Warga terdampak pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi berdialog dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di Kampung Parung Jambu RW 10, Kelurahan Empang, Kota Bogor, Jawa Barat. | ANTARA FOTO

Bodetabek

07 Jul 2020, 08:28 WIB

Uang Kerahiman Penggusuran Jalur Ganda tak Kunjung Cair

Pandemi membuat penggusuran proyek jalur ganda Bogor-Sukabumi tertunda.

 

BOGOR -- Korban gusuran proyek jalur ganda (double track) rute Bogor-Sukabumi tahap kedua sebanyak 877 kepala keluarga (KK) hingga kini belum mendapatkan haknya. Mereka yang terdampak berasal dari Kecamatan Bogor Selatan, terdiri atas Kelurahan Empang sebanyak 657 KK dan Batutulis 220 KK.

Camat Bogor Selatan, Hidayatullah, mengatakan, hingga kini belum ada kepastian jadwal pencairan uang kerahiman tahap kedua itu. Padahal, seharusnya pencairan itu dilakukan pada akhir Maret lalu. "Sampai saat ini belum ada kabar, dengan kondisi pandemi Covid-19 jadi ditunda hingga waktu yang belum ditentukan," kata Hidayatullah saat dihubungi, Senin (6/7).

Pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bahkan, petugas kelurahan sudah menanyakan langsung masalah itu kepada Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat. "Kemarin Bu Lurah Batutulis langsung berkoordinasi dengan pihak PT KAI Jabar. Informasinya menunggu arahan dari Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) karena waktu itu masih PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan sebagainya," ujar Hidayatullah.

Pihaknya mengusulkan untuk membangunkan rumah bagi warga yang memperoleh uang kerahiman tahap pertama melalui bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang sedang diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hanya saja, kata dia, syaratnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus terlebih dahulu menyiapkan lahannya. Sementara, bagi korban gusuran yang ingin membangun secara mandiri tetap dipersilakan.

"Yang program BSPS itu masih dalam usulan ke kementerian. Kalau itu nanti bisa, ya dibangunkan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor."

photo
Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan RI Budi Karya memantau pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi PP di Sukabumi, Jawa Barat (15/12). - (Republika/Iman Firmansyah)

Sebenarnya terdapat tujuh kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan yang terdampak jalur ganda Bogor-Sukabumi dengan total 1.619 KK dan 1.966 bangunan. Saat ini, terdapat tiga kelurahan yang akan mendapat BSPS dan program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH). Adapun tiga kelurahan itu, meliputi Kelurahan Empang 28 KK menerima BSPS dan 49 KK menerima RTLH. Kemudian, Kelurahan Batutulis 70 KK menerima BSPS dan 42 KK RTLH, serta Cipaku 63 KK menerima BSPS dan 41 RTLH.

Sementara, Kelurahan Genteng dan Kertamaya masing-masing memperoleh bantuan RTLH sebanyak 28 KK dan 62 bangunan. Sedangkan, sisanya membangun secara mandiri. "Lima kelurahan sudah berjalan. Cipaku, Genteng, dan sebagainya sudah membangun," ucap Hidayatullah.

Lurah Batutulis, Citra Widya Lestari, menjelaskan, dana kerahiman tahap kedua memang dijanjikan disalurkan pada Maret lalu. Namun, karena terjadi pandemi Covid-19, pencairan dari Kemenhub urung dilakukan.

Citra menjelaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat. Dia menyebut, konsekuensi uang kerahiman belum dicairkan membuat penggusuran juga ditangguhkan.

 
Solusinya yang sudah mendapatkan (kerahiman tahap pertama) penggusuran tetap dilakukan.
CITRA WIDYA LESTARI, Lurah Batutulis
 

Dia menuturkan, jajarannya terus berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat. Dengan begitu, sosialisasi penggusuran yang berhenti gara-gara pandemi dapat kembali dilanjutkan tanpa ada protes dari warga. "Balai ini juga tetap berproses, intinya ini mah karena kasus Covid-19 saja, jadinya ditunda," ujar Citra menjelaskan.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Achyar Pasaribu, membenarkan, pencairan tahap kedua ditunda gara-gara pandemi. Achyar menyatakan, belum dapat memastikan realisasi pembayaran dana kerahiman tahan kedua. Hal itu karena lembaganya masih menunggu situasi lebih kondusif. Apalagi, pihaknya juga terkena realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Karena itu, pihaknya belum mengetahui langkah lanjutan penggusuran lahan. "Kita tunggu semuanya hingga memungkinkan. Karena, kita juga harus patuhi surat edaran dari pemerintah," kata Achyar.

Jalur Ganda Bogor-Sukabumi merupakan proyek stategis nasional yang masuk dalam Perpres Bokor 58 Tahun 2017. Proyek ini bertujuan untuk meminimalisasi kepadatan lalu lintas Jakarta-Bogor-Sukabumi, menekan biaya angkutan dan barang/ distribusi logistik nasional, serta meningkatkan frekuensi perjalanan KA penumpang dan barang. 

Total panjang jalur ganda Bogor-Sukabumi yakni 57 kilometer dengan 13 stasiun. Rincian investasi jalur ganda Bogor-Sukabumi pada 2019 Rp503 miliar, pada 2020 Rp 1,32 triliun dan 2021 Rp 443 miliar.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini memberdayakan masyarakat dalam program Padat Karya di Stasiun Cigombong. Sekitar 100 orang terlibat dalam pekerjaan, seperti pemotongan rumput, penebangan pohon, pengecatan daftar peron dan pemberaihan selokan dengan total anggaran Rp200 juta.

Berdasarkan perencanaan awal, program infrastruktur ini ditargetkan rampung pada November 2020. Namun pandemi Covid-19 mengakibatkan sejumlah pekerjaan tak dapat dilaksanakan sehingga tenggat waktu akan molor.

Jika proyek ini sudah rampung, kapasitas kereta api penumpang akan dinaikkan dari 600.000 menjadi 1,8 juta orang. Kemudian kereta logistik juga akan dinaikkan tiga kali lipat.

Nantinya, frekuensi perjalanan KA penumpang dari enam kali sehari menjadi 12 kali per hari serta KA Barang dari dua kali sehari menjadi delapan kali dengan rangkaian lebih panjang. Jalur ganda Bogor-Sukabumi meningkatkan waktu tempuh KA untuk Bogor-Sukabumi dari 123 menit menjadi 80 menit. Sehingga, aksesibilitas Sukabumi untuk penumpang dan barang semakin bagus.


×