan pengalaman makan di restoran, meskipun penjualan secara daring masih tetap dilakukan. 

Penjualan luring maupun daring memiliki plus minus. "Jika daring bisa lebih kuat promosinya, tapi kami tidak memiliki ruang untuk show off. Kalau mengundang tamu ke store langsung kami lebih bangga," ujar Wibhi.

Kini, kebanyakan toko luring masuk pasar daring. Sebab, toko daring dinilai lebih efektif menyasar pembeli. Toko daring disarankannya harus memiliki perencanaan pembuatan toko luring. "Namun, itu semua kembali pada modal dan kreativitas masing-masing pengusaha," kata dia.

Sebagai pemotret produk makanan ayam olahan, dia menjelaskan beberapa hal terkait foto produk makanan. Pertama, adalah tema dari foto. 

Alumnus Universitas Diponegoro, Semarang, ini menyebut tema dapat membentuk cerita dari satu pigura. Tema-tema itu bisa berkelas, berantakan, atau abstrak. Dalam mencari tema, tidak ada salahnya mencari referensi dari berbagai media.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by FROZEN FOOD SEMARANG (yamayam.smg)

Kedua, adalah komposisi foto yang baik. Dalam pemotretan foto produk makanan, perlu diatur mengenai proporsi penataan letak makanan utama serta peralatan tambahan, seperti piring, teko, dan bumbu dapur. Jangan sampai makanan utama terdistraksi dengan peralatan tambahannya.

Ketiga adalah pemilihan latar belakang foto dan warna. "Menurut pengalaman kami, memakai background dengan warna-warna netral cenderung lebih menarik, karena makanan itu sendiri sudah memiliki warna yang beraneka ragam," kata Wibhi. 

Keempat adalah proses mengedit foto. Proses ini sangat penting karena foto produk makanan bisa lebih hidup, selama itu tidak menipu. 

Wibhi berpendapat, dalam memotret produk makanan, Anda perlu membuat foto yang dapat bercerita, mendeskripsikan, dan dapat menarik orang untuk mencoba dan membelinya.

photo
Toko dengan desain menarik diyakini bisa menarik pembeli hadir dan nyaman berbelanja. - (Photo by Ksenia Chernaya from Pexels)

Pengaruh Warna Dinding Toko

Terdapat beberapa aspek yang bisa diperbaiki pada toko jika Anda hendak menarik perhatian pembeli. Dilansir di laman Lumen Learning Retail Management, yang pertama, Anda bisa memulainya dari area lantai toko.

Pada toko ritel baju, para pengelola bisa memasang setengah lantainya berlantai ubin yang digunakan untuk menampilkan pakaian di atasnya. Sementara, separuh lainnya memiliki lantai kayu dan memiliki meja yang memajang perhiasan. 

Lantai di toko membuat kesan tersendiri dalam pengalaman berbelanja. Para pengelola toko bisa menggunakan karpet memungkinkan pembelanja memiliki pengalaman yang tenang dan tenteram dengan barang dagangan. Ubin, semen, atau kayu akan sedikit lebih keras.

Lantai kayu memberikan kesan alami atau suasana luar ruangan. Lantai semen yang dicat adalah barang yang umum ditemukan di toko ritel saat ini. Tampilannya bagus untuk sebuah toko. Semen dapat dicat dan disegel agar mudah dibersihkan.

Kedua, pencahayaan pada toko juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. Ada begitu banyak jenis cahaya yang bisa dipilih, seperti pencahayaan hangat, pencahayaan sejuk, cahaya alami, serta cahaya fluorescent.

Meskipun demikian, jenis pencahayaan di toko ritel dapat dibagi menjadi empat kategori umum, yakni pencahayaan umum, pencahayaan yang terkonsentrasi, pencahayaan aksen, dan pencahayaan dekoratif. 

Pencahayaan umum adalah sumber utama cahaya di toko. Cahaya pijar yang hangat mengirimkan pesan kepada pelanggan bahwa mereka akan mendapatkan pengalaman belanja lebih intim dan istimewa.

 
Lampu pijar sering digunakan pada toko pakaian karena lampu pijar menunjukkan warna yang lebih asli.
 
 

Lampu pijar sering digunakan pada toko pakaian karena lampu pijar menunjukkan warna yang lebih asli. Pembeli tidak akan terlihat pucat dan kebiruan saat mencoba pakaian.

Pencahayaan terkonsentrasi adalah cahaya yang lebih intens yang membantu karyawan toko menyelesaikan pekerjaan mereka dan berkomunikasi dengan pembeli secara efisien. Area kasir atau layanan pelanggan mungkin memiliki lampu terkonsentrasi. 

Pencahayaan aksen adalah tempat mendapatkan perhatian kreatif pada barang dagangan. Para pengelola toko dapat memberi aksen pada area tertentu di toko dengan jenis pencahayaan yang berbeda.

Terakhir, pencahayaan dekoratif yang dapat menambah suasana toko. Perlengkapan yang menunjukkan kecanggihan atau sedikit imajinasi akan membantu memberi tahu pembeli tentang jenis pengalaman yang akan dia dapatkan di toko. Pencahayaan dekoratif harus menarik untuk dilihat dan sesuai dengan pesan pengalaman toko. 

Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah warna dominasi toko. Warna bisa memengaruhi emosi pembeli.

 
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah warna dominasi toko. Warna bisa memengaruhi emosi pembeli.
 
 

Warna juga memiliki arti tertentu dalam budaya yang berbeda, tergantung pada demografi belanja. Para pengelola toko sebaiknya memilih warna dengan hati-hati. 

Warna biru memberikan kesan menenangkan. Mengecat dinding dengan warna biru dapat membantu menjaga suasana tetap tenang.

Hijau menyampaikan kesegaran dan kedamaian. Toko kesehatan dan toko grosir yang menawarkan produk segar, sering kali menggunakan sayuran hijau. Toko bunga juga bisa mendapatkan keuntungan dari nuansa hijau di area ritel mereka.

photo
Toko dengan desain menarik diyakini bisa menarik pembeli hadir dan nyaman berbelanja. - (Photo by Ksenia Chernaya from Pexels)

Putih bisa mengganggu pembeli, tetapi juga bisa menunjukkan rasa kebersihan. Beberapa toko pakaian berhasil dengan dinding putih. Toko Apple menggunakan warna putih dan abu-abu dengan sangat baik di toko mereka untuk meningkatkan pesan jenama mereka.

Merah muda adalah warna energik dan ungu adalah warna yang kreatif. Sering kali warna-warna ini dikaitkan dengan romansa dan digunakan di toko-toko yang menargetkan wanita.

Warna merah dapat membuat pembeli cemas karena sangat kuat. Namun, warna jingga sedikit menurunkan perasaan itu. Sementara kuning adalah warna ceria dan sering ditemukan sebagai warna primer di toko anak-anak.


×