Warga berkumpul di Teheran,ketika tersiar kabar tentang gencatan senjata dua minggu dalam perang AS-Israel melawan Iran, Rabu (8/4/2026). | Majid Asgaripour/WANA via Reuters

Internasional

Kekalahan Strategis AS di Iran

Tujuan serngan AS-Israel ke Iran tak tercapai.

WASHINGTON – Pengumuman gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump kemarincoba diklaim sebagai kemenangan Amerika Serikat. Faktanya, kondisi yang coba dicapai AS lewat serangan bersama Israel pada Februari tak ada yang terwujud.

Dewan Keamanan Tertinggi Nasional (SNSC) Iran pada Rabu (8/4/2026) mengatakan bahwa Iran telah mencapai sebuah kemenangan bersejarah dari perang dan memaksa Amerika Serikat (AS) untuk menerima 10 poin proposal gencatan senjata. 

Menurut keterangan resmi SNSC dikutip Middle East Eye, proposal Iran mencakup jaminan tak ada lagi agresi, berlanjutnya kontrol Iran terhadap Selat Hormuz, relaksasi sanksi, dan penarikan pasukan AS dari kawasan dan pembayaran ganti rugi akibat perang.

SNSC juga mengonfirmasi bahwa negosiasi antara Iran dan AS akan dimulai pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistam yang akan fokus pada finalisasi detail, tapi "tidak berarti akhir dari perang". Pernyataan resmi SNSC dirilis tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 2 pekan lawat akun Truth Social.

Trump menyebut penghentian sementara perang sebagai sebuah "gencatan senjata dua sisi" terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Trump juga menilai bahwa 10 poin proposal Iran menyediakan "sebuah dasar yang bisa dilaksanakan" untuk dirundingkan.

photo
Warga berkumpul di Teheran,ketika tersiar kabar tentang gencatan senjata dua minggu dalam perang AS-Israel melawan Iran, Rabu (8/4/2026). - ( Majid Asgaripour/WANA via Reuters)

SNSC mengatakan mereka menyodorkan 10 poin proposal ke AS lewat Pakistan dan Washington menerimanya prinsip-prinsip yang diajukan Iran sebagai dasari dari negosiasi. Dikatakan bahwa perundingan akan berlangsung selama 15 hari dan bisa diperpanjang, dan perjanjian membutuhkan formalisasi termasuk melalui suatu mekanisme internasional.

"Ini bukan berarti akhir dari perang," kata SNSC, sambil menegaskan bahwa operasi militer akan dilanjutkan jika tuntutan Iran tidak terpenuhi.

Pernyataan SNSC juga mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran dan kelompok sekutu telah mengakibatkan kekalahan besar di pihak musuh di kawasan hingga akhirnya mereka meminta gencatan senjata. 

Ditegaskan SNSC, tujuan perang Iran termasuk menetapkan pengaturan keamanan kawasan yang baru didasari atas apa yang mereka gambarkan sebagai "kekuatan dan supremasi", sambil mempertahankan tekanan hingga hasil terkonsolidasi.

SNSC menyerukan persatuan nasional selama periode negosiasi dan mengingatkan bahwa kesalahan langkah musuh akan bertemu berhadapan dengan kekuatan pasukan Iran. SNSC menegaskan Iran hanya akan menerima sebuah akhir peperangan secara formal saat syarat-syarat yang diajukan dalam proposal sepenuhnya disetujui.

photo
Warga berkumpul di Teheran,ketika tersiar kabar tentang gencatan senjata dua minggu dalam perang AS-Israel melawan Iran, Rabu (8/4/2026). - ( Majid Asgaripour/WANA via Reuters)

Presiden AS Donald Trump mengumumkan masa 2 pekan gencatan senjata dengan Iran. Israel dilaporkan setuju sengan keputusan Trump ini. 

"Saya setuju untuk menghentikan sementara pengeboman dan penyerangan ke Iran untuk periode dua pekan, ini gencatan senjata dua sisi," kata Trump lewat unggahannya di Truth Social, Selasa (7/4/2026) atau Rabu WIB. 

Trump mengeklaim keputusan gencatan senjata setelah pembicaraannya dengan pemimpin Pakistan selaku moderator, setelah Iran setuju untuk membuka Selat Hormuz. Iran merespons keputusan Trump ini dengan mendeklarasikan kemenangan perang.

Tak lama setelah pengumuman oleh Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai. "Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami akan menghentikan operasi pertahannya," kata Araghchi dikutip Al Jazeera.

"Untuk periode dua pekan, perlintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan pertimbangan pembatasan teknis," kata Araghchi menambahkan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (republikaonline)

Araghchi berterima kasih kepada Pakistan yang menjadi mediator antara Iran dan AS. Pembicaraan lanjutan akan diperkirakan akan digelar di Islamabad beberapa pekan mendatang. 

Pengumuman gencatan senjata AS-Iran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump disertai sejumlah kondisi yang merugikan Amerika. Hal ini dinilai sejumlah pihak menunjukkan kekalahan strategis AS atas perlawanan Iran terkait serangan ilegal sejak 28 Februari lalu.

Masih belum jelas seperti apa bentuk kesepakatan masa depan antara AS dan Iran. Media pemerintah Iran mengatakan bahwa perjanjian gencatan senjata dibangun berdasarkan sepuluh poin rencana yang mereka serahkan ke AS, yang mencakup tuntutan maksimal yang telah ditolak oleh pemerintahan Trump di masa lalu.

Dilansir the Guardian, Danny Citrinowicz, seorang peneliti non-residen di Dewan Atlantik, telah memberikan penilaian menohok mengenai hasil perang lima minggu Amerika. Ia mengingatkan serangan kala itu diluncurkan dengan “janji-janji besar: perubahan rezim di Iran, penghentian program rudal dan nuklirnya, dan mencegah Iran mengancam Selat Hormuz.”

“Dan di mana kita sekarang?” dia bertanya.

photo
Seorang warga Iran memegang poster pemimpin tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei di Teheran, Iran, 11 Maret 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

“Rezim ini masih berkuasa. Kemampuan misilnya merkipun rusak masih utuh. Negara ini masih menyimpan sekitar 440 kg uranium yang diperkaya hingga 60 persen,” kata Citrinowicz.

Di lain hal, sebelum serangan AS-Israel ke Iran Selat Hormuz adalah jalur terbuka bagi semua pelayaran Internasional. Saat ini, selat itu dalam penguasaan penuh Iran yang mengkondisikan kendali dan tarif bersama dengan Oman. 

Kedua negara sama-sama mengapit selat yang biasanya dilintasi 20 persen migas dunia tersebut. Iran dan Oman juga berbagi hak teritorial atas Selat Hormuz.

“Jujur saja: ini bukanlah kemenangan strategis,” kata Citrinowicz.

Iran dan Oman akan diizinkan mengenakan biaya pada kapal yang transit melalui Selat Hormuz sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan, kantor berita Associated Press (AP) melaporkan.

AP mengutip seorang pejabat regional yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Iran akan menggunakan uang yang dikumpulkannya untuk rekonstruksi. Belum jelas untuk apa Oman menggunakan uangnya, AP menambahkan.

photo
Citra satelit dari Planet Labs PBC ini menunjukkan situs pengayaan nuklir Natanz di Iran setelah serangan Israel pada Sabtu, 14 Juni 2025. - ( Planet Labs PBC via AP)

Pejabat yang terlibat langsung dalam perundingan tersebut berbicara dengan syarat anonim kepada AP karena mereka tidak berwenang membahas pertimbangan internal.

Pengayaan uranium oleh Iran mendekati taraf yang bisa digunakan membangun senjata nuklir sebelumnya juga disebut jadi alasan AS-Israel menyerang Iran. 

Kini, merujuk Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, sepuluh poin proposal yang dikirim ke Amerika Serikat mencakup syarat bahwa semua pihak harus mengakui hak Iran melanjutkan pengayaan Uraniumnya.

Dewan Keamanan mengatakan bahwa Iran telah menang dan mengklaim bahwa AS telah menerima seluruh sepuluh poin rencana Iran. Belum ada konfirmasi mengenai hal ini dari pihak AS dan Trump sendiri hanya menyebut rencana tersebut “bisa diterapkan.”

Senator Partai Demokrat Chris Murphy menanggapi komentar Iran tersebut, dan mengatakan kepada CNN “siapa yang tahu apakah semua pernyataan itu benar, tapi apakah perjanjian ini memberi Iran hak untuk mengendalikan selat itu, yang merupakan bencana besar bagi dunia.”

Sungguh menakjubkan bahwa kita sampai di sana, bahwa Donald Trump mengambil tindakan militer yang tampaknya, setidaknya untuk saat ini, memberi Iran kendali atas jalur air penting yang tidak mereka kendalikan sebelum perang dimulai. “Benar-benar sebuah kesalahan, sungguh salah perhitungan.”

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat