Warga berjalan di dekat mural anti-AS di sebuah jalan di Teheran, Iran, pada 9 Juli 2026. AS kembali menyerang Iran setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah | EPA/ABEDIN TAHERKENAREH

Internasional

AS Kembali Bunuh Anak-Anak di Iran

Iran membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS.

TEHERAN – Amerika Serikat kembali melakukan serangan besar-besaran ke Iran sejak Selasa malam. Anak-anak kembali jadi korban dalam eskalasi terkini tersebut.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Iran menyatakan bahwa empat personel militer gugur dalam serangan AS di provinsi Kermanshah, wilayah barat negara itu, pada malam hari. Sebelumnya, pihak berwenang menyebutkan bahwa setidaknya lima warga sipil juga tewas dalam sebuah serangan AS saat berlangsungnya acara pernikahan di wilayah selatan.

"Empat anggota Pasukan Dirgantara IRGC di provinsi Kermanshah gugur dalam serangan oleh rezim AS," demikian bunyi pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Fars, Rabu.

Dalam serangan AS terhadap sebuah acara pernikahan di wilayah Sirik, Iran selatan, di antara para korban tewas terdapat dua orang anak.

Pemerintah Provinsi Hormozgan mengumumkan nama-nama keempat korban tewas dalam serangan pada Selasa malam tersebut: Amir Ali Karimi (4 tahun), Mohammed Mollahi (16 tahun), Kolsoom Mollahi Najhandania (43 tahun), dan Zarkhatoon Taheri (50 tahun).

Tiga anggota paramiliter Basij gugur dalam serangan AS di Pulau Lavan, Iran, menurut kantor berita Iran, Mehr. Setidaknya 18 personel militer dan warga sipil tewas dalam serangan yang terjadi semalam tersebut.

photo
Warga berjalan di dekat mural anti-AS di sebuah jalan di Teheran, Iran, pada 9 Juli 2026. AS kembali menyerang Iran setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

Basij adalah unit sukarelawan yang berada di bawah komando Korps Garda Revolusi Islam dan merekrut warga sipil. Milisi ini dikenal memiliki ideologi yang kuat dan anggotanya sering kali terdiri dari pria muda dari kalangan kelas pekerja. Kekuatan personelnya diperkirakan mencapai 450.000 orang.

Pasukan Basij sering dikerahkan di garis depan saat terjadi unjuk rasa dan telah memainkan peran besar dalam meredam gerakan perlawanan terhadap pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam keras Amerika Serikat karena membunuh anak-anak di Iran dan menyebut pasukan negara itu sebagai "Setan".

Dalam sebuah pernyataan di platform X, ia mengatakan, "Jika suatu kekuatan bertindak layaknya Setan, memilih target layaknya Setan, dan membunuh layaknya Setan, maka kekuatan itu adalah Setan."

Ia menyoroti insiden pembunuhan di sebuah sekolah dasar di Minab, yang menewaskan lebih dari 150 orang—sebagian besar adalah anak-anak. Ia juga menyebutkan serangan terhadap sebuah rumah saat perayaan pernikahan di Sirik, yang menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) mendesak dilakukannya tindakan hukum menyusul serangan rudal AS tadi malam terhadap sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Hormozgan.

photo
Sebuah foto yang dirilis oleh Departemen Pers Asing Iran memperlihatkan warga Iran mengikuti upacara pemakaman para korban serangan udara terhadap sebuah sekolah putri di kota Minab, Iran selatan, pada 3 Maret 2026.. - (IRANIAN FOREIGN PRESS DEPARTMENT)

"Mengingat status lokasi tersebut sebagai tempat penelenggaraan pesta pernikahan keluarga—sebagaimana dilaporkan—serta keberadaan warga sipil di lokasi kejadian, insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius berdasarkan hukum humaniter internasional dan menuntut dilakukannya penyelidikan yang independen, imparsial, menyeluruh, dan efektif," demikian pernyataan IRCS.

"Melancarkan serangan secara sengaja dengan kesadaran bahwa serangan tersebut akan menyebabkan hilangnya nyawa atau cederanya warga sipil secara insidental—yang jelas-jelas berlebihan dibandingkan dengan keuntungan militer konkret dan langsung yang diharapkan—dapat menimbulkan pertanggungjawaban pidana individu berdasarkan hukum pidana internasional, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan unsur-unsur yang ditetapkan dalam Statuta Roma," bunyi pernyataan tersebut.

Organisasi itu menambahkan bahwa serangan yang menewaskan empat orang dan melukai 67 orang tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menyatakan pasukan Iran telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah pangkalan Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Langkah ini diambil sebagai balasan atas serangan AS terhadap fasilitas militer dan sipil di Iran selatan.

Dalam pidatonya yang disiarkan lembaga penyiaran negara IRIB, Zolfaghari mengklaim serangan tersebut menimbulkan kerusakan berat pada infrastruktur, fasilitas, serta persenjataan dan peralatan musuh. Ia juga mengklaim "sejumlah besar" komandan dan prajurit AS tewas atau terluka."Operasi ofensif terhadap AS ini akan terus berlanjut sampai mereka menyesali kejahatan mereka," ujar Zolfaghari seperti dilansir Aljazirah, Rabu(2/9/2026).

photo
Pesawat tempur AS diparkir di pangkalan militer AS di Bahrain yang terkena serangan Iran pada 2026. - (Maxar Technologies)

Ia memperingatkan bahwa serangan AS yang berlanjut akan dibalas dengan respons yang "lebih berat, lebih luas, dan lebih merusak." Zolfaghari menambahkan, negara mana pun yang bekerja sama dengan militer AS harus bersiap menanggung konsekuensi berbahaya.

Eskalasi konflik ini kian meluas ke beberapa negara di kawasan. Di Kuwait, pihak militer menyatakan sedang merespons apa yang mereka sebut sebagai serangan drone musuh menyusul aksi terbaru Iran. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa ledakan yang terdengar warga merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang mengintersepsi drone musuh, seraya mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan keselamatan dan keamanan.

Di Yordania, pihak militer mengonfirmasi sebanyak 13 rudal memasuki ruang udara kerajaan tersebut. Sebanyak 10 rudal berhasil dihancurkan, sementara tiga rudal menerobos dan jatuh di wilayah terpencil yang jauh dari pemukiman penduduk.

Di Bahrain, warga diimbau untuk segera berlindung setelah Iran mengklaim melancarkan serangan drone skala besar ke Pangkalan Udara Sheikh Isa. Serangan tersebut menargetkan instalasi radar dan area konsentrasi pasukan AS. Sejauh ini, belum ada konfirmasi independen mengenai serangan-serangan tersebut maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkannya.

Melihat dinamika yang terjadi, eskalasi besar-besaran tengah melanda kawasan Timur Tengah, memicu kekhawatiran global bahwa konflik ini akan meluas jauh melebihi batas wilayah Iran.

IRGC juga mengklaim pasukannya telah melancarkan serangan gabungan rudal dan drone ke fasilitas AS di Provinsi Erbil, Irak utara. Serangan ini disebut sebagai pembalasan atas serangan AS terhadap pesta pernikahan di kota pesisir selatan Sirik yang menewaskan empat orang, termasuk seorang anak-anak.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis IRIB, IRGC mengklaim serangan itu menghancurkan pusat perbaikan, gudang peralatan teknis, serta sistem pemandu balon pengintai milik AS. IRGC juga mengklaim tangki bahan bakar di pangkalan tersebut terbakar dan sejumlah personel AS tewas. Kendati demikian, belum ada konfirmasi independen terkait klaim korban jiwa maupun kerusakan tersebut.

photo
Kondisi pangkalan militer AS di Kuwait selepas serangan Iran pada 2026. - (Maxar Technologies)

 

Respons Komando Pusat AS

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeluarkan pernyataan resmi lebih dari empat jam setelah gelombang serangan dimulai. CENTCOM menyatakan bahwa gelombang serangan terbaru terhadap target militer Iran telah selesai dilaksanakan.

Pihak AS menegaskan eskalasi ini dipicu oleh tindakan Iran yang tidak hanya mengancam kebebasan navigasi, pelayaran komersial, dan pemasangan ranjau, tetapi juga menargetkan personel militer AS di Yordania.

Seorang pejabat AS membantah tegas klaim IRGC mengenai jatuhnya korban jiwa di pihak AS. Klaim tersebut dipastikan tidak benar, dan pernyataan resmi CENTCOM sama sekali tidak mencatat adanya korban dari pihak militer Amerika.

Eskalasi terbaru ini mempertegas bahwa AS kini terlibat dalam pertempuran untuk mengamankan Selat Hormuz demi menjaga kebebasan navigasi internasional, di tengah tuduhan bahwa Iran berusaha memblokir jalur strategis tersebut.

Di sisi lain, tekanan ekonomi terhadap Teheran terus berjalan. Operasi Economic Outcast dipastikan masih berlangsung. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dijadwalkan bakal mengumumkan sanksi baru terhadap entitas Iran pada akhir pekan ini, yang diperkirakan akan terus berlanjut pada pekan-pekan berikutnya.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat