Pemain Manchester City Aymeric Laporte of (kanan) melompat dan menyundul bola dalam sebuah pertandingan melawan Borussia Moenchengladbach di Stadion Puskas Ferenc Arena Budapest, Hongaria 24 February 2021. | EPA-EFE/Zsolt Szigetvary
01 Mar 2021, 16:54 WIB

City Menjauh, MU Terus Mengejar

Hasil positif dari West Ham ini menjadi catatan kemenangan ke-200 Guardiola bersama City di semua ajang.

MANCHESTER -- Laju impresif Manchester City masih tak terbendung. Pada lanjutan pekan ke-26 Liga Primer Inggris tim berjuluk the Citizen sukses mengamankan tiga angka setelah meredam kekuatan West Ham United dengan skor 2-1.

Hasil apik ini sekaligus merupakan kemenangan ke-20 City secara beruntun. Sedangkan untuk pelatih Josep Guardiola ini adalah kemenangan ke-200 bersama the Citizen di semua ajang.

Bermain di Stadion Etihad, Sabtu (27/2) malam WIB, kedua gol City hadir melalui deretan pemain bertahan, yakni Ruben Dia pada menit ke-30 dan John Stones pada menit ke-68.

Kemenangan tersebut membuat posisi armada Guardiola makin nyaman di peringkat pertama klasemen Liga Inggris dengan perolehan angka 62 dari 19 kemenangan, lima imbang, dan dua kekalahan.

Terkait

Rival terdekat Manchester United (MU) yang berada di peringkat dua memiliki nilai 49, tertinggal 13 angka dari the Eastland, julukan City. MU sendiri baru menjalani duel akhir pekan ini dengan bertamu ke markas Chelsea di Stadion Stamford Bridge. Laga tersebut baru berlangsung pada Ahad (28/2) malam WIB dan berakhir Senin (1/3) dini hari WIB.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Manchester City (mancity)

Meski jalan menjadi juara makin terbuka, Guardiola menekankan perjalanan City sama sekali belum berakhir. Tak ada hal yang perlu dirayakan karena beberapa pertandingan penting masih menunggu mereka.

"Apa yang telah kami lakukan sekarang seperti sebuah gelar. Untuk dapat melakukan 20 (kemenangan beruntun) mungkin adalah salah satu pencapaian terbesar yang telah kami lakukan bersama," kata Guardiola menegaskan dilansir the Guardian, Ahad (28/2).

City kini sudah tak terkalahkan di 27 pertandingan seluruh ajang, meraih 24 kemenangan. Itu adalah laju tanpa kekalahan terpanjang kedua dalam sejarah mereka setelah rangkaian 28 laga pada April-Desember 2017.

Namun, sekali lagi, Guardiola tak ingin timnya cepat puas. Ia meminta agar pemainnya segera menatap berbagai pertandingan selanjutnya ke depan. "Hitung-hitungan matematis hanya penting di akhir musim dan kami harus mempertahankan bentuk terbaik seperti ini," kata pria asal Spanyol itu.

Sementara, City telah berkembang makin kuat dan sekarang tampaknya mustahil untuk MU bisa merebut kembali trofi Liga Inggris dari mereka.

Hasil imbang mengecewakan MU saat melawan West Brom menumpuk kekecewaan pada para pendukung. Namun, kenyataannya, bentuk permainan mereka menurun untuk sementara waktu sekarang.

Adapun ini adalah pertama kalinya City kebobolan di kandang sejak gol bunuh diri Ruben Dias saat bermain imbang 1-1 dengan West Bromwich Albion pada 15 Desember. Itu juga saat terakhir tim asuhan Guardiola gagal menang.

Seusai menghadapi West Ham, City bersiap melawan Wolverhampton Wanderes dan MU pekan ke-28 pada 7 Maret mendatang. Laga itu akan jelas menjadi penentuan perburuan gelar juara. Apabila City berhasil mengemas angka sempurna, bukan tidak mungkin Kevin De Bruyne dan kolega akan mengantongi titel Liga Inggris ketujuh.

Di sisi lain, pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer belum mau lempar handuk dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. Ia menilai timnya masih punya kans yang terbuka. "Saya rasa penentuan gelar juara tidak akan berlangsung dengan cepat karena musim ini sangat sulit diprediksi," kata Solskjaer dikutip laman resmi klub.

Solskjaer juga optimistis timnya punya mentalitas yang tepat untuk menjadi juara. "Tim kami memiliki budaya yang bagus dan kami tidak sabar untuk menghadapi partai-partai besar," kata dia.


×