Sebuah keluarga di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, melakukan silaturahmi secara virtual dengan keluarga di Kota Depok, Jawa Barat, saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Ahad (24/5/2020). Di masa pandemi, ketahanan keluarga menjadi kunci dalam menekan pen | FB Anggoro/ANTARA FOTO
17 Jan 2021, 21:19 WIB

Perkuat Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi

Di masa pandemi, ketahanan keluarga menjadi kunci dalam menekan penularan Covid-19.

OLEH ANDRIAN SAPUTRA

Keluarga memiliki peran penting di dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pengetahuan anggota keluarga tentang bahaya wabah serta kesadaran untuk menerapkan pola-pola pencegahan diyakini dapat membantu menurunkan tingkat kasus Covid-19 yang kian hari terus melonjak.

Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) memilih untuk terus konsisten membangun kesadaran keluarga Muslim untuk berdisiplin dalam melaksanakan langkah-langkah preventif agar tidak terinfeksi Covid-19. Ketua Umum PP Salimah Etty Pratiknyowati mengatakan, pandemi Covid-19 yang belum berakhir telah berdampak besar pada kondisi dan keutuhan keluarga.

Dia menjelaskan, tidak sedikit keluarga yang merasakan guncangan ekonomi karena kepala keluarga terkena pemutusan kerja atau menderita sakit terinfeksi Covid-19, bahkan hingga meninggal dunia. Di sisi lain, masih terdapat masyarakat yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan.

Terkait

"Salimah selalu mengimbau kepada seluruh pengurus, anggotanya agar tetap menjaga ketahanan keluarga (dari Covid-19). Jaga kesehatan keluarga dengan protokol kesehatan, 3M menjadi suatu yang wajib," kata Etty kepada Republika, beberapa waktu lalu.

photo
Anak berlajar mengaji di salah satu Taman Pendidikan Alquran di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Rabu (4/11/2020). Kegiatan mengaji tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak dan pembagian jam belajar. - (Republika/Thoudy Badai)

PP Salimah pun mempunyai strategi agar setiap keluarga Muslim dapat tetap beraktivitas pada masa pandemi dengan tetap melaksanakan protokol pencegahan guna memutus mata rantai Covid-19. Misalnya saja untuk kegiatan majelis taklim, PP Salimah membatasi peserta dan mempersingkat durasinya.

Selain itu, Salimah mengoptimalkan penyelenggaraan kajian secara daring. Dalam kegiatan keorganisasian, PP Salimah memaksimalkan pertemuan virtual dan memperketat protokol kesehatan bila terpaksa harus bertemu dalam perkantoran. Etty bahkan mengatakan, Salimah memberikan bantuan bagi keluarga yang terdampak Co vid- 19, khususnya pengurus dan anggota Salimah yang terkena Covid-19.

 
Secara edukasi, kita menekankan kepada keluarga, khususnya ibu-ibu dan anak-anak dan lingkungan bahwa Covid-19 itu ada dan berbahaya.
 
 

 

"Secara edukasi, kita menekankan kepada keluarga, khususnya ibu-ibu dan anak-anak dan lingkungan bahwa Covid-19 itu ada dan berbahaya. Apalagi, sekarang ada mutasi dengan risiko yang lebih tinggi. Kalau tidak terlalu urgen, sangat diimbau untuk melakukan aktivitas di rumah, dikerjakan di rumah," kata dia.

Etty mengatakan, Salimah juga memberikan penguatan mental spiritual kepada keluarga Muslim agar tetap tenang dalam menghadapi pandemi sehingga meningkatkan imunitas yang baik bagi tubuh. Karena itu, Salimah membuat gerakan istighfar 100 kali setelah subuh, bersedekah, dan lainnya. Selain itu, Salimah mengedukasi keluarga tentang menjaga pola makan agar tubuh tetap sehat.

photo
Pengendara membayar infak menggukan mesin layanan Zakat, Infak dan Shodaqoh Drive Thru yang terpasang di area Masjid Jami Al-I’thishom, Cilandak, Jakarta, Selasa (15/12/2020). Layanan ZIS Drive Thru tersebut merupakan inovasi yang mempermudah warga membayar infak untuk membantu memakmurkan masjid - (Republika/Thoudy Badai)

Persatuan Islam Istri (Persistri) pun mendorong anggotanya serta para Muslimah umumnya agar mampu mengedukasi keluarganya untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Ketua Umum Persistri Lia Yuliani mengatakan, Persistri melalui para pendakwah wanita atau daiyah Persistri tidak merasa bosan untuk terus mengedukasi masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan, memperkuat imunitas, dan mempertebal keimanan.

"Kami sangat menyadari betul Covid-19 ini merupakan tanggung jawab bersama dalam penanganan dan penanggulangan. Tentunya kami tidak memiliki kapasitas yang mumpuni dalam hal penanganan, tetapi dalam hal pencegahan, boleh dibilang kami adalah jundah yang pertama sebagai pihak keluarga. Maksudnya, pencegahan ini harus sangat dimaksimalkan sekali dari keluarga terlebih dahulu," kata Lia.

 
Kami sangat menyadari betul Covid-19 ini merupakan tanggung jawab bersama dalam penanganan dan penanggulangan.
 
 

 

Yuliani mengatakan, dalam rangka pencegahan Covid-19, Persistri aktif mengajak anggotanya dan keluarga Muslim untuk rutin mencuci tangan setelah beraktivitas. Dia juga mendorong agar keluarga Muslim mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga imunitas. Persistri juga mengingatkan agar keluarga Muslim selalu menggunakan masker ketika beraktivitas ke luar rumah.

Kajian-kajian dan edukasi pencegahan Covid-19 juga dilakukan melalui daring untuk mencegah penularan. Sementara itu, Yuliana mengatakan, Persistri telah menginstruksikan untuk bekerja di rumah bagi semua tasykil dan staf Pimpinan Pusat Persistri.

Yuliana mengatakan, pihaknya juga mengimbau dan menginstruksikan pembatasan aktivitas yang dikerjakan pimpinan jamiyyahdi jenjang bawah.

"Di samping itu semua, kami mengingatkan kembali agar senantiasa menjalankan sunah-sunah yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW dalam meminimalkan pencegahan Covid-19 serta menjaga kesehatan. Seperti ber-istinsyaq ketika pertama kali bangun tidur, serta men-dawam-kan berwudhu di setiap saat," kata dia.


×