Pendukung Presiden AS Donald Trump berkumpul di luar ruang rapat utama Gedung Capitol, Rabu (6/1) waktu setempat. | EPA-EFE/JIM LO SCALZO
08 Jan 2021, 03:05 WIB

Muncul Seruan Pemakzulan Trump 

Salah satu seruan pemakzulan Trump datang dari Gubernur Vermont Phil Scott dari kubu Republik. 

WASHINGTON -- Kekerasan pengunjuk rasa pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat sejumlah anggota House of Representative mencuatkan usul impeachment atau pemakzulan. Sebelumnya, para pendukung Trump menyerbu gedung parlemen, Capitol Hill, Rabu (6/1).

Seruan bahkan datang dari Partai Republik, yaitu Gubernur Negara Bagian Vermont Phil Scott. "Jalinan kain demokrasi dan prinsp republik kita dalam ancaman dari Sang Presiden. Enough di enough. Presiden Trump harus mundur atau dilengserkan dari jabatan oleh kabinetnya, atau Kongres," cicit Scott, Rabu. 

Pada Kamis (7/1), anggota House dari Partai Demokrat, David Cicilline, mengatakan, Kongres seharusnya memakzulkan dan mendakwa Trump. "Ini keterlaluan dan presidenlah penyebabnya," ujarnya.

Suara senada datang dari anggota House dari Partai Demokrat, Ilhan Omar. "Kita tidak bisa membiarkan ia tetap berkuasa. Ini soal menjaga Republik dan kita harus memenuhi sumpah kita," cicitnya di Twitter

Terkait

Alexandria Ocasio-Cortez, salah satu anggota House yang kerap disebut anggota squad bersama Omar, tak banyak bicara. Wanita yang kerap menjadi sasaran serangan politik Trump ini hanya mencicitkan satu kata di Twitter, "Makzulkan".

Seruan juga datang dari Leon Russel, salah satu ketua lembaga hak sipil kulit berwarna, National Association for the Advancement of Colored People (NAACP). "Memantik kudeta harus mengarah pada pemakzulan," tulisnya.

Russell dan sejumlah orang mengatakan, kabinet Trump seharusnya menginisiasi Amandemen ke-25 dalam Konstitusi AS. Isinya adalah mengalihkan kekuasaan presiden kepada wakil presiden jika sang presiden dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya. 

Sedangkan kolumnis the New York Times, Thomas Friedman, mengatakan, ketua Mayoritas di Senat, Mitch McConnell, seharusnya memimpin delegasi para politisi Republik ke Gedung Putih. McConnell, kata dia, seharusnya mengatakan kepada Trump bahwa ia harus mundur segera--jika tidak maka mereka akan bergabung dengan Demokrat untuk memakzulkan dia.

Anthony Scaramucci, mantan direktur komunikasi Gedung Putih semasa kepemimpinan Trump, mengirimkan pesan kepada Reuters. "Donald Trump dan para petinggi yang dipilihnya perlu dimakzulkan dan dilengserkan dari jabatan. Mereka telah merusak posisi kita di tengah komunitas internasional dan kini mengancam prinsip hidup kita," tulisnya dalam pesan tersebut.

Namun, sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik masih mencoba memanfaatkan sisa waktu untuk menantang keputusan pemilihan presiden. Ini terjadi ketika gedung Capitol Hill, tempat anggota parlemen berkantor, diserbu pendukung Trump. 

Dua cara

Ada dua cara untuk melengserkan presiden dari jabatannya. Pertama, Amendemen ke-25 Konstitusi AS. Kedua, pemakzulan diikuti dengan dakwaan Senat. 

Dalam skenario keduanya, Wakil Presiden Mike Pence akan mengambil alih jabatan Trump sampai pelantikan presiden terpilih AS dari Partai Demokrat Joe Biden. 

photo
Wakil Presiden Mike Pence mengumumkan sertifikasi kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020.  - (EPA-EFE/J. Scott Applewhite )

Sebuah sumber yang mengetahui upaya tersebut mengatakan, telah ada beberapa diskusi awal di antara beberapa anggota kabinet dan sekutu Trump tentang penerapan Amendemen ke-25. Amandemen ke-25 diratifikasi pada 1967 dan diadopsi setelah pembunuhan Presiden John F Kennedy pada 1963.  

Amendemen ini berkaitan dengan suksesi dan kecacatan presiden. Bagian 4 membahas situasi ketika seorang presiden tidak dapat melakukan pekerjaannya, namun tidak mengundurkan diri secara sukarela. Menurut para ahli, para pengagas Amendemen ke-25 dimaksudkan untuk diterapkan ketika seorang presiden tak mampu karena penyakit fisik maupun mental. Beberapa ilmuwan juga berpendapat bahwa itu juga bisa berlaku secara lebih luas untuk seorang presiden yang tidak layak untuk menjabat. 

Untuk Amendemen ke-25 yang akan diberlakukan, Pence dan mayoritas kabinet Trump perlu menyatakan bahwa Trump tidak dapat menjalankan tugas kepresidenan dan memecatnya. Pence akan mengambil alih dalam skenario itu. 


×