Ustaz Bobby Herwibowo memberikan ceramah tentang ramadhan | Thoudy Badai_Republika
22 Apr 2020, 01:21 WIB

Ramadhan dan Keutamaan Shaum

Shaum Ramadhan wajib dilaksanakan Muslim. Ibadah ini mengajak orang untuk berempati.

 

 

Oleh Ustaz Bobby Herwibowo

Ramadhan sebentar lagi tiba. Ini adalah karunia Allah Ta’ala yang amat besar bagi kaum beriman. Salah satu amalan utama dalam bulan ini adalah shaum atau puasa. 

Terkait

Berbahagialah wahai sahabatku. Allah SWT telah memerintahkan kita menjalani shaum Ramadhan ini. Simaklah dengan hati yang khusyuk panggilan Allah Ta’ala ini, "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS al-Baqarah: 183).

Lalu, apa manfaat yang kita dapatkan dengan menjalani shaum?

Pertama, meraih derajat takwa. Dalam firman Allah Ta’ala surah al-Baqarah 183 disebutkan, shaum diwajibkan bagi kita agar kita menjadi pribadi yang bertakwa. 

Kedua, pahala yang amat besar. Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke dalam surga.”

Rasulullah bersabda, “Hendaklah engkau melaksanakan puasa karena tidak ada yang semisal dengannya.” (HR Nasaai, Ibnu Hibban, dan Al Hakim).

Dalam hadis di atas, Rasulullah SAW menjawab pertanyaan bahwa puasa itu pahalanya tidak ada yang sebanding dengannya. Maknanya, saking besar pahala shaum, tidak dapat digambarkan sama sekali.

Ketiga, menghapuskan dosa. Dalam hidup ini, Allah Ta’ala membuat siklus penghapusan dosa untuk kaum beriman. Siklus penghapusan dosa harian adalah shalat lima waktu dalam sehari. Siklus penghapusan dosa pekanan adalah Jumat. Siklus penghapusan dosa tahunan adalah Ramadhan.

Siklus penghapusan tersebut diterangkan dalam hadis berikut, “Antara shalat yang lima waktu, antara Jumat yang satu dan Jumat berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR Muslim No 233).

Keempat, menjauhkan diri dari neraka. Rasulullah SAW juga bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh 70 musim.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Maksud sabda Rasulullah “70 musim” adalah perjalanan 70 tahun, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (6/48)

Kelima, syafaat di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Puasa mengatakan, ‘Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah ia syafaat karenaku.’ Alquran pun berkata, ‘Aku menghalanginya dari tidur pada malam hari maka berilah ia syafaat karenanya.’” Rasulullah mengatakan, “Maka keduanya akan memberikan syafaat.” (HR Ahmad, Hakim).

Keenam, akses khusus masuk surga. “Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan memasuki pintu tersebut pada hari kiamat, tidak ada selain mereka yang akan memasukinya. Jika orang terakhir yang berpuasa telah masuk ke dalam pintu tersebut maka pintu tersebut akan tertutup. Barang siapa yang masuk, maka ia akan minum dan barang siapa yang minum maka ia tidak akan haus untuk selamanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketujuh, menahan hawa nafsu dan syahwat. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Delapan, menjaga kesehatan. Rajin berpuasa akan membuat tubuh semakin sehat. Sudah banyak pakar medis menyatakan shaum bermanfaat untuk tubuh. Namun, kesehatan adalah efek samping dari puasa. Utamanya adalah berpuasa karena Allah Ta’ala. 


×