Tenaga kesehatan mengecek tensi darah kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan (kanan) sebelum menjalani vaksin covid-19 di Gedung Penunjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (23/2/2021). | Republika/Thoudy Badai
26 Feb 2021, 03:25 WIB

Vaksinasi Terus Diperluas

Presiden menjanjikan seluruh insan pers mendapatkan vaksinasi Covid-19.

JAKARTA -- Pemerintah menyatakan bakal terus mempercepat program vaksinasi Covid-19 agar kekebalan kelompok segera tercapai. Capaian vaksinasi diharapkan bisa mencapai 70 persen dari total jumlah penduduk paling lambat pada Februari 2021.

Percepatan program vaksinasi dilakukan dengan memperluas cakupan sasaran penerima vaksin di tengah masih berlangsungnya vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan. Sejak Rabu (17/2), vaksinasi tahap II bagi pekerja publik telah dimulai yang ditandai dengan penyuntikan vaksin bagi pedagang pasar. Setelah itu, vaksinasi dilakukan terhadap para pemuka agama serta guru dan tenaga kependidikan.

Adapun pada Kamis (25/2), giliran insan media yang divaksin. Vaksinasi massal bagi wartawan digelar di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pada tahap awal, ada sebanyak 5.500 awak media yang akan divaksin. Kegiatan vaksinasi bagi wartawan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

photo
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada jurnalis KPK di Gedung Penunjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemberian vaksin Covid-19 kepada jurnalis dan pegawai KPK tersebut sebagai upaya percepatan pengendalian dan berkelanjutan Covid-19 di lingkungan KPK. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Menteri BUMN yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah fokus melaksanakan program vaksinasi karena menjadi game changer dalam penanganan pandemi. Erick menyebut, pemerintah sudah mengamankan sekitar 340 juta dosis vaksin yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Terkait

"Jumlah itu kurang lebih untuk 170 juta orang, sehingga pada Desember (2021) atau Februari (2022) vaksinasi bisa mencapai 70 persen," kata Erick dalam sebuah webinar, di Jakarta, Kamis (24/2).

Target tersebut sebelumnya telah beberapa kali disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menkes ingin 70 persen penduduk divaksin dalam jangka waktu satu tahun.

Untuk mempercepat vaksinasi, Erick mengatakan pemerintah juga sedang menyiapkan program vaksin gotong royong bagi swasta yang ingin mengadakan dan membagikan secara gratis kepada para pekerjanya. Erick menilai, program vaksin gotong royong akan membantu percepatan program vaksinasi.

"(Vaksin gotong royong) Ini gratis dengan melibatkan swasta. Mereka (perusahaan swasta) beli dari pemerintah atau BUMN dan dibagikan gratis untuk para pekerja," ucap Erick.

Erick mengatakan, berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, ada sebanyak 6.644 perusahaan yang siap membeli vaksin gotong royong dengan total kebutuhan sekitar 7,5 juta vaksin. Pemerintah, kata Erick, sedang mengupayakan 20 juta dosis vaksin untuk 10 juta orang dalam program vaksin gotong royong. Dengan begitu, pemerintah akan memberikan 360 juta dosis vaksin untuk 180 juta orang yang berarti mencakup 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Erick mengatakan pemerintah tidak berpuas diri dalam pengadaan vaksin. Pemerintah terus mendorong pengembangan vaksin Merah Putih oleh Eijkmann, LIPI, dan lima universitas. "Alhamdulillah dari kabar terakhir dari Eijkman akan mendorong memberikan seed (bibit) vaksin kepada Bio Farma sesuai dengan target, yaitu pada kuartal I 2021 atau Maret," lanjut Erick.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan turut menyampaikan optimismenya terkait program vaksinasi. Ia menilai pencapaian kekebalan kelompok di Indonesia tak akan selama yang diprediksi banyak pihak. Luhut yakin herd immunity bisa dicapai dalam waktu satu atau dua tahun.

"Kesiapan vaksin kita cukup. Jadi satu atau dua tahun itu tidak aneh," kata Luhut yang menjabat sebagai wakil ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan PEN, kemarin.

photo
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac ke seorang guru saat vaksinasi massal di Gedung Pemerintah Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/2/2021). Sebanyak 6.000 petugas pelayanan publik dan guru di Kota Tangerang menjalani vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan hingga satu minggu ke depan. - (ANTARA FOTO/Fauzan)

Luhut menjelaskan, pemerintah menargetkan penyuntikan vaksin kepada 500 ribu orang setiap hari hingga Maret mendatang. Dengan adanya langkah percepatan tersebut, ia pun yakin pemulihan ekonomi bisa berjalan cepat.

Terkait vaksinasi bagi wartawan yang dimulai kemarin, Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut merupakan komitmen yang pernah ia sampaikan pada perayaan Hari Pers Nasional (HPN) bahwa insan pers termasuk salah satu prioritas sasaran vaksinasi. "Alhamdulillah, pada pagi hari ini sudah dimulai (vaksinasi) untuk 5.500 awak media,” ujar Jokowi seusai meninjau kegiatan vaksinasi.

Ia menilai pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar dan diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi awak media, terutama bagi yang bertugas di lapangan dan memiliki interaksi tinggi dengan publik dan juga narasumber.

Jokowi pun berharap vaksinasi Covid-19 untuk awak media yang dimulai di DKI Jakarta dapat segera berjalan di provinsi-provinsi lainnya. Sehingga, seluruh awak media di berbagai daerah mendapatkan perlindungan dalam menjalankan tugasnya. “Seluruh insan pers yang berada di Tanah Air semuanya segera mendapatkan vaksinasi,” kata Jokowi.

Wartawan media online, Ulfa Arieza (29 tahun), mengaku bersyukur karena telah disuntik vaksin Covid-19. Meski tahapan yang harus dilalui cukup kompleks, tapi ia menilai pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan baik.

Jurnalis lainnya, Dinda (25), mengaku sempat merasakan efek berupa pegal-pegal tak lama setelah disuntik. Namun, efek tersebut tak berlangsung lama. “Habis vaksin pegal di tangan sebentar., tapi setelah itu, baik-baik saja,” kata dia.

Daerah Mulai Tahap II

Vaksinasi tahap II bagi pekerja publik telah dimulai di sejumlah daerah, Kamis (25/2). Vaksin Covid-19 disuntikkan kepada aparatur sipil negara, wartawan, hingga pedagang pasar.

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi salah satu daerah yang sudah memulai vaksinasi tahap II. Vaksinasi bagi pelayan publik digelar di beberapa tempat, yaitu di Pendopo Cianjur, Mapolres Cianjur, dan Mako Brimob Cipanas.

"Mulai Kamis ini vaksinasi pertama dengan sasaran pelayan publik dimulai,'' ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, di Mapolres Cianjur, kemarin.

photo
Warga lansia (lanjut usia) menunjukkan kartu vaksinasi di SD 05, Penggilingan, Jakarta Timur, Kamis (25/2/2021). Pemerintah menargetkan 21,5 juta lansia akan mendapat vaksin Covid-19 guna mengurangi penyebaran wabah Covid-19. - (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)

Vaksinasi dilakukan untuk anggota Satpol PP, Damkar, dan anggota Polri. Total ada 1.000 orang yang menjalani vaksinasi, terdiri atas 500 orang anggota Polres Cianjur, 197 anggota Brimob, Satpol PP, dan petugas damkar yang mencapai 300 orang.

Irvan mengatakan, dalam sehari minimal ada 500 orang yang akan divaksin. Namun, khusus kemarin, ada sebanyak 1.000 orang yang mendapatkan vaksin Covid-19. Dinkes Kabupaten Cianjur menargetkan, pemberian vaksinasi kepada 4.500 orang per pekan. "Sehingga vaksinasi tahap kedua untuk pelayanan publik ini bisa selesai dalam sebulan," ujar Irvan.

Setelah ASN dan pelayan publik lainnya selesai, vaksinasi dilanjutkan kepada pedagang pasar dan ulama. Sebab, pedagang juga masuk dalam vaksinasi tahap kedua. Rencananya, lanjut Irvan, vaksinasi pada pekan pertama akan dilakukan secara jemput bola dan selanjutnya dilakukan di masing-masing puskesmas.

Bagi penduduk yang tinggal di perkotaan, dinkes melakukan jemput bola dengan menggelar vaksinasi massal. Sementara di daerah pelosok, vaksinasi dilakukan di puskesmas.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, berharap pelayanan publik bisa berjalan normal dengan terus diperluasnya cakupan vaksinasi. "Kami optimistis semuanya bisa berjalan lancar,  pelayanan publik bisa normal, dan diharapkan juga pandemi ini secepatnya selesai," kata dia.

Pemerintah Kota Tangerang Banten juga mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok tenaga pelayanan publik, dengan total peserta sebanyak 6.500 orang, kemarin. "Semoga ini menjadi bagian ikhtiar dalam mengatasi pandemi," kata Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, di Puspemkot Tangerang, Banten.

Ia mengatakan, kelompok pelayanan publik yang melaksanakan vaksinasi, di antaranya anggota Satpol PP dan Dinas Perhubungan, pegawai di kelurahan dan kecamatan, serta tenaga pengajar atau guru. Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi bagi kelompok pelayanan publik bisa selesai dalam kurun waktu satu pekan ke depan karena dalam kelompok pelayanan publik ada juga pedagang, polisi dan TNI, wartawan, hingga pedagang di pasar.

"Kita atur waktunya untuk bisa sesuai target agar vaksinasi Covid-19 berjalan dengan lancar. Maka itu, kita libatkan tenaga kesehatan dan relawan dalam percepatan," ujarnya.

photo
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada pedagang di Blok A Pasar Tanah Abang Jakarta, Kamis (25/2/2021). Kementerian Kesehatan memperpanjang periode vaksinasi Covid-19 pedagang di Pasar Tanah Abang hingga 2 Maret 2021 karena masih tingginya animo pedagang yang ingin divaksin mencapai 21.250 orang. - (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Terkait jumlah kelompok pelayanan publik yang divaksinasi, Arief mengatakan, Pemkot Tangerang mengajukan 70 ribu dosis, tetapi yang diperoleh sebanyak 26 ribu dosis. Oleh karena itu, pemkot melakukan pengaturan agar semua kelompok di pelayanan publik bisa menerimanya. "Bahkan, nantinya, ada marbot dan amil yang kita juga masukkan dalam kelompok ini untuk divaksin. Semoga nantinya, ada tambahan dari pemerintah pusat," katanya.

Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, puluhan wartawan dari berbagai media massa menjalani vaksinasi Covid-19, Kamis (25/2). Kegiatan vaksinasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Banyumas dilaksanakan di Puskesmas Purwokerto Barat, Kamis.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyumas, Lilik Darmawan mengatakan, vaksinasi tersebut tidak hanya diikuti anggota PWI Kabupaten Banyumas, tetapi juga wartawan yang berafiliasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Purwokerto dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banyumas Raya.

Menurut dia, vaksinasi Covid-19 penting bagi wartawan. Sebab, pekerja media sangat berisiko terpapar Covid-19 dalam menjalankan tugasnya. "Saat melakukan peliputan, kita kan bertemu dengan narasumber yang tidak kita ketahui riwayat perjalanannya, atau yang bersangkutan bertemu dengan siapa saja," katanya.

Sumber : Antara


×