Helikopter jenis Kamov KA-32C untuk pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendarat di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (5/3/2021). Helikopter bantuan dari BNPB tersebut di | JESSICA HELENA WUYSANG/ANTARA FOTO
08 Mar 2021, 03:10 WIB

Karhutla Melanda di Sejumlah Daerah

Upaya pemadaman karhutla melalui jalur udara belum maksimal karena terkendala akses lokasi.

BINTAN – Tim gabungan terus berupaya memadamkan sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tembeling, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Karhutla seluas 10 hektare (ha) itu terjadi selama tiga hari terakhir dan belum padam secara total.

“Masyarakat bersama damkar (pemadam kebakaran) dan TNI-Polri masih berupaya memadamkan api secara menyeluruh,” kata Kepala UPTD Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Toapaya, Nurwendi, di Bintan, Sabtu (6/3).

Nurwendi mengaku, tim mengalami kendala dalam melakukan pemadaman karena lokasi karhutla berupa tanah gambut. Kebakaran di atas tanah gambut, kata dia, sulit dipadamkan kecuali dengan dukungan turunnya hujan. “Akibatnya, kini asap tebal menyelimuti wilayah Bintan dan sekitarnya,” ujar dia.

Menurut Nurwendi, karhutla terjadi mulai Kamis (4/3) pagi berdasarkan laporan warga setempat. Satgas Karhutla langsung turun ke lokasi kejadian untuk memadamkan api. Kebakaran diduga disebabkan kelalaian orang yang membuka lahan dengan cara dibakar. Di sisi lain, kata dia, cuaca sedang ekstrem berisiko kebakaran yang besar.

Terkait

photo
Asap mengepul akibat kebakaran di hutan di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (3/3/2021). Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru jumlah titik panas yang jadi indikasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau meningkat menjadi 34 titik pada 3 Maret pukul 16.00 WIB, dari sehari sebelumnya hanya 16 titik. - (FB Anggoro/ANTARA FOTO)

Pihaknya mendapatkan informasi bahwa pelaku pembakaran lahan itu sudah diketahui. “Kita percayakan pihak kepolisian untuk menyelidiki,” katanya.

Di Pekanbaru, Riau, sejumlah petugas yang tergabung dalam Satgas Karhutla Riau juga terus berjibaku memadamkan api pada lahan di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis. Hingga Sabtu (6/3), lahan terbakar parah itu masih dalam proses pemadaman.

“Selain pasukan darat yang diturunkan ke lokasi kebakaran tersebut, pemadaman juga dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan water bombing, yaitu suatu cara menurunkan air secara langsung dari helikopter atau pesawat ke wilayah di mana adanya titik api,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Ghafur.

Menurut dia, upaya pemadaman yang dilakukan Satgas melalui jalur udara belum bisa maksimal karena terkendala saat mengakses lokasi. Sehingga, kata dia, diperlukan upaya melalui water bombing menggunakan helikopter. Namun, kata dia, heli bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang digunakan untuk water bombing saat ini pun kapasitasnya terbatas.

Data BPBD Riau menyebutkan, pemadaman karhutla yang masih dilakukan, yakni di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kota Dumai, dan Kepulauan Meranti. Pemadaman karhutla dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, masyarakat peduli api (MPA), dan dibantu beberapa perusahaan.


×