Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa berbicara dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, 23 September 2026. | EPA/SARAH YENESEL

Internasional

Israel Jadi Sasaran Kemarahan Pimpinan Muslim di Sidang PBB

Presiden Iran menyatakan AS dan Israel sebagai negara teroris.

NEW YORK – Para pemimpin negara-negara Arab dan mayoritas Muslim kembali memberikan sorotan tajam pada perang AS-Israel melawan Iran serta genosida di Gaza pada hari kedua Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada Rabu, giliran Iran menanggapi pidato Presiden AS Donald Trump yang disampaikan sehari sebelumnya. Dalam pidato tersebut, Trump melontarkan ancaman untuk "memusnahkan Iran" namun di saat yang sama juga menyatakan keinginannya untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang. 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengisyaratkan bahwa ia telah mengubah isi pidatonya setelah mendengar pernyataan Trump yang menyebut rakyat Iran sebagai "teroris". "Mereka yang merupakan teroris, serta melatih dan melindungi teroris, justru melabeli kami demikian. Kami hanya membela diri. Kami bukan teroris," ujar Pezeshkian. "Amerika dan Israel-lah yang menyerang kami."

Dalam pidatonya, Pezeshkian memperlihatkan foto-foto pelajar dari Minab dan Lamerd yang tewas akibat serangan udara AS-Israel. Ia juga menampilkan foto pemimpin Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei.

Pezeshkian menyinggung serangan terhadap kota-kota dan fasilitas sipil di Iran, termasuk sebuah sekolah di Minab dan gedung olahraga di Lamerd yang saat itu sedang dipenuhi anak-anak. Ia menuduh Amerika Serikat dan Israel menargetkan ilmuwan, warga sipil, universitas, fasilitas kesehatan, sekolah, serta infrastruktur lainnya.

Presiden Iran tersebut juga mengenang kembali peristiwa pembunuhan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran pada hari pelantikan kepresidenannya.

photo
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, 22 September 2026. - ( EPA/OLGA FEDOROVA)

Beralih ke isu Gaza, Pezeshkian menuduh Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, sementara pihak-pihak yang melawan pendudukan justru dicap sebagai "teroris".

Sebelumnya pada Selasa, Trump mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemimpin Arab dan Muslim; meskipun ia melontarkan banyak pujian kepada para pejabat tersebut, pertemuan itu berakhir tanpa adanya kesepakatan maupun pengumuman terkait situasi penuh gejolak di Timur Tengah.

Pada hari Selasa itu pula, para utusan AS bertemu dengan pejabat Iran selama tiga jam untuk membahas kemungkinan kesepakatan guna mengakhiri perang di Iran. Iran menegaskan kembali prasyaratnya untuk kesepakatan apa pun—dimulai dengan pembukaan kembali Selat Hormuz—serta memperkeras sikapnya terkait akses ke jalur perairan vital tersebut.

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa juga menjadi sorotan pada hari kedua, dengan fokus utama pada negara tetangga di selatan, Israel. Ia menyebut Israel sebagai negara yang terisolasi secara diplomatik dan bersikap agresif.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Ahmad al-Sharaa menyatakan kembalinya negaranya ke kancah internasional dan mengecam serangan Israel sebagai tindakan yang "bertentangan" dengan konsensus internasional mengenai Damaskus.

"Dunia bersukacita atas kembalinya kami, namun Israel justru melancarkan serangan terhadap Suriah," ujarnya, seraya menyebutkan bahwa Israel telah melancarkan 500 serangan udara serta melakukan lebih dari 1.200 penyusupan dan 300 penahanan di negara tersebut.

photo
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, 22 September 2026. - ( EPA/OLGA FEDOROVA)

"Hal ini bertolak belakang dengan arah perkembangan yang kita lihat di tingkat global," katanya. "Kami menolak agresi mereka (Israel)."

Dalam pidato yang tajam di PBB pada hari Selasa, Raja Yordania Abdullah II juga menyatakan bahwa serangan Israel terhadap Suriah membuktikan adanya ambisi wilayah yang melampaui wilayah Palestina yang diduduki.

"Segala upaya yang melanggar kedaulatan kami dan melanggar hukum internasional akan dihentikan. Golan akan tetap menjadi wilayah Suriah," tegas Sharaa, seraya mengecam pendudukan ilegal Israel atas wilayah tersebut dan menyerukan kembali ke perjanjian tahun 1974 yang membentuk zona penyangga PBB di antara kedua negara.

Pada 1967, Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dan secara ilegal menganeksasi wilayah tersebut pada tahun 1981. Di bawah pemerintahan Hafez al-Assad, kedua negara menandatangani perjanjian pelepasan pasukan yang menetapkan kerangka kerja keamanan serta zona penyangga PBB di perbatasan mereka.

Presiden AS Donald Trump—yang secara terbuka menyatakan kekagumannya terhadap Sharaa—memutuskan pada masa jabatan pertamanya di tahun 2019 untuk secara sepihak mengakui Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel sebagai bagian dari wilayah Israel. Langkah tersebut telah lama menjadi keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

photo
Raja Abdullah II dari Yordania berbicara dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, pada 22 September 2026.. - ( EPA/OLGA FEDOROVA)

Sharaa berpidato di hadapan Majelis Umum PBB untuk pertama kalinya tahun lalu setelah memimpin kelompok yang menggulingkan mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad dari kekuasaan pada akhir tahun 2024. Israel menginvasi wilayah selatan Suriah dan menduduki zona penyangga tersebut setelah Sharaa berkuasa.

AS telah memfasilitasi perundingan antara Suriah dan Israel. Dalam sebuah acara lembaga kajian pada hari Selasa, Sharaa menyatakan bahwa ia tidak dapat mempertimbangkan gagasan mengenai hubungan diplomatik selama Israel melancarkan serangan udara terhadap negaranya dan menduduki tempat kelahirannya di Dataran Tinggi Golan.

Bulan lalu, Israel membom sebuah pangkalan udara di Suriah utara yang menurut klaim mereka hendak dijadikan lokasi penempatan pasukan oleh Turki. Suriah merupakan sekutu dekat Turki dan kini menjadi arena persaingan baru antara Turki dan Israel.

Mohamed al-Menfi, ketua Dewan Presiden Libya yang berbasis di Tripoli, menyerukan pengakuan atas "hak rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri" dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, serta menyatakan dukungan teguh bagi Arab Saudi dalam menghadapi serangan Houthi.

Ia mengatakan bahwa kegagalan mewujudkan negara Palestina "mendorong kawasan ini ke dalam siklus konflik yang kian meluas [dan] penyebaran ekstremisme".

Menfi menyuarakan kembali peringatan dari para pemimpin Arab lainnya—termasuk Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dan Raja Yordania Abdullah II—mengenai "proyek-proyek ekspansionis" Israel di Lebanon dan Suriah.

"Baik situs-situs suci Islam dan Kristen, maupun warga sipil serta infrastruktur sipil, tidak luput dari dampak kehancuran akibat konflik ini," ujarnya.

Menfi mengaitkan hal ini secara langsung dengan upaya pelemahan negara Palestina serta konflik di kawasan Teluk Arab, tempat berbagai negara menghadapi serangan dari Iran dan sekutunya sebagai respons terhadap perang AS-Israel melawan Republik Islam tersebut.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat