Wasit Ovidiu Ategan dan Pemain Basaksehir Demba Ba dalam pertandingan melawan PSG di Paris Prancis pada Rabu (10/12) dinihari. | REUTERS/Charles Platiau

Olahraga

10 Dec 2020, 08:21 WIB

Gara-gara Ulah Penonton, PSG VS Basaksehir Antiklimaks

Insiden bernuansa rasialisme menghentikan pertandingan PSG vs Basaksehir.

 

PARIS -- Pertandingan yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dengan Istanbul Basaksehir, Rabu (9/12) dini hari WIB, seharusnya berlangsung seru. Sebab, PSG tengah bersaing dengan RB Leipzig dan Manchester United (MU) untuk memperebutkan dua tiket ke babak 16 besar Liga Champions mewakili Grup H. PSG wajib menang di Parc des Princes, Paris, agar bisa lolos tanpa memedulikan hasil di markas Leipzig.

Harapannya, duel sepak bola level tinggi yang tersaji untuk penonton. Atau drama PSG kebobolan dan fan mereka berdebar memantau hasil laga Leipzig vs MU yang main bersamaan. Kenyataannya, insiden bernuansa rasialisme justru menghentikan pertandingan PSG vs Basaksehir secara prematur. Drama kelam hadir di Kota Paris.

Ketika laga baru berjalan 13 menit, keributan terjadi di pinggir lapangan. Asisten pelatih Basaksehir, Pierre Webo, diusir wasit dengan kartu merah karena dianggap terlalu keras melancarkan protes. Dalam tayangan ulang yang diulas Get French News Football, wasit laga tersebut, Ovidiu Hategan, bertanya kepada ofisial keempat pertandingan, Sebastian Coltescu, tentang siapa yang mesti diberi kartu merah setelah mendengar laporan protes.

Kedua wasit kebetulan sama-sama berasal dari Rumania. Lantas, Coltescu menjawab dengan Bahasa Rumania, 'ala negru' yang dapat diartikan sebagai 'negro itu'. Mendengar perkataan tersebut, Pierre Webo, mantan pesepak bola asal Kamerun, merasa dilecehkan. "Mengapa Anda berkata negro?" kata Webo kepada Coltescu dengan berang. Pertanyaan ini setidaknya diulang Webo sampai enam kali. Laga tanpa penonton karena pandemi Covid-19 membuat semua ucapan di pinggir lapangan terdengar jelas.

Penyerang Basaksehir, Demba Ba, turun tangan membela sang asisten pelatih. Ia langsung beradu argumen dengan Coltescu dan mempermasalahkan pernyataannya. Sebab, Coltescu berdalih ia tidak menyebut ‘negro’, melainkan ‘hitam’ dalam bahasa Rumania. Namun, pernyataan ini tak menyurutkan Ba. "Anda tidak pernah berkata 'pria kulit putih itu' saat menunjuk orang berkulit putih, mengapa ketika Anda menunjuk pria kulit hitam, Anda harus menyebut 'pria kulit hitam itu'," ujar Ba.

Ba sudah berpengalaman dengan rasialisme selama karier profesionalnya. Ia pernah mengalami cercaaan bernada rasialis dari suporter Liverpool ketika berseragam Chelsea pada 2014. Kendati demikian, Ba dilaporkan tak menyadari perlakuan dari suporter tuan rumah itu.

Pada 2018, mantan penggawa Newcastle United itu kembali mendapatkan perlakuan rasialis. Kali ini pemain Senegal itu sudah mencengkram kaus dan hampir membanting gelandang Changchun Yatai, Zhang Li, usai keduanya bertabrakan di lapangan. Li beruntung rekan-rekannya mencegah Ba melakukan itu. Li dituding menyebut ‘kamu hitam’ kepada Ba.

Pembelaan tidak hanya datang dari kubu Basaksehir. Pihak PSG yang sebagian pemainnya berkulit menunjukkan solidaritas. Penyerang PSG Kylian Mbappe menyatakan pada ofisial pertandingan ia tidak akan meneruskan laga sebelum Coltescu pergi dari lapangan.

Bek PSG Presnel Kimpembe juga geram. "Apa? Apa? Apakah dia serius? Kita harus pergi. Cukup. Kita harus pergi," ujar Kimpembe. Alhasil, seluruh pemain kompak menuju ruang ganti dan meninggalkan pertandingan.

Coltescu yang menjadi bulan-bulanan berdalih tidak mengeluarkan sikap rasialis. "Negru dalam bahasa Rumania artinya 'hitam'. Saya bukan rasialis," ujarnya.

Pernyataan ini dibela sejumlah orang Rumania di media sosial. Menurut mereka, ada kata-kata lain yang biasanya digunakan yang bernada rasialis. "Dia tidak rasialis, tapi dia dungu memakai kata itu."

Basaksehir mengunggah poster UEFA yang berisi kalimat "Tidak untuk rasialisme" di Twitter resmi mereka. Unggahan tersebut kemudian di-retweet oleh PSG dalam akun Twitter resminya.

“Segala bentuk rasialisme bertentangan dengan nilai-nilai yang disampaikan oleh Paris Saint-Germain, presidennya, stafnya, dan para pemainnya,” demikian pernyataan PSG.

UEFA sempat menawarkan pertandingan berlanjut sejam kemudian. Namun, karena kedua tim berkeras mogok, laga ditunda menjadi Kamis (10/12) dini hari WIB dengan susunan pemain yang sama, tapi dengan ofisial pertandingan baru. Bagaimanapun, hasil laga ini tak berpengaruh bagi PSG yang sudah dipastikan lolos karena MU kalah 2-3 dari Leipzig. Hanya, kemenangan akan membuat PSG lolos sebagai juara Grup H. n ed: Israr Itah

Tim yang lolos ke 16 besar pada Rabu (9/12)

Grup E: Chelsea, Sevilla

Grup F: Borussia Dortmund, Lazio

Grup G: Juventus, Barcelona

Grup H: RB Leipzig, PSG


×