Raden Ridwan Hasan Saputra | Istimewa

Opini

08 Aug 2020, 07:39 WIB

Solusi Resesi

Resesi bisa dimaknai berkurangnya penghasilan atau rezekinya berkurang.

RADEN RIDWAN HASAN SAPUTRA, Pendiri Klinik Pendidikan MIPA, Motivator Suprarasional

Indonesia menurut prediksi beberapa pengamat ekonomi akan masuk dalam jurang resesi ekonomi, jika pertumbuhan ekonomi kembali negatif para kuartal III. Untuk mencegah Indonesia masuk jurang resesi, pemerintah melakukan stimulus ekonomi. Saya tertarik untuk membahas stimulus ekonomi dengan cara suprarasional.

Resesi bisa dimaknai berkurangnya penghasilan atau rezekinya berkurang. Di dalam cara berpikir suprarasional, seseorang dikatakan rezekinya berkurang atau kurang beruntung ketika wadah rezekinya kecil atau mengecil sehingga tidak bisa menampung banyak rezeki yang telah Allah limpahkan.

Wadah rezeki adalah suatu wadah yang berfungsi untuk menampung rezeki yang berasal dari Allah, wadah rezeki bentuknya gaib karena rezeki itu gaib. Saya menganggap wadah rezeki bentuknya tiga dimensi dengan komponennya adalah beriman mewakili sumbu-Y, beramal saleh mewakili sumbu-X, dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran mewakili sumbu-Z.

Ide konsep ini diambil dari Alquran surah Al-'Ashr. Ketika sumbu-X, sumbu-Y, dan sumbu-Z mengecil, maka wadah rezeki mengecil. Sedangkan, ketika sumbu-X, sumbu-Y, dan sumbu-Z membesar, maka wadah rezeki akan membesar.

Berdasarkan konsep wadah rezeki, orang yang terkena resesi (kurang beruntung atau merugi) dikarenakan orang tersebut kurang beriman, kurang beramal saleh serta kurang melakukan aktivitas menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Oleh karena itu, solusinya agar tidak terkena resesi atau tidak merugi atau menjadi orang beruntung, maka orang tersebut harus meningkatkan keimanannya, meningkatkan amal salehnya, dan meningkatkan aktivitas menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

 
Solusinya harus meningkatkan keimanan, meningkatkan amal saleh, dan meningkatkan aktivitas menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
 
 

Secara teknis untuk meningkatkan keimanan, bagi orang yang beragama Islam bentuknya adalah orang tersebut harus rajin shalat berjamaah, rajin puasa sunah, rajin membaca Alquran, rajin bershalawat, rajin berzikir, dan aktivitas ibadah lainnya. Tujuannya adalah untuk semakin dekat kepada Allah sehingga semua urusan akan Allah lancarkan. Secara matematis proses ini akan memanjangkan nilai sumbu-Y orang tersebut. 

Secara teknis untuk meningkatkan amal saleh, aktivitasnya bisa melalui membantu orang lain, baik dalam hal tenaga, pikiran, waktu, dan harta. Ke empat hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Dalam konteks ekonomi, maka hal ini sangat berhubungan dengan harta yang bentuknya zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). 

Jika seseorang rajin menyantuni anak yatim, memberi makan fakir miskin, belanja ke warung tetangga atau ke pedagang kecil (UMKM), membayar uang SPP normal walaupun anak belajar di rumah, memberi hadiah bagi guru ngaji atau guru pesantren, serta kegiatan sosial lainnya yang berhubungan dengan harta maka kegiatan-kegiatan tersebut bisa membuat masyarakat mempunyai daya beli dan membuat roda ekonomi bergerak. 

Jika kegiatan tersebut diniatkan sebagai ziswaf, maka pelakunya akan akan sejahtera. Hal ini karena orang yang melakukan ziswaf dalam istilah saya akan mendapat stimulus ekonomi dari Allah yang nilainya berlipat ganda dari yang diberikan dan berlakunya sepanjang masa.

 
Jika kegiatan tersebut diniatkan sebagai ziswaf, maka pelakunya akan akan sejahtera.
 
 

Sebagai bukti, tidak ada sejarahnya orang yang rajin ziswaf hidupnya miskin. Oleh karena itu, menurut cara berpikir suprarasional pada saat resesi, uang itu jangan banyak ditahan atau jangan banyak ditabung, tetapi uang itu harus banyak dikeluarkan atau dibelanjakan dengan tujuan ziswaf. Ziswaf ini secara matematis memperpanjang sumbu-X orang tersebut.

Secara teknis untuk meningkatkan aktivitas menasihati dalam kebenaran dan kesabaran adalah melalui forum ceramah di mimbar jumat, di acara pengajian, diskusi atau obrolan biasa. Nasihat tersebut akan efektif jika dibarengi aktivitas yang memperpanjang sumbu-Y dan sumbu-X.

Misalnya, sebelum diberikan sembako, orang miskin diceramahi terlebih dahulu. Aktivitas menasihati ini untuk memperpanjang sumbu-Z dan aktivitas ini akan memperkuat keyakinan orang-orang yang mau memperpanjang sumbu-X dan sumbu-Y.

Di level keluarga, kepala keluarga harus mengajak anggota keluarganya untuk rajin beribadah dan rajin ziswaf, tentunya hal ini harus dicontohkan terlebih dahulu oleh kepala keluarganya. Begitu juga di level lembaga/perusahaan, pimpinannya harus mengajak pegawai/karyawannya melakukan aktivitas ibadah dan rajin ziswaf. Khusus untuk ziswaf bisa dilaksanakan bersama-bersama supaya manfaatnya lebih terasa.

Untuk level pemerintah hal yang harus dilakukan adalah mengajak, memfasilitasi, dan memudahkan rakyat Indonesia untuk meningkatkan iman dan takwa. Pemerintah harus mengupayakan agar rakyat Indonesia gemar melakukan ziswaf.

 
Pemerintah harus mengupayakan agar rakyat Indonesia gemar melakukan ziswaf.
 
 

Jika dua hal besar tersebut bisa diwujudkan, maka rakyat Indonesia akan mendapat stimulus ekonomi dari Allah secara nasional yang menyebabkan pemerintah tidak perlu mengeluarkan stimulus ekonomi lagi. Untuk mewujudkan hal besar ini, maka pemerintah harus bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama dan organisasi-organisasi keagamaan untuk mengajak rakyat Indonesia rajin beribadah dan ziswaf atau berderma.

Mengenai stimulus ekonomi yang akan dilakukan pemerintah berupa memberikan bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan kepada 13,8 juta pekerja non-PNS dan BUMN yang mempunyai gaji di bawah Rp 5 juta, ini merupakan strategi stimulus ekonomi yang harus diapresiasi. Sebaiknya, stimulus ini juga diberikan kepada guru ngaji, guru pesantren, guru honorer, guru swasta yang gajinya kecil. Sebab, guru-guru ini punya peran dalam proses menasihati sehingga akan memperkuat rajin ibadah dan ziswaf.

Hal yang jangan dilupakan, stimulus ini diberikan juga kepada para pedagang kecil sehingga para pedagang ini bisa sedikit menurunkan harga barangnya agar lebih terjangkau dengan daya beli saat resesi. 

Saya berharap stimulus ekonomi ini bisa digunakan untuk mendapatkan stimulus ekonomi dari Allah, supaya pemerintah tidak terbebani lagi memberi stimulus ekonomi empat bulan kemudian.

Caranya adalah dengan memberikan persyaratan bahwa penerima bantuan ini harus mendapat surat keterangan dari ketua dewan kemakmuran masjid (DKM) kalau orang tersebut rajin shalat ke masjid dan rajin mengikuti pengajian serta keterangan dari ketua RT kalau orang tersebut sering melakukan kegiatan sosial. Surat keterangan itu diberikan ketika mereka memang sudah melakukan hal-hal tersebut. Untuk agama lain bisa menyesuaikan.

 
Penerima bantuan ini harus mendapat surat keterangan dari ketua DKM dan ketua RT.
 
 

Harapannya adalah orang-orang ini amanah dengan uang yang diberikan karena ada proses pembinaan. Selain itu, harapannya wadah rezeki orang tersebut juga membesar sehingga setelah empat bulan, pemerintah tidak perlu memberikan stimulus ekonomi lagi karena sudah mendapat langsung dari Allah. Jika wadah rezeki orang-orang ini tidak membesar, maka stimulus ekonomi bisa jadi harus terus dilakukan, sebab jika tidak dilakukan bisa terjadi gejolak sosial.

Masalah utama dari solusi ini adalah bagaimana cara membuat orang-orang miskin atau yang terkena PHK mau rajin beribadah dan mau berziswaf? Bagaimana membuat ketua DKM atau ketua RT jujur dan tegas membuat surat keterangan?

Jawaban dari saya adalah dengan mengajari mereka cara berpikir suprarasional dan karakter suprarasional, Insya Allah masalah tersebut bisa diselesaikan. Insya Allah saya akan terus menyebarkan cara berpikir suprarasional dan karakter suprarasional supaya Indonesia menjadi lebih baik.


×