Ilustrasi laboratorium. | Umarul Faruq/ANTARA FOTO
23 Jun 2020, 08:13 WIB

Laboratorium Container Terbaru di Duren Sawit

Tampilan labcon di RSKD Duren Sawit terbilang unik.

 

MEILIZA LAVEDA 

 

Sepanjang jalan di depan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin (22/6) pagi WIB, terlihat sepi. Tidak terlihat petugas medis mondar-mandir di sana. RSKD Duren Sawit ditetapkan sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 di DKI Jakarta. Demi mempercepat penanganan pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membuat laboratorium container (labcon) untuk mempercepat hasil tes swab pasien. 

Terkait

Pantauan Republika, labcon di area RSKD berada di sudut kiri rumah sakit, tepatnya di belakang gedung khusus untuk ruang inap pasien Covid-19. Labcon di RSDK Duren Sawit menemani labcon di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang terlebih dulu beroperasi. Jalan menyusuri labcon tampak sepi, hanya ada petugas keamanan yang berjaga di area pintu belakang. Sesekali mobil ambulans kerap masuk dan keluar. Labcon ini terdiri atas dua kontainer yang digabungkan. 

Tampilan labcon di RSKD Duren Sawit unik. Nilai estetika terlihat pada lukisan mural yang dihadirkan pada bagian luar untuk mempercantik labcon. Labcon terdiri atas empat pintu dan enam jendela. Pada kontainer pertama dikhususkan untuk ruang mixing reagent PCR (polymerase chain reaction). Terpampang pengumuman yang bertuliskan bahaya dan larangan memasuki laboratorium selain petugas. Sementara, di kontainer kedua adalah ruang untuk penerimaan sampel dan proses ekstraksi. 

Salah seorang petugas, Andi, terpantau keluar dari pintu belakang RS berjalan menuju ruang mixing reagent PCR. Beberapa saat kemudian, ia keluar dan memasuki ruang ekstraksi. Andi yang irit bicara mengatakan, sedang mengerjakan tugas laboratorium pada tahapan ekstraksi. Sebagai petugas laboratorium, ia wajib memakai alat ppelindung diri (APD). 

Menggunakan hazmat, kaca mata, masker, dan sarung tangan menjadi keseharian Andi. Bersama dengan beberapa rekan kerjanya, ia sibuk memeriksa hasil tes PCR pasien Covid-19. Andi mengatakan, petugas yang bekerja memang jarang keluar-masuk labcon. 

Kepala Laboratorium Kesehatan Daeran (Labkesda) DKI Jakarta, Endra Muryanto, mengatakan, labcon di RSKD Duren Sawit baru beroperasi sekitar sepekan terakhir. Petugas yang bekerja berasal dari Labkesda DKI maupun relawan. Saat ini, kata dia, relawan yang bertugas masih terhitung dengan jari. Dampaknya, spesimen yang diperiksa belum maksimal. Jika sudah maksimal, dia menambahkan, spesimen yang diperiksa mencapai ratusan lebih per hari, seperti di labcon RSUD Pasar Minggu. 

Endra menuturkan, labcon di RSUD Pasar Minggu sudah beroperasi maksimal dengan menerapkan tiga sif selama 24 jam. Tiap sif terisi enam petugas yang bekerja bergantian delapan jam sekali. Berbeda dengan labcon di Duren Sawit ini, petugas masih terbagi dua sif. Kendati demikian, kata dia, petugas bisa bekerja sampai pukul pukul 23.00 WIB atau maksimal 01.00 WIB. 

Sebagai solusinya, pihaknya terus merekrut relawan yang membantu petugas medis memeriksa PCR. "Lagi dilakukan proses penambahan relawan. Prosesnya kan banyak, nanti kita pilih yang kompeten dan pengalaman," kata Endra, Senin. 

Labcon di Duren Sawit merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak. Endre menyebut, kontainer merupakan pemberian PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Group. Sedangkan, isi dan sistem labcon, menurut dia, berasal dari Labkesda DKI. "Semuanya ini ya memang menjadi satu kesatuan untuk memenuhi harapan Pak Anies, tentunya memberikan yang terbaik untuk masyarakat DKI Jakarta," ujarnya. 

Endra pun menjelaskan cara kerja labcon tersebut. Sampel yang telah diambil dari petugas kesehatan dikirim ke Labkesda DKI. Kemudian, sampel itu didata di Labkesda DKI untuk diberi label dan kode tersendiri. Setelah itu, baru dikirim ke labcon untuk diproses lebih lanjut. Endre mengatakan, pengiriman sampel dari Labkesda menuju labcon tidak ada ketentuan apa pun. 

Untuk proses pemeriksaan terakhir yang menentukan hasil positif atau negatif dilakukan di labcon. Setelah tahu hasil akhir, dia menambahkan, petugas labcon akan mengirim laporan ke Labkesda DKI. Proses berakhir ketika Labkesda DKI mengirim laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Endra mengungkapkan, hingga kini yang belum bisa dilakukan labcon adalah proses pengambilan sampel. "Untuk proses pengambilan sampel, proses tersebut masih dilakukan oleh teman-teman di puskesmas atau RSUD," kata Endra. 

Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan menuturkan, sekarang Pemprov DKI mempunyai empat laboratorium pemeriksaan PCR Covid-19, yakni Labkesda DKI dan RSUD Tarakan, di luar labcon Pasar Minggu dan Duren Sawit. "Sehingga, DKI Jakarta memiliki jaringan 41 laborarotium testing dengan total kapasitas mencapai 5.135 tes spesimen per hari, atau 35.945 tes spesimen per pekan," kata Anies, kemarin.


×