Internasional
AS-Iran Tandatangani Memorandum Perdamaian
Nota kesepahaman cenderung menguntungkan Iran.
PARIS – Amerika Serikat dan Iran akhirnya menandatangani nota kesepahaman penghentian semua perang di kawasan. Perjanjian tersebut secara resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak secara elektronik dua hari lebih cepat dari yang dijadwalkan.
Kesepakatan diteken Presiden AS Donald Trump dan timpalannya Masoud Pezeshkian. Presiden AS mengatakan kepada wartawan bahwa dia menandatangani MoU dengan Iran di Istana Versailles di ibu kota Prancis, Paris.
“Sudah ditandatangani,” kata Trump ketika meninggalkan Versailles. “Saya menandatanganinya di Versailles,” tambahnya. “Baru saja menandatanganinya.”
Kesepakatan itu berisi 14 poin yang utamanya menyatakan penghentian permanen perang AS-Iran dan semua agresi di kawasan termasuk Lebanon. Pembukaan blokade Selat Hormuz dan kompensasi ekonomi serta pencabutan sanksi untuk Iran juga diatur dalam memorandum.
Sedangkan kantor berita Iran, IRNA telah menerbitkan foto-foto presiden Iran yang menandatangani perjanjian sementara dengan AS dan memegang halaman-halaman yang berisi tanda tangannya dan tanda tangan Trump.
Le Président Trump a signé ce soir à Versailles l’accord entre l’Iran et les États-Unis.
Cet accord ouvre la voie à une paix durable et permet la réouverture du détroit d’Ormuz.
C’est un pas important dans la bonne direction pour nos compatriotes… pic.twitter.com/b1XgZrBv0m — Emmanuel Macron (EmmanuelMacron) June 18, 2026
"Teks Nota Kesepahaman untuk mengakhiri perang antara AS dan rezim Zionis melawan Republik Islam Iran ditandatangani pada dini hari Kamis, 18 Juni 1405, oleh presiden Iran dan Amerika Serikat,” lapor badan tersebut.
Memo itu sebelumnya juga ditandatangani secara digital pada Ahad oleh Wakil Presiden JD Vance dan kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan disaksikan oleh Trump.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan tim perundingan tetap dijadwalkan untuk berkumpul di Jenewa, tetapi pelaksanaan dokumen secara digital berarti tidak akan ada upacara penandatanganan fisik yang diadakan di Swiss.
Ia mengatakan, bokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran awalnya dijadwalkan akan dicabut dalam waktu 30 hari dengan imbalan konsesi transit Iran di Selat Hormuz. Namun, setelah serangan pemerintah Israel terhadap Dahiyeh dan ancaman Iran berikutnya, perundingan segera mengarah pada percepatan penerapan AS, dengan kapal-kapal Iran sudah memasuki dan meninggalkan pelabuhan tanpa gangguan.
Komitmen timbal balik khusus Iran berdasarkan perjanjian tersebut akan secara resmi dimulai setelah dokumen tersebut ditandatangani. Jubir Kemenlu Iran menegaskan, mengamankan gencatan senjata dan mengakhiri perang di Lebanon membawa beban yang sama bagi Teheran seperti halnya kepentingan dalam negeri Iran.
Nama Lebanon muncul tiga kali dalam klausul pertama MoU, yang secara eksplisit mengamanatkan penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan nasional Lebanon. Iran sengaja hanya berfokus untuk mengakhiri perang pada tahap awal ini, dan mengesampingkan masalah nuklir.
Teks yang ditandatangani menguraikan jangka waktu 60 hari yang ketat, yang dimulai segera, untuk bernegosiasi secara eksklusif mengenai program nuklir dan pencabutan sanksi, dengan opsi untuk memperpanjang jika diperlukan.
Kemampuan pertahanan dan program rudal Iran masih belum masuk perundingan. Baghaei menyatakan bahwa rudal negaranya hanya untuk ditembakkan, bukan untuk negosiasi, dan Teheran tidak akan membahas aset pertahanannya dalam proses apa pun atau dengan pihak mana pun.
Namun, Teheran juga siap mengambil tindakan di tengah ketidakpercayaan terhadap AS, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. "Pesimisme dan ketidakpercayaan saya terhadap Amerika adalah yang terbesar. Bahkan jika perjanjian tersebut sudah final dan disetujui oleh resolusi Dewan Keamanan, perjanjian tersebut tetap tidak dapat dipercaya sama sekali," katanya dalam komentar yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.
“Jarak saya dengan medan perjuangan diplomasi tidak jauh dari medan perjuangan militer, dan tangan kamilah yang menjadi pemicunya,” imbuhnya.
Eskalasi terkini bermula dari serangan ilegal AS-Israel ke Iran pada Februari lalu. Serangan itu membunuh pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan puluhan petinggi militer Iran. Sedikitnya 3.000 lebih warga Iran termasuk anak-anak tak bersalah ikut jadi korban jiwa.
Iran membalas dengan serangan ke puluhan pangkalan AS di negara-negara Teluk dan menutup Selat Hormuz. Sejak April lalu, gencatan sementara disepakati namun saling serang terus terjadi. Israel juga terus menyerang Lebanon yang terseret perang ini.
Media pemerintah Iran telah menerbitkan apa yang mereka gambarkan sebagai teks lengkap nota kesepahaman antara Teheran dan Washington, yang menawarkan gambaran paling jelas tentang kerangka kerja yang diusulkan untuk mengakhiri perang dan meluncurkan negosiasi menuju perjanjian yang lebih luas.
Isi Kesepakatan
Menurut teks yang diterbitkan oleh IRNA, memorandum tersebut berisi 14 ketentuan yang mencakup deeskalasi militer, keringanan sanksi, masalah nuklir, kerja sama ekonomi, dan pengaturan keamanan regional.
Iran, Amerika Serikat dan sekutu mereka dalam konflik saat ini sepakat untuk segera menghentikan operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon. Para pihak juga berkomitmen untuk tidak melancarkan serangan militer terhadap satu sama lain, menahan diri dari ancaman penggunaan kekuatan dan menjamin kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Kedua belah pihak berkomitmen untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing sambil menahan diri untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri.
Teheran dan Washington sepakat untuk merundingkan perjanjian akhir dalam waktu 60 hari, dengan kemungkinan perpanjangan batas waktu dengan persetujuan bersama.
Amerika Serikat akan segera mulai mencabut blokade laut yang diberlakukan terhadap Iran dan menyelesaikan prosesnya dalam waktu 30 hari. Washington juga akan menarik pasukan militer dari wilayah sekitar Iran dalam waktu 30 hari setelah perjanjian akhir.
Iran akan memfasilitasi jalur yang aman untuk pelayaran komersial antara Teluk Persia dan Teluk Oman selama jangka waktu 60 hari, melalui koordinasi dengan Oman dan negara-negara Teluk lainnya.
Amerika Serikat, bekerja sama dengan mitra regionalnya, akan membentuk program rekonstruksi dan pembangunan ekonomi untuk Iran yang bernilai tidak kurang dari 300 miliar dolar AS. Rincian implementasi akan diselesaikan dalam kesepakatan akhir.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
