Warga menunjukan buku tabungan dan kartu ATM usai mencairkan bansos, di Serua, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/5/2020). Penting untuk memperkuat dana tabungan. | MUHAMMAD IQBAL/ANTARA FOTO
30 May 2020, 20:29 WIB

Menata Biaya Pasca-Ramadhan di Masa Pandemi

THR yang tersisa bisa untuk memperkuat tabungan pasca-Ramadhan.

 

Ramadhan telah berlalu dan kini memasuki bulan Syawal yang bagi umat Islam masih dimanfaatkan untuk menjalankan puasa Syawal. Namun, pandemi Covid-19 masih terus berlanjut, demikian juga dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah.

Untuk itu, masyarakat tetap perlu mempersiapkan diri, salah satunya melalui pengelolaan keuangan yang baik. Langkah yang tepat untuk dilakukan adalah memperkuat tabungan. Tabungan ini nantinya bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang penting atau sebagai dana darurat.

 
Bagaimana cara mengelola keuangan pasca-Ramadhan, mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung?
(Suara Aidil Akbar Madjid)
 

Pekerja yang masih menerima tunjangan hari raya (THR) bisa memanfaatkan sisa THR-nya untuk memperkuat tabungan. Misalnya, dengan cara memangkas pengeluaran yang bersifat tidak darurat untuk saat ini. Contohnya, pengeluaran berkumpul-kumpul dengan keluarga besar saat Lebaran.

Terkait

"Pengeluaran Lebaran itu kanmasak untuk makan-makan besar. Itu bisa kita tabung karena kita hanya makan untuk keluarga inti saja karena ada anjuran physical distancing," kata Senior Financial Planner dan Founder Moneesa Aidil Akbar Madjid saat dihubungi Republika, beberapa waktu lalu.

photo
Petugas teller menghitung uang di Bank Mandiri Kantor Cabang Bandung Braga, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). THR yang tersisa bisa untuk memperkuat tabungan pasca-Ramadhan - (RAISAN AL FARISI/ANTARA FOTO)

Mengingat kondisi yang belum pasti selama pandemi Covid-19, Aidil lebih menyarankan masyarakat untuk menabung daripada berinvestasi. Berinvestasi bisa kembali dilakukan setelah situasi mulai membaik. Saat itu, orang-orang mulai dapat bekerja dan perkantoran serta mal-mal sudah mulai buka kembali. "Kalau sekarang lebih baik pegang tabungan dulu, pegang uang cash dulu," ujar Aidil.

 
Pengeluaran apa saja yang bisa dipangkas agar dapat menyimpan dana darurat?
(Suara Aidil Akbar Madjid)
 

Upaya berhemat juga perlu dilakukan dalam situasi pandemi Covid-19. Salah satu upaya berhemat ini bisa dilakukan dengan cara memangkas pengeluaran yang bersifat tidak mendesak. "Nomor satu, pangkas pengeluaran yang tidak urgent," kata perencana keuangan sekaligus penulis 10 buku keuangan Safir Senduk ini saat dihubungi Republika.

Akan tetapi, kata dia, berhemat bukan berarti tidak ada "rekreasi" bagi diri sendiri selama pandemi Covid-19. Misalnya, mereka yang biasanya memasak di rumah bisa "rekreasi" dengan sesekali memesan makanan dari luar. "Itu rekreasi agar ada sesuatu yang beda, tapi jangan sehari tiga kali. Seimbangkan saja."

 
Penting sekali untuk memastikan kita punya dana cadangan.
 
 

Upaya berhemat juga bisa dilakukan dengan cara mencari substitusi atau alternatif pengganti yang lebih murah dari sesuatu yang diinginkan. Misalnya, saat ingin menyantap martabak cokelat keju, tapi ingin berhemat, bisa mencari alternatif lain yang lebih murah tapi memiliki kemiripan, seperti roti tawar yang diisi dengan keju dan cokelat.

Hal yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah tidak bersikap lengah. Seseorang dengan pekerjaan baik dan gaji yang besar terkadang lengah dan bersikap boros karena merasa aman. Padahal, ketidakpastian dalam pandemi Covid-19 ini bisa saja membalikkan keadaan. "Jangan pernah lengah dan boros dalam gaya hidup hanya karena merasa profesi Anda keren dan penghasilannya besar," kata Safir.

 
Bila masyarakat terlalu berhemat dan jarang berbelanja, perputaran roda ekonomi mungkin terdampak. Bagaimana tips berbelanja yang bijak sekaligus tetap membantu para pelaku UMKM?
(Suara Aidil Akbar Madjid)
 

Bila situasi sudah membaik dan lebih stabil, Safir mengatakan, ada tiga hal lain yang juga perlu dipersiapkan. Pertama adalah dana cadangan atau dana darurat. Ada banyak teori mengenai besaran dana darurat. Menurut Safir, dana darurat utamanya untuk menunjang biaya hidup selama tiga sampai enam bulan sucah cukup baik. "Penting sekali untuk memastikan kita punya dana cadangan."

Hal kedua yang perlu dipersiapkan adalah asuransi kesehatan dan ketiganya adalah tabungan masa depan. Contoh tabungan masa depan, seperti untuk sekolah anak dan tabungan masa pensiun. "Ketika kita kembali normal lagi nanti, pastikan kita punya dana cadangan, asuransi, dan untuk masa yang akan datang," kata Safir.

 
Pesan terkait pengelolaan keuangan pasca-Ramadhan?
(Suara Aidil Akbar Madjid)
 


×