Pemandangan hotel Serena yang menjadi tuan rumah putaran terakhir perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, di Islamabad, Pakistan, 20 April 2026. | EPA/SOHAIL SHAHZAD

Internasional

Iran Tolak Berunding di Bawah Ancaman AS

Tiga kapal asing ditembaki IRGC di Selat Hormuz.

TEHERAN – Amerika Serikat diharuskan mengakhiri blokadenya terhadap Iran sebagai prasyarat untuk perundingan gencatan senjata lebih lanjut di Islamabad. Pihak Iran menekankan, negara itu tak akan kembali memasuki perundingan di bawah ancaman AS. 

Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi Iran di Mesir, mengatakan kepada Associated Press bahwa komunikasi dengan mediator Pakistan sedang dilakukan “untuk menerapkan ketentuan Iran.”

“Kami tidak akan bernegosiasi jika ada ancaman,” katanya. “Kami tidak akan pergi ke Islamabad sebelum blokade dicabut.”

Dia menuduh AS menggunakan gencatan senjata untuk membangun lebih banyak kekuatan guna kemungkinan dimulainya kembali aksi militer terhadap Republik Islam. “Di belakang layar, mereka mengatakan sesuatu, tapi di depan umum, mereka mengatakan dan melakukan hal lain,” ujarnya.

Iran sebelumnya dilaporkan menolak menghadiri pembicaraan di Pakistan, setelah AS tidak mundur dari “tuntutan berlebihan” mereka dalam beberapa hari terakhir. Sementara Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata.

photo
Pemandangan hotel Serena yang menjadi tuan rumah putaran terakhir perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, di Islamabad, Pakistan, 20 April 2026. - (EPA/SOHAIL SHAHZAD)

"Oleh karena itu, Iran akhirnya mengumumkan hari ini bahwa, mengingat situasi ini, pihaknya menganggap berpartisipasi dalam perundingan hanya membuang-buang waktu, karena AS menghalangi perjanjian yang sesuai. Oleh karena itu, Iran tidak akan terlibat dengan Amerika," tulis media Iran, Tasnim, Rabu. 

Iran telah mengkomunikasikan posisinya kepada Pakistan, dan memberitahu para mediator bahwa Iran tidak akan hadir di Pakistan besok, lapor badan tersebut.

Sikap Iran ini terkait dengan pembajakan kapal dagang Iran di Laut Oman oleh marinir AS pada Ahad. Tindakan itu dinilai pelanggaran gencatan senjata.

Jenderal Majid Mousavi, kepala kedirgantaraan IRGC, mengatakan dalam komentarnya di media Iran bahwa melakukan lebih banyak “agresi” terhadap Iran adalah suatu kesalahan. Dia juga mengatakan fasilitas minyak di kawasan Teluk akan dirugikan jika negara-negara tetangga mengizinkan Amerika Serikat melakukan serangan. 

photo
Pangkalan miiter AS di Timur Tengah - (CFR)

“Jika negara-negara tetangga di wilayah selatan mengizinkan musuh menggunakan fasilitas mereka untuk menyerang Iran, mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di kawasan Timur Tengah,” kata Mousavi. AS memiliki pangkalan dan pasukan di beberapa negara di kawasan Teluk.

Garda Revolusi paramiliter Iran telah menyerang kapal ketiga pada hari Rabu di Selat Hormuz, kantor berita semi-resmi Iran melaporkan.

Nour News, Fars dan Mehr semuanya melaporkan serangan Garda terhadap kapal bernama Euphoria. Mereka mengatakan kapal itu “terdampar” di pantai Iran, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Garda Revolusi telah menyita dua kapal lainnya yang diserang, televisi pemerintah Iran melaporkan secara terpisah.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa AS memperpanjang gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan sambil menunggu proposal terpadu dari Iran. 

“Berdasarkan fakta bahwa Pemerintahan Iran terpecah belah, hal ini tidak terduga dan, atas permintaan Marsekal Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dari Pakistan, kami diminta untuk menahan Serangan terhadap Negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menghasilkan proposal terpadu,” tulisnya di Truth Social. 

“Oleh karena itu saya telah mengarahkan Militer kita untuk melanjutkan Blokade dan, dalam semua hal, tetap siap dan mampu, dan oleh karena itu akan memperpanjang Gencatan Senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi selesai, dengan satu atau lain cara,” tambahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengakui perpanjangan gencatan senjata dalam komentarnya yang dilaporkan pada Rabu oleh televisi pemerintah Iran.

Baghaei tidak secara spesifik mengatakan Teheran siap menghadiri putaran baru perundingan dengan Amerika di Islamabad.

“Diplomasi adalah alat untuk mengamankan kepentingan dan keamanan nasional, dan setiap kali kami mencapai kesimpulan bahwa terdapat kondisi yang diperlukan dan masuk akal untuk menggunakan alat ini guna mencapai kepentingan nasional dan untuk mengkonsolidasikan pencapaian bangsa Iran dalam menggagalkan tujuan jahat musuh, kami akan mengambil tindakan,” katanya.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat