Sebuah proyektil rudal Iran melintasi langit Tel Aviv, Israel, 11 Maret 2026, saat sirene berbunyi di Israel tengah. | EPA/ABIR SULTAN

Internasional

Diancam Trump, Iran Janji Tingkatkan Serangan

Presiden Iran kirimkan surat terbuka untuk warga AS.

TEHERAN -- Militer Iran pada Kamis bersumpah untuk melakukan serangan “menghancurkan” terhadap Amerika Serikat dan Israel. Hal ini setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom negara tersebut hingga kembali ke “Zaman Batu” dalam beberapa minggu mendatang. 

“Dengan kepercayaan kepada Allah, perang ini akan terus berlanjut sampai Anda merasa terhina, tercela, menyesal permanen dan pasti, serta menyerah,” kata komando operasional militer Khatam Al-Anbiya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh TV pemerintah. 

“Tunggu tindakan kami yang lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih merusak.”

Juru bicara kementerian luar negeri Iran telah mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas pidato Trump, di mana presiden AS memperingatkan bahwa Iran harus menyetujui kesepakatan dalam waktu dua hingga tiga minggu atau akan menghadapi serangan terhadap setiap pembangkit listriknya.

“Kami tidak akan mentolerir lingkaran setan perang, negosiasi, gencatan senjata, dan mengulangi pola yang sama,” kata Esmail Baghaei, menggambarkan konflik yang sedang berlangsung sebagai “bencana tidak hanya bagi Iran, tetapi juga bagi seluruh kawasan dan sekitarnya.” 

Baghaei mengatakan Iran akan terus melakukan perlawanan selama serangan AS-Israel terus berlanjut, dan menegaskan kembali bahwa Teheran tidak menganggap negara tetangganya di Teluk sebagai musuh. 

"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kami bertekad untuk melanjutkan hubungan baik bertetangga dengan mereka semua. Masalahnya adalah Amerika Serikat dan Israel mengeksploitasi wilayah mereka untuk melakukan agresi militer terhadap Iran," ujarnya.

"Ini adalah perang tidak adil yang dikenakan pada rakyat Iran. Kami tidak punya pilihan selain melawan dengan sengit," tambahnya.

Panglima Angkatan Darat Iran telah mendesak markas besar operasional untuk melacak pergerakan AS dan Israel “saat demi saat”, dengan tujuan untuk melawan kemungkinan invasi darat.

Dalam video yang dibagikan oleh layanan berita pemerintah Iran, IRNA, Panglima Angkatan Bersenjata Amir Hatami terekam saat melakukan pertemuan dengan para pemimpin militer lainnya.

“Jika musuh mencoba melakukan operasi darat, tidak ada satupun yang akan selamat,” IRNA menyimpulkan apa yang dikatakan Hatami.

photo
Kerusakan akibat serangan balasan Iran ke Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, Sabtu (21/3/2026) malam - (Ilan Assayag/Reuters)

“Penting untuk memantau pergerakan dan tindakan musuh dengan sangat… akurat, dari waktu ke waktu, dan menerapkan rencana untuk melawan metode serangan musuh”, tambah ringkasan tersebut.

Dalam pidatonya semalam, Trump mengatakan AS akan ‘menghantam Iran dengan sangat keras’ dalam dua-tiga  minggu ke depan”Saya dapat mengatakan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan semua tujuan Amerika dalam waktu dekat," kata presiden AS.

"Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke zaman batu di mana mereka seharusnya berada," katanya.

Ia menambahkan bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan seranga AS. Namun, menurutnya, “perubahan rezim terjadi karena kematian pemimpin mereka”.

Dia juga memperingatkan akan  melakukan serangan terhadap pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan dalam waktu dekat. "Jika dalam jangka waktu ini tidak ada kesepakatan yang dibuat, kami akan fokus pada target-target utama. Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, kami akan memberikan pukulan keras pada semua pembangkit listrik mereka, dan mungkin secara bersamaan," katanya.

photo
Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

Trump disebut “tidak punya pilihan nyata” selain mencoba mencapai kesepakatan dengan Iran, kata seorang analis kepada Aljazirah. “Pidatonya kemarin merupakan tanda keputusasaan, bahwa pemerintahan AS tidak punya waktu luang”, kata Andreas Krieg, dosen senior di School of Security Studies dan peneliti di Institute of Middle Eastern Studies di King’s College.

Pesan ganda Trump – di mana ia “menyarankan kejahatan perang terhadap sasaran sipil” tetapi juga mengindikasikan bahwa ia menginginkan jeda perang – mengabaikan dampak besar terhadap perekonomian dunia, kata Krieg.

“Ini menunjukkan betapa tidak pahamnya pemerintahan AS, betapa sedikitnya strategi yang mereka miliki sejak awal [dan] betapa sedikitnya perencanaan yang benar-benar dilakukan,” tambah analis tersebut.

Sebelum pernyataan Trump. Presiden Iran Mahmoud Pezeskhian melansir surat terbuka untuk rakyat Amerika. Dalam surat tersebut, presiden Iran mengingatkan Amerika bahwa Iran bukanlah negara yang agresif. 

Ia menekankan, sejak berdirinya Amerika Serikat, dan bahkan sebelum itu, Iran belum pernah memulai perang melawan negara asing mana pun. Dia juga menyebutkan bahwa, baginya, fakta yang menyedihkan adalah bahwa Amerika melancarkan perang proksi atas nama Israel.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat