Menlu AS Mike Pompeo saat berbicara di Jakarta beberapa waktu lalu. | GALIH PRADIPTA/ANTARA FOTO
20 Nov 2020, 03:00 WIB

Pompeo: BDS Dianggap Anti-Semit

Pompeo menjadi menlu AS pertama yang mendatangi Goland dan permukiman di Tepi Barat.

YERUSALEM -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Kamis (19/11) mengatakan, AS akan menganggap gerakan boikot terhadap Israel yang digagas Palestina sebagai sikap “anti-Semit”. Dengan dasar itu, AS akan memotong semua dukungan terhadap organisasi atau lembaga yang berperan.

Langkah ini dinilai sebagai alasan menghentikan dana untuk Palestina atau lembaga internasional yang mengadvokasi hak asasi manusia (HAM). “Kita akan menganggap kampanye BDS anti-Israel sebagai anti-Semit,” ujar Pompeo saat berada di Yerusalem, Kamis, mengacu pada gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

“Kita akan segera mengambil langkah untuk mengidentifikasi organisasi yang terlibat langkah BDS yang penuh kebencian dan mencari dukungan Pemerintah AS dari organisasi semacam itu,” katanya. Ia menambahkan, seluruh negara harus “mengakui bahwa gerakan BDS adalah kanker karena memang itulah adanya”.

Pengumuman ini dikatakan Pompeo saat ia berkunjung ke Israel. Ia dijadwalkan untuk berkunjung ke wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat. Ia juga menyatakan akan mengunjungi Dataran Tinggi Golan yang direbut Israel dari Suriah dalam Perang 1967. Kunjungan Pompeo ke kedua tempat itu akan menjadi tindakan pertama yang dilakukan seorang menteri luar negeri AS.

Terkait

Para penggagas BDS menilai langkah mereka merupakan cara tanpa kekerasan untuk memprotes kebijakan Israel terhadap Palestina. Cara ini juga pernah dipakai dalam kampanye yang mengakhiri kebijakan apartheid di Afrika Selatan. Gerakan BDS ini dinilai menunjukkan sedikit hasil, tetapi tak berdampak sama sekali kepada Israel.

Bagi Israel, BDS merupakan “serangan” terhadap eksistensi negaranya. Israe mengutip sejumlah pernyataan pendukung BDS yang dicapnya sebagai sikap anti-Semit. Tudingan anti-Semit ini ditolak oleh organisasi penggagas BDS. Bahkan, laman resmi BDS secara terang-terangan menolak sikap anti-Semit.

Pompeo tidak menjelaskan pernyataannya secara terperinci. Belum jelas organisasi mana saja yang akan terkena kebijakan AS yang baru ini.

Sementara itu, Israel telah menuding lembaga internasional seperti Human Rights Watch (HRW) dan Amnesty International (AI) mendukung BDS. Tudingan ini sudah ditampik oleh kedua organisasi tersebut.

AI tidak menunjukkan sikap terkait gerakan boikot. Sementara itu, peneliti HRW pernah dideportasi dari Israel pada 2019. Peneliti tersebut dituding pernah menyatakan mendukung BDS.

Namun, HRW tidak mendukung BDS. Organisasi mendesak perusahaan untuk tidak melakukan usahanya di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat. Menurut HRW, usaha di wilayah tersebut berarti mendukung pelanggaran HAM.

“Pemerintahan Trump (Presiden AS Donald Trump—Red) merusak perjuangan umum melawan anti-Semit dengan menyamakannya dengan advokasi damai boikot,” ujar Eric Goldstein, penjabat direktur HRW wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pada 2017 Israel meloloskan undang-undang yang melarang orang asing memasuki negaranya jika ia menyerukan boikot pada Israel atau permukiman yang dibangun di wilayah pendudukannya. Sementara itu, House of Representative AS pada 2019 meloloskan resolsi menentang gerakan boikot. Sejumlah negara bagian di AS juga telah memberlakukan perangkat hukum anti-BDS.

Secara garis besar, seluruh lembaga Palestina mendukung gerakan boikot. AS di bawah pemerintahan Trump telah memotong hampir semua bentuk bantuan untuk Palestina. Presiden terpilih Joe Biden pernah menyatakan akan mengucurkan kembali keran bantuan AS untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Israel dan Palestina.

Terima kasih

Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Pompeo mengatakan, aliansi Israel dan AS telah mencapai “tahap yang tak diperkirakan sebelumnya”. Hal ini hanya terjadi di bawah pemerintahan Trump.

Netanyahu juga berterima kasih kepada Pemerintah AS karena telah memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Ia juga berterima kasih karena AS mengabaikan sikap sebelumnya yang menyatakan bahwa permukiman Israel bertentangan dengan hukum internasional, mengakui aneksasi Israel atas Dataran Tinggi Golan, dan mengambil sikap keras terhadap Iran.

Israel menduduki Yerusalem Timur dan Tepi Barat dalam Perang 1967. Palestina bercita-cita mendirikan negara sesuai batas wilayah sebelum Perang 1967, yaitu meliputi Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Batas wilayah ini juga menjadi konsensus yang diakui sebagian besar negara.

Sementara itu, rencana yang disusun Trump memungkinkan Israel menganeksasi sepertiga Tepi Barat, termasuk wilayah permukiman yang mereka bangun di sana. “Untuk sekian lama, Kementerian Luar Negeri (AS) memandang keliru terhadap pemukiman,” ujar Pompeo dalam konferensi pers tersebut.

Namun, menurut dia, kini AS mengakui bahwa “pemukiman bisa dilakukan secara berlandas hukum, patut, dan layak”.

Netanyahu maupun Pompeo tak menyinggung soal pemilihan presiden AS pada 3 November lalu. Pekan lalu Netanyahu sempat memberi ucapan selamat secara resmi kepada Biden dengan menyebutnya sebagai “presiden terpilih”. 

Sumber : Associated Press


×