Nasabah tengah membeli hewan kurban melalui fitur di aplikasi Mandiri Syariah Mobile, Kamis (16/7). Melalui aplikasi Mandiri Syariah Mobile, masyarakat yang ingin berkurban hanya perlu mengakses ponselnya, kemudian memilih sendiri jenis hewan kurban yang | Republika/Amin Madani

Khazanah

Kurban Digital Lebih Praktis

Pandemi Covid-19 tak menurunkan animo masyarakat untuk berkurban.

JAKARTA -- Di masa pandemi virus korona jenis baru (Covid-19) saat ini banyak warga masyarakat yang membeli hewan kurban secara daring atau melalui kanal digital. Bahkan, di lembaga amil zakat nasional (Laznas) Dompet Dhuafa (DD), jumlah pekurban yang memanfaatkan kanal digital untuk membeli hewan kurban mencapai 90 persen.

Ibadah kurban mengandung nilai historis, pendidikan keluarga, dan spiritualitas seorang hamba di hadapan Tuhannya. Ini merupakan bentuk kerelaan seorang abid untuk mengorbankan harta yang (paling) disayangi. Kemudian memasrahkan segala yang dimiliki hanya kepada Allah Sang Pencipta. Syariat ini merupakan napak tilas perjalanan seorang ayah dan anak yang saling mencintai, yakni Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS. Pada masanya, Nabi Ibrahim yang baru saja memiliki seorang anak, diperintahkan Allah untuk menyembelih putra tersebut. 

Tidak mudah, godaan setan selalu datang menghalangi mereka untuk melaksanakan perintah tadi. Namun Ibrahim dan Ismail tak gentar. Mereka melawan godaan tersebut dengan melemparkan batu ke arah setan sehingga segala godaan lenyap dan Ibrahim melaksanakan perintah yang ditetapkan. Pada saat penyembelihan, Allah mengganti objek penyembelihan menjadi hewan. Ini menjadi penanda bahwa penyembelihan hewan kurban mengajarkan kerelaan berkorban harta. Makna lainnya adalah menghabisi sifat kebinatangan sehingga manusia menuju kesempurnaannya dan menjadi hamba Allah yang bertakwa.

Syekh Sayid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah mengutip Hadis Nabi SAW, "Tidak ada satu amalan manusia pada Hari Raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT. selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak di Hari Kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Sebelum darahnya menyentuh tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Beruntunglah kalian dengan kurban itu." (HR Tirmizi).

Ketua Program Tebar Hewan Kurban (THK) DD Zainal Abidin Sidiq menyampaikan, saat ini penjualan hewan kurban secara langsung melalui konter-konter persentasenya hanya lima persen sampai 10 persen. "Sisanya, (90 persen penjualan hewan kurban) melalui kanal digital," ujar Zainal kepada Republika, Senin (20/7).

Meski penjualan hewan kurban masih berlangsung, ia memprediksi, pembelian hewan kurban secara digital akan tetap di angka 90 persen.  Zainal menyampaikan, sampai hari ini, total penghimpunan hewan kurban sudah menembus angka sekitar 12 ribu hewan kurban setara domba dan kambing. Tahun lalu, DD menghimpun sekitar 21.400 hewan kurban setara domba dan kambing. 

Tahun ini, masih banyak waktu untuk menghimpun hewan kurban. Biasanya, kata Zainal, penghimpunan hewan kurban di DD meningkat pada sepuluh hari sebelum Idul Adha. 

photo
Seorang petugas memeriksa kesehatan hewan kurban di Mall Hewan Kurban, Depok, Jawa Barat, Senin (20/7). Pemeriksaan itu untuk menjamin kesehatan hewan dari berbagai penyakit sehingga layak untuk dijadikan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1441 Hijriah - (Republika/Putra M. Akbar)

 

 

Total penghimpunan hewan kurban sudah menembus angka sekitar 12 ribu hewan kurban setara domba dan kambing.

 

ZAINAL ABIDIN SIDIQ, Ketua Program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa
 

Berdasarkan data para pekurban di DD, diketahui sekitar 70 persennya berasal dari kalangan milenial. Menurut Zainal, kebanyakan dari mereka berusia 25 tahun sampai 35 tahun. Ia menilai, kesadaran dan keinginan berbagi dari generasi milenial yang sudah bekerja cukup bagus. 

Ia juga menyampaikan, kantong-kantong kemiskinan dan daerah pelosok yang sudah diidentifikasi tim riset DD akan menjadi tempat penyaluran daging kurban, salah satunya di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang belum lama ini dilanda musibah banjir bandang. 

"Karena Dompet Dhuafa salah satu lembaga amil zakat yang punya cabang di 200 lokasi di seluruh Indonesia, saya kira pendistribusian hewan kurban ini menjadi lebih merata," lanjut Zainal.

Lembaga filantropi lainnya, Rumah Zakat (RZ), juga mencatatkan peningkatan penjualan hewan kurban secara digital. Menurut CEO RZ, Nur Efendi, pandemi Covid-19 tak menurunkan animo masyarakat untuk berkurban. Sebaliknya, permintaan masyarakat akan hewan kurban cukup tinggi tahun ini. 

Menurutnya, keterbatasan akses untuk transaksi langsung tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk berkurban. “Alhamdulillah terus meningkat di angka 60 persen, masyarakat ingin tetap beribadah kurban tetapi tetap aman dan pilihan terbaiknya adalah berkurban melalui lembaga,” ujar Nur Efendi saat dihubungi Republika

“Di sisi lain, memang di masa pandemi ini masyarakat menjadi makin religius, makin melek digital dan makin empati,” sambung dia. 

Menurut dia, RZ terus berupaya melakukan kampanye dan penyuluhan kurban aman sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. "Termasuk memberikan kemudahan donasi kurban secara digital dan berkolaborasi,” jelasnya.

photo
CEO Rumah Zakat, Nur Efendi - (Republika/Putra M. Akbar)

Selain mengandalkan website resminya, RZ juga menggandeng sejumlah lembaga dan e-commerce, sehingga masyarakat dapat lebih mudah bertransaksi. Setidaknya, terdapat 13 pilihan platform yang dapat dipilih konsumen untuk bertransaksi, seperti Tokopedia, Shopee, OVO, gotix, kitabisa.com, Lazada, Bukalapak, Blibli.com, dan lainnya.

“Sejauh ini, kalau melihat trennya terus tumbuh, kami terus menawarkan lebih banyak platfom digital yang memang banyak pilihan,’’ ujar Nur Efendi.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga mencatatkan peningkatan penjualan hewan kurban secara digital. Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik, menyatakan, saat ini Baznas hanya menjual hewan kurban secara digital dan tidak melayani lewat outlet. Pergeseran ke arah digital telah dilakukan oleh Baznas sejak Ramadhan. 

"Alhamdulillah, penjualan Baznas (secara digital) meningkat tajam," ujar Irfan, Senin (20/7). 

Baznas menargetkan peningkatan penjualan hewan kurban mencapai 75 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, Baznas menghimpun hewan kurban sebanyak 1.670 hewan kurban dari target 1.300 hewan kurban. Hingga Senin (20/7), Baznas sudah menghimpun lebih dari 1.000 ekor hewan kurban.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat