Nasabah tengah membeli hewan kurban melalui fitur di aplikasi Mandiri Syariah Mobile, Kamis (16/7). Melalui aplikasi Mandiri Syariah Mobile, masyarakat yang ingin berkurban hanya perlu mengakses ponselnya, kemudian memilih sendiri jenis hewan kurban yang | Republika/Amin Madani
24 Jul 2020, 10:23 WIB

Inovasi Kurban Saat Pandemi

Sarana digital menjadi salah satu inovasi di tengah pandemi.

Kurban adalah ibadah istimewa yang datang satu tahun sekali, yakni saat Allah SWT menjanjikan kenikmatan bagi para pekurban. Ada maslahat ekonomi yang besar terkandung dalam kurban, terutama dalam masa pandemi seperti ini. Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, drg Imam Rulyawan MARS, mengatakan, sarana digital menjadi salah satu inovasi di tengah pandemi. Sarana digital membuat transaksi dapat dilakukan dari rumah dan di mana saja oleh calon pekurban atau pun donatur yang juga ingin bersedekah serta berbagi dalam berkurban sekaligus menyejahterakan peternak.

Dompet Dhuafa terus memberikan kemudahan bagi para donatur atau pekurban untuk melakukan transaksi melalui berbagai kanal. Pembelian langsung melalui konter-konter Tebar Hewan Kurban (THK) di berbagai pusat pertokoan, masih tetap diadakan dan disesuaikan dengan protokol kesehatan yang terstandardisasi sesuai anjuran pemerintah," kata Imam.

Selain itu, kanal-kanal penjualan daring dilakukan melalui berbagai market place, seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Tani Hub, dan lainnya. Bahkan, tahun ini sudah dirilis pembayaran kurban melalui aplikasi Whatsapp Pay berbasis virtual account.

Pada periode kali ini, program tersebut menargetkan menebar 30 ribu ekor domba atau kambing dan 1.000 ekor sapi dari para pekurban. Target tersebut akan tersebar baik di dalam maupun luar negeri.

Terkait

Sebaran distribusi tetap mencakup seluruh wilayah di Tanah Air yang telah teridentifikasi sebagai kawasan mustahik, yang membutuhkan daging kurban. Sekitar 60-70 persen hewan kurban akan didistribusi di Pulau Jawa, yang memang menjadi kawasan padat penduduk di Indonesia. Kemudian, 20-30 persen lainnya didistribusikan di pulau-pulau lainnya, di luar Pulau Jawa.

Sebagian sebaran hewan kurban juga akan menjangkau negara- negara lain, seperti kawasan Afrika dan Palestina. Langkah tersebut sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia atas kesulitan yang dihadapi sesama Muslim di negara lain.

Paket daging baik domba maupun sapi dibagikan kepada masyarakat yang khususnya terdampak Covid-19. Ketua THK Dompet Dhuafa Zainal Abidin Sidik mengatakan, program ini menargetkan dua dampak, menyejahterakan peternak dan memudahkan pekurban.

Di tengah pandemi Covid-19, program THK bergulir dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pelaksanaan rapid test bagi peternak juga dipilih untuk menjamin kelancaran program tersebut sehingga bisa menjamin kualitas daging, sekaligus merupakan mitigasi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

photo
Pekerja memberi minum sapi yang dijual Rp12,5 juta hingga Rp25 juta per ekor (tergantung berat) di Jalan George Obos, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (22/7/2020). (Makna Zaezar/ANTARA FOTO)

 

Mengurangi Kemiskinan

Melalui salah satu program Global Qurban - ACT, yakni Agen Qurban, Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memberikan sejumlah benefit kepada agen yang dapat mengajak masyarakat untuk berkurban. Program bisa diakses melalui laman www.GlobalQurban.com dan juga secara daring di sejumlah marketplace, seperti Lazada, Tokopedia, dan lainnya.

Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan, hukum kurban adalah sunah muakad sehingga sebagian mengatakan ini wajib. Wabah Covid-19 mengharuskan kita menghadapi idul kurban secara berbeda. Ada pembatalan ibadah haji untuk tahun ini.

"Ini artinya puncak ibadah ada pada idul kurban. Melalui agen Global Qurban, distribusi akan menyasar keluarga terdampak Covid-19," kata Ibnu melalui laman resmi Global Qurban ACT.

Agen Qurban menyediakan fasilitas khusus yang sangat potensial menambah penghasilan keluarga terdampak Covid-19 dan juga untuk saudara-saudara yang kesusahan, seperti di Yaman, Uganda, Rohingya yang terlunta-lunta. Termasuk di Palestina, Suriah, negeri Syam akan disiapkan kurban terbaik.

Pada masa pandemi, Agen Qurban bisa memberdayakan umat secara lebih baik lagi. Tahun ini untuk membantu semakin maksimalnya ibadah kurban, Global Qurban - ACT menargetkan adanya 100 ribu Agen Qurban yang berpartisipasi. Melalui Agen Qurban, ACT membagi-bagikan pekerjaan ke banyak masyarakat, salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan di tengah pandemi. Harapannya, program ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang terkena PHK atau yang terdampak langsung dari pandemi.

 

 
Inovasi tersebut sebagai wujud kemudahan dan akses yang terjangkau bagi donatur atau pekurban.
IMAM RULYAWAN, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa
 

 


Terkini

,
×