Ilustrasi umrah | Antara
05 May 2020, 01:12 WIB

Umrah dan Berkah Ramadhan

Keutamaan umrah pada Ramadhan sangat besar.

Oleh Ustaz Bobby Herwibowo Lc

 

Amalan lain yang utama dilakukan pada bulan Ramadhan adalah umrah ke Baitullah. Umrah mendatangi rumah Allah Ta’ala di Makkah, sekaligus berziarah ke makam baginda Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam di Madinah.  

Bagi mereka yang berkelapangan dan berkesempatan hendaknya melakukan umrah pada bulan Ramadhan, sebab keutamaannya yang amat luar biasa. Berikut ini adalah dalil tentang keutamaan ibadah umrah pada bulan Ramadhan.   

Terkait

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Rasulullah SAW bertanya pada seorang wanita, “Mengapa engkau tidak ikut haji bersama kami?”  

Wanita tadi menjawab, “Aku bertugas memberi minum seekor unta yang biasa ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Jika Ramadhan datang, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan setara haji.” (HR Bukhari No 1.782 dan Muslim No 1.256).  

Dalam lafaz Muslim disebutkan, “Umrah bulan Ramadhan senilai haji.” (HR Muslim No 1.256). Dalam lafaz Bukhari yang lain disebutkan, “Sungguh umrah Ramadhan seperti haji bersamaku.” (HR Bukhari No 1.863).  

Setara haji? Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun, bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah pada bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.” (Syarh Shahih Muslim, 9:2).  

Mendapati keterangan di atas baik hadis Rasulullah SAW maupun Imam Nawawi maka saya mengajak diri pribadi dan kaum Muslimin semua untuk mengerjakan umrah di bulan Ramadhan jika berkelapangan dan berkesempatan.  

Selain umrah Ramadhan setara dengan pahala haji, berikut ini saya akan sampaikan keutamaan lain dari ibadah umrah: Pertama, menghapus dosa. Kedua, jihadnya kaum perempuan. Ketiga, menghilangkan kemiskinan. Keempat, menjadi tamu Allah Ta’ala.  

Dalil umrah dapat menghapus dosa, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR Bukhari No 1.773 dan Muslim No 1.349).  

Dalil umrah adalah jihad kaum perempuan, dari Aisyah RA, ia berkata:  “Wahai Rasulullah, apakata juga wajib berjihad?” Rasulullah SAW  menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan umrah.” (HR Ibnu Majah).    

Dalil umrah dapat menghilangkan kemiskinan, Rasulullah SAW bersabda, “Iringilah umrah dengan haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR an-Nasai No 2.631, Tirmidzi No 810, Ahmad 1/387. Syekh al-Albani mengategorikan hadis ini hasan sahih).  

Dalil mereka yang berumrah menjadi tamu Allah Ta’ala, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Sayangnya pada Ramadhan tahun ini, umat Islam tak bisa menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci karena pandemi Covid-19. Semoga pandemi korona ini segera berakhir. Amin.


×