Warga Palestina menghadiri pemakaman Mary Abu Dawoud dan ibunya, Maisaa Abu Dawoud, di Gereja Ortodoks Yunani St. Porphyrius di Kota Gaza, 3 Oktober 2026. Mary dan ibunya termasuk di antara sedikitnya lima orang yang gugur dalam serangan udara Israel di bagian barat Kota Gaza,. | EPA/MOHAMMED SABER

Internasional

Israel Bunuh Warga Kristen di Gaza

Sembilan warga Gaza dibunuh Israel dalam 24 jam belakangan.

GAZA – Serangan Israel ke Jalur Gaza kembali ikut berdampak pada komunitas Kristiani di sana. Lima warga Palestina, termasuk empat perempuan, terbunuh dan sejumlah lainnya terluka ketika pasukan Israel membom sebuah gedung apartemen hunian di kawasan Al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza, pada Sabtu dini hari; dua diantaranya warga Kristen Gaza. 

Quds News Network melaporkan bahwa serangan tersebut menyasar lantai dasar gedung Al-Asala 1 di dekat bundaran Haidar Abdel Shafi. Para korban diidentifikasi sebagai Maysa Khader Abu Daoud, putrinya Mary Hafez Abu Daoud. Keduanya merupakan bagian dari komunitas Kristiani Gaza.

Selain mereka, seorang akademisi bernama Yasmin Khamis al-Boubou, ibunya Halloum al-Boubou, serta seorang pemuda bernama Bilal Awda juga syahid. 

Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi kematian empat perempuan dan seorang pemuda tersebut. Sumber-sumber setempat dan saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa pesawat tempur Israel menembakkan setidaknya dua rudal ke arah apartemen itu, menghancurkannya serta menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah di sekitarnya. Pengeboman tersebut juga memicu kebakaran.

Putra Mary yang berusia 14 tahun, Fouad al-Najjar, mengatakan bahwa bangunan tersebut dihantam sekitar pukul 01.30 dini hari. "Nenek dan ibu saya meninggal dunia. Semoga Tuhan mengasihi mereka," ujarnya kepada Anadolu. 

Fouad menyerukan diakhirinya perang Israel dan menggambarkan penderitaan serta kehilangan berulang yang dialami oleh keluarga dan komunitasnya. "Kami sudah sangat lelah dengan perang ini dan telah menanggung begitu banyak penderitaan," katanya. 

photo
Warga Palestina menghadiri pemakaman Mary Abu Dawoud dan ibunya, Maisaa Abu Dawoud, di Gereja Ortodoks Yunani St. Porphyrius di Kota Gaza, 3 Oktober 2026. Mary dan ibunya termasuk di antara sedikitnya lima orang yang gugur dalam serangan udara Israel di bagian barat Kota Gaza,. - (EPA/MOHAMMED SABER)

"Selama hampir tiga tahun, kami terus menjalani kehancuran, duka, dan perang yang sama." 

Serangan itu terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung, sementara pasukan Israel terus melancarkan serangan, penembakan, dan operasi penghancuran di seluruh wilayah Gaza. 

 Keluarga Pengungsi Maysa, yang dikenal sebagai 'Umm Michel', dan Mary, yang dikenal sebagai 'Umm Fouad', adalah anggota komunitas Kristen Palestina di Kota Gaza. Menurut Komite Tinggi Kepresidenan untuk Urusan Gereja Palestina, mereka mendedikasikan waktu mereka untuk membantu jemaat gereja dan warga Palestina pengungsi yang berlindung di Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church). 

Ketua komite tersebut, Ramzi Khoury, menyebut kematian mereka sebagai "kehilangan yang menyakitkan" bagi keluarga, gereja, dan jemaatnya, demikian dilaporkan Anadolu. 

Gereja Ortodoks Yunani di Gaza turut berduka atas meninggalnya kedua wanita tersebut. Upacara pemakaman mereka dilangsungkan pada hari Sabtu di Gereja Saint Porphyrius di kawasan Kota Tua Gaza, dihadiri oleh kerabat, anggota komunitas Kristen, dan warga Palestina lainnya, lapor Quds News Network.

photo
Warga Palestina menghadiri pemakaman Mary Abu Dawoud dan ibunya, Maisaa Abu Dawoud, di Gereja Ortodoks Yunani St. Porphyrius di Kota Gaza, 3 Oktober 2026. Mary dan ibunya termasuk di antara sedikitnya lima orang yang gugur dalam serangan udara Israel di bagian barat Kota Gaza,. - (EPA/MOHAMMED SABER)

Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Ahad mengumumkan bahwa sembilan warga Palestina yang tewas dan 18 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dalam kurun waktu 24 jam terakhir, demikian dilaporkan Al Mayadeen.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa enam kematian disebabkan oleh serangan baru, sementara tiga warga Palestina lainnya meninggal akibat luka yang diderita sebelumnya.

Angka-angka terbaru ini menjadikan total korban tewas sejak deklarasi gencatan senjata 11 Oktober 2025 mencapai 1.454 jiwa, dengan 5.090 orang terluka. Selain itu, sebanyak 835 jenazah telah ditemukan selama periode tersebut.

Jumlah kumulatif korban akibat genosida Israel di Gaza meningkat menjadi 74.237 warga Palestina tewas dan 175.206 terluka, menurut laporan statistik harian kementerian tersebut.

Serangan Israel terus terjadi di seluruh wilayah tersebut hampir setiap hari, meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata.

Al Mayadeen juga melaporkan adanya pembatasan yang terus berlanjut terhadap masuknya bantuan kemanusiaan esensial—khususnya makanan dan pasokan medis—yang merupakan pelanggaran terhadap kewajiban Israel dalam tahap pertama kesepakatan tersebut.

photo
Warga Palestina menghadiri pemakaman Mary Abu Dawoud dan ibunya, Maisaa Abu Dawoud, di Gereja Ortodoks Yunani St. Porphyrius di Kota Gaza, 3 Oktober 2026. Mary dan ibunya termasuk di antara sedikitnya lima orang yang gugur dalam serangan udara Israel di bagian barat Kota Gaza,. - (EPA/MOHAMMED SABER)

Analisis pihak Israel mengindikasikan bahwa upaya pembunuhan terhadap tokoh senior Hamas, Ali al-Amoudi, dalam serangan semalam di Kota Gaza kemungkinan besar gagal, demikian dilaporkan Radio Angkatan Darat Israel pada Sabtu malam.

"Analisis cenderung mengarah pada kegagalan upaya pembunuhan Ali al-Amoudi—seorang pemimpin terkemuka di sayap politik Hamas di Gaza—tadi malam," ungkap penyiar tersebut, sebagaimana dikutip Anadolu.

Channel 12 Israel melaporkan bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti, namun Israel kesulitan mendapatkan konfirmasi mengenai kematian al-Amoudi meskipun telah berlalu beberapa jam sejak serangan.

Sebelumnya pada hari Sabtu, lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa militer telah berupaya membunuhnya dalam serangan yang dilancarkan pada malam hari antara Jumat dan Sabtu.

KAN menggambarkan al-Amoudi sebagai pemimpin de facto Hamas di Gaza sekaligus kandidat utama untuk memimpin gerakan tersebut secara resmi di wilayah itu dalam pemilihan internal yang diperkirakan akan berlangsung.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat