Pemain Chelsea dan Everton berdiri bersama dalam sebuah pertandingan Premier Liga Inggris belum lama ini. | EPA-EFE/Jon Super

Olahraga

15 Dec 2020, 04:10 WIB

Pencarian Momen Kebangkitan Chelsea

Wolves dan Chelsea sama-sama tersungkur pada laga terakhir mereka.

  

WOLVERHAMPTON -- Laga tengah pekan Liga Primer Inggris mempertemukan tuan rumah Wolverhampton melawan Chelsea di Molineux Stadium, Rabu (16/12) dini hari WIB. Kedua kubu ingin mengincar momen kebangkitan setelah sama-sama kalah dalam pertandingan sebelumnya. 

Akhir pekan lalu, Chelsea harus takluk di tangan Everton dengan skor tipis 0-1. Sementara, Wolves ditumbangkan Aston Villa dengan hasil akhir yang serupa. 

Kekalahan membuat Chelsea harus menunda diri untuk memimpin klasemen sementara. Namun, jika pasukan the Blues berhasil menang, mereka akan merangsek ke posisi puncak untuk sejenak. 

Dengan koleksi enam kemenangan, empat hasil imbang, dan dua kali kalah, Chelsea tertahan di peringkat kelima dengan torehan 22 poin. Frank Lampard tentu ingin memperbaiki rapornya karena catatan 14 laga tak terkalahkan dihancurkan Everton. 

"Pada era modern, akan ada kritik untuk setiap pemain yang kalah dalam sebuah pertandingan," kata Lampard seperti dilansir laman klub, Senin (14/12).

Absennya tiga pemain bintang mereka dipercaya mempersulit Lampard dalam menyusun skuad. Christian Pulisic tidak ikut rombongan menghadapi Everton karena masalah hamstring. Sementara itu, Callum Hudson-Odoi dan Hakim Ziyech belum fit 100 persen meski Boxing Day tinggal menghitung hari. 

Kendati demikian, Lampard masih bisa memercayakan lini depan pada sosok Timo Werner atau Olivier Giroud yang tajam dalam beberapa pentas terakhir. Jorginho dan Kovacic juga dapat menjadi pilihan untuk mengalirkan bola ke kaki para juru gedor.

Ketajaman serangan London Biru terbukti dalam catatan 25 gol dari 12 pekan pertandingan sekaligus menjadikan mereka sebagai tim kedua yang paling produktif setelah Liverpool. Hanya kebobolan 12 kali membuat Chelsea tercantum sebagai tim ketiga dengan pertahanan terkuat. 

Di satu sisi, Chelsea dan Wolves sudah bertemu delapan kali sejak 2011 lalu. Chelsea menang enam kali, sedangkan Wolves hanya mampu satu kali merengkuh poin penuh. 

Statistik tersebut perlu diperhatikan oleh pelatih Wolves, Nuno Espirito Santo. Saat ini, tim yang dipimpinnya berada di peringkat 13 dengan perincian lima kali menang, dua imbang, dan lima kekalahan. 

Setelah tumbang dalam tiga dari lima laga terakhir, Santo ingin timnya bangkit apa pun keadaannya. Meski sadar yang dihadapinya tim besar, ia meminta anak asuhnya tidak gentar.

"Semua ini tentang momen kebangkitan. Kami harus bekerja keras dan memulihkan diri. Sebab, lawan yang akan dihadapi sangat tangguh, mari berjuang," katanya seperti dilansir laman klub. 

Urusan pertahanan menjadi aspek yang harus menjadi fokus tim. Sebab, mereka sudah kebobolan 16 kali dan hanya menjebol gawang 11 kali.

Wolves yang belum merasakan satu pun kemenangan pada Desember, ingin mengembalikan kepercayaan diri tim setelah mengalahkan Arsenal, akhir November lalu. 

Usaha tuan rumah untuk memetik poin diprediksi akan berat karena gelandang veteran mereka, Joao Moutinho, mendapat kartu merah saat tim dikalahkan Aston Villa, akhir pekan lalu. 

Belum ada kepastian tentang kembalinya Raul Jimenez memaksa pelatih harus menggali berbagai cara untuk menerapkan strategi. Striker berusia 18 tahun asal Portugal, Fabio Silva, dipaksa menjadi tumpuan lini depan tim. 

Silva mencatat debutnya di Liga Primer Inggris saat melawan Aston Villa. Ia hampir mencetak gol andai sepakannya tidak membentur mistar gawang. Meski demikian, ia percaya bisa meniru Jimenez sebagai ujung tombak andalan.

"Gol hampir terjadi, itu normal sebagai bagian dari pertandingan. Saya akan membantu tim dan gol bakal segera datang," kata Silva seperti dikutip laman resmi klub.

 

 


×