Sejumlah karyawan pabrik antre untuk mengikuti tes usap (swab) di Kawasan Industri MM 2100, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020). Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, tes usap yang diikuti oleh dua ribu karyawan pabrik tersebut u | ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
04 Dec 2020, 03:00 WIB

Perbedaan Data Picu Lonjakan Kasus Positif Covid-19

Lonjakan kasus positif Covid-19 sejalan dengan kapasitas pemeriksaan spesimen yang naik signifikan.

JAKARTA -- Rekor kasus harian Covid-19 lagi-lagi pecah. Pemerintah melaporkan, ada penambahan 8.369 kasus baru dalam 24 jam terakhir pada Kamis (3/12). Angka ini jauh di atas rekor yang pecah sebelumnya pada Ahad (29/11), yakni sebanyak 6.267 orang dalam sehari.

Bila diperhatikan lebih perinci, lonjakan kasus sejalan dengan kapasitas pemeriksaan spesimen yang naik cukup signifikan. Dilaporkan ada 62.397 spesimen dari 45.479 orang diperiksa, jauh di atas capaian pemeriksaan sebelum-sebelumnya. Sebagai pembanding, jumlah spesimen yang diperiksa pada Senin (30/11) awal pekan ini ‘hanya’ 40.055 spesimen dan 29.839 orang diperiksa.

Namun, Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, berdasarkan hasil konsolidasi antara pemda dan Kementerian Kesehatan, sejumlah provinsi memiliki perbedaan data dengan pusat. Misalnya saja, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Papua. Ini jadi penyebab lonjakan kasus menjadi tinggi.

“Angka yang sangat tinggi ini salah satunya disebabkan sistem yang belum optimal untuk mengakomodasi pencatatan, pelaporan, dan validasi data dari provinsi secara real time,” kata Wiku saat konferensi pers, Kamis (3/12).

Terkait

Namun, jika tambahan dari Provinsi Papua sebanyak 1.755 kasus tidak dimasukkan, kasus harian masih 6.614. Jumlah ini masih lebih banyak dari rekor sebelumnya yang tercatat, yakni 6.267 kasus dalam sehari. Artinya, kasus harian pada Kamis (3/12) tetap tinggi.

Wiku menyebut, 1.755 kasus yang disumbang Papua merupakan akumulasi dari penambahan kasus positif sejak 19 November hingga Kamis (3/12). Setelah Papua, Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan 1.648 kasus baru. Sementara DKI Jakarta yang biasanya berada di posisi teratas kini di peringkat tiga dengan 1.153 kasus baru. Jawa Tengah dan Jawa Timur menyusul dengan masing-masing 767 dan 564 kasus baru.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, baru tiga provinsi yang secara konsisten memenuhi standar dunia terkait pemeriksaan Covid-19. Ketiganya, yakni DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Papua, dilaporkan mampu mencapai target angka tes Covid-19 selama lima pekan berturut-turut.

Sesuai standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka tes ideal di setiap wilayah adalah satu tes per 1.000 populasi untuk setiap pekan. Secara nasional, kapasitas pemeriksaan Covid-19 telah mencapai 90,64 persen per akhir November 2020. Artinya, dari target tes sebanyak 267 ribu orang setiap pekan, kapasitas tes Covid-19 saat ini baru sekitar 242 ribu orang.

photo
Perkembangan Covid-19 Kasus Harian per 3 Desember 2020 - (kawalCovid-19)

Satgas juga meminta rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 segera melapor apabila mengalami kekurangan ventilator dan alat pendukung lainnya. “Jangan sampai keterbatasan alat kesehatan menghambat hak masyarakat untuk dapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Wiku.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers secara virtual mengatakan, Covid-19 memiliki karakteristik yang sangat cepat menular. Karena itu, jika penularan terus terjadi, sementara orang yang tertular tidak menyadarinya, jumlah orang yang terinfeksi dikhawatirkan akan makin tinggi.

“Jadi, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengidentifikasi siapa saja orang yang sudah tertular,” katanya. Jika orang-orang yang tertular sudah dapat diidentifikasi, hasil pemeriksaannya akan ditindaklanjuti dengan arahan untuk melakukan isolasi mandiri bagi mereka yang teridentifikasi positif Covid-19. 


×