Karyawan mengganti baterai sepeda motor listrik di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Gedung Direktorat Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Jakarta, Senin (21/12/2020). Kementerian ESDM | ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO
31 Dec 2020, 09:45 WIB

Proyek Baterai Listrik Dimulai

Indonesia akan memiliki pusat industri sel baterai kendaraan listrik pertama di dunia.

JAKARTA — Proyek pengembangan baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai 9,8 miliar dolar AS atau setara Rp 142 triliun di Indonesia akan segera dimulai. Nota kesepahaman (MoU) antara konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan LG Energy Solution Ltd yang merupakan anak perusahaan konglomerasi LG Group telah ditandatangani.

Penandatanganan MoU dilakukan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dengan LG Energy Solution di Seoul, Korea Selatan, pada 18 Desember 2020. Disaksikan juga oleh Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Korea Selatan Sung Yun-mo.

Konsorsium BUMN yang terlibat dalam proyek pengembangan industri sel baterai untuk kendaraan listrik yaitu Mining Industry Indonesia (MIND ID) atau Inalum, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), dan PT Pertamina (Persero). Kesepakatan investasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Busan pada November 2019 lalu.

Bahlil mengatakan, pembangunan pabrik akan dimulai pada semester I 2021. "Ini tidak lama-lama, kemungkinan akan groundbreaking pada semester pertama 2021. Jadi, ini bukan MoU-MoU-an. Semester I 2020, insya Allah, tahap pertama sudah mulai dilakukan pembangunan pabrik,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/12).

Terkait

Adapun lokasi pabrik nantinya akan dibagi dua. Pembangunan smelter dan tambang akan ditempatkan di Maluku Utara, sedangkan produksi prekursor dan katoda serta sebagian sel baterai akan ditempatkan di Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah.

 
Semester I 2020, insya Allah, tahap pertama sudah mulai dilakukan pembangunan pabrik.
 
 

Rencananya, sebagian baterai yang dihasilkan dari proyek ini akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah lebih dahulu ada dan dalam waktu dekat akan segera memulai tahap produksi.

"Karena Batang ini kawasan industri strategis untuk dikembangkan. Di sana nanti terjadi perpaduan investor asing, BUMN, pengusaha nasional, pengusaha nasional di daerah, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujar Bahlil.

Pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret yang sesuai dengan target Presiden Jokowi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Hilirisasi pertambangan adalah salah satu wujud transformasi tersebut.

Saat ini, negara-negara di dunia telah mencanangkan pengurangan konsumsi bahan bakar dan pengurangan emisi karbon dioksida (CO2). Di dalamnya termasuk pencanangan penerapan kendaraan listrik sebanyak 15 sampai 100 persen dari total kendaraan yang beredar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Akun resmi Kementerian BUMN RI (kementerianbumn)

Indonesia akan segera memiliki pusat industri sel baterai kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia. Menteri BUMN Erick Thohir memastikan investasi ini berjalan dari sisi produksi serta memiliki pasar di dalam dan luar negeri.

Erick menyebutkan, investasi LG akan bermitra dengan konsorsium baterai BUMN di seluruh rantai pasok produksi. "Pada pelaksanaannya akan ditindaklanjuti dengan studi bersama untuk mengukur secara detail kerja sama yang akan dilakukan kedua pihak dari sektor hulu sampai hilirnya," kata Erick.

Rencananya, Erick mengatakan, sebagian baterai yang dihasilkan dari proyek ini akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah lebih dahulu ada dan dalam waktu dekat akan segera memulai tahap produksi. "Hilirisasi pertambangan adalah salah satu wujud transformasi tersebut,” ujar Erick.

Antam akan terlibat sebagai motor penggerak di sisi hulu pada proyek pabrik baterai yang dikerjakan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan. Saat ini, Antam bersama holding pertambangan MIND ID sedang melakukan kajian proyek ini.

Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko menjelaskan, pihaknya berencana mengambil peran dalam penambangan serta pengolahan bijih nikel kadar rendah menjadi nikel sulfat. Saat ini, emiten berkode saham ANTM itu bersama MIND ID sedang melakukan kajian secara komprehensif dan diskusi dengan calon mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Antam yang tergabung dalam holding pertambangan akan mendukung program pemerintah dalam rencana pengembangan baterai nasional, sesuai dengan strategi Antam dalam pengembangan komoditas nikel,” kata Kunto.

Kunto mengatakan, peluang ini merupakan kesempatan yang baik bagi perusahaan. Ia menyampaikan, proyek pengembangan baterai ini juga akan menambah portofolio perusahaan.


×