Sastra
Energi dan Vibrasi Muhammad
Puisi-puisi Hafis Azhari
Oleh HAFIS AZHARI
Vibrasi Tinggi Muhammad
Orang-orang kafir Jahiliyah memiliki energi
dan vibrasi rendah.
Mereka yang sama-sama memiliki vibrasi rendah
akan saling menyerang satu sama lain.
Mereka juga berambisi untuk menyerang Rasulullah
yang memiliki energi dan vibrasi tinggi.
Abu Lahab memiliki vibrasi rendah yang berambisi
untuk menjatuhkan Muhammad,
namun frekuensinya tak pernah sanggup untuk menyentuhnya.
Karena semesta akan selalu memihak yang bervibrasi tinggi.
Jika memiliki vibrasi rendah, orang cenderung berbuat jahat
dan saling berebut kedudukan, harta dan kekuasaan.
Muhammad sangat memusingkan para pembesar Qurays,
karena ia menolak kedudukan dan jabatan yang bervibrasi rendah,
maupun kekayaan dan kekuasaan yang tak berkah.
Keberkahan dan rasa syukur adalah vibrasi tinggi
yang tak selevel dengan posisi dan kedudukan kaum musyrikin
yang bersifat mengganggu dan mengusik sesamanya.
Oleh karena itu, konsistenlah, jagalah takwa dan tawakkal,
terus naikkan vibrasi Anda dengan selalu terkoneksi
dengan Allah Yang Maha Agung.
Jagalah kesadaran Anda, dan jangan biarkan mereka berdaya
untuk menyerang jati diri Anda,
dengan rendahnya vibrasi yang mereka miliki.
Frekuensi Umar bin Khattab
Pada mulanya dia memiliki tingkat vibrasi yang rendah.
Ia terpesona oleh kepribadian dan karakteristik Muhammad
yang arif dan bijaksana.
Ia tak punya kekuatan dan energi untuk menyerang musuh
yang memiliki vibrasi tinggi.
Bertahun-tahun ia dicekam oleh ketakutan,
dan selalu bertanya-tanya tentang hakikat dirinya.
Siapakah aku ini yang sebenarnya?
Sudah benarkah apa-apa yang menjadi keyakinanku?
Layakkah aku memusuhi Muhammad
yang tak pernah berhasrat untuk memusuhi siapa pun?
Lalu, untuk apa mengusik seseorang yang tak pernah berambisi
untuk beraeaksi negetif terhadap hidup kita?
Siapakah aku ini yang sebenarnya?
Bukankah aku adalah orang kotor dan jahat,
yang harus meminta maaf dan memohon ampun
pada Sang Penguasa Semesta yang Maha Kuat dan Perkasa?
Magnet Vibrasi Tinggi
Kita harus tetap menanam sebatang pohon
yang siap ditanam saat ini,
meskipun semua orang ramai membicarakan kiamat
yang akan datang esok hari.
Ya, kita harus menjadi umat Muhammad yang konsekuen,
serta sanggup berbuat baik kepada siapa pun.
Bahkan sanggup membantu orang lain di tengah keterbatasan,
serta membalas kebaikan atas perilaku jahat
yang pernah dilakukan orang lain.
Rasulullah memberi teladan yang menakjubkan
ketika sering membantu dan memberi makan
kepada orang tua pengemis Yahudi di pojok pasar Madinah.
Sampai kemudian si Nenek Yahudi menyatakan kekagumannya
pada kepribadian dan akhlak Rasulullah,
bahkan menyatakan keislamannya
justru ketika Rasulullah telah wafat
dan lebih dulu meninggalkan dirinya.
Kasih Sayang Allah
Allah berkehendak atas segala rencana-Nya yang agung.
Manusia tidak masuk surga lantaran amalnya yang banyak,
tetapi karena kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya semata.
Demikian halnya Rasulullah yang terus membaca istighfar
dan memohon ampun sebanyak seratus kali setiap harinya.
Rasulullah meyakini, bahwa tak seorang pun
layak menjadi ahli surga lantaran ibadah dan amal baiknya,
tetapi semata-mata karena maghfirah dan kasih sayang Allah.
Sebanyak apa pun amal kebaikan manusia,
jika ia merasa sombong dengan amal-amalnya,
ia akan bernasib sama dengan Barsisha
yang tewas dalam keadaan kafir dan menyekutukan Tuhan.
Orang itu berjubah bersorban secara kasatmata,
bagaikan tipuan Dajjal yang memanfaatkan dalil-dalil agama,
namun hakikatnya ditujukan untuk kepentingan sesaat
dan bersifat duniawi semata.
Sebaliknya, Allah Maha Berwenang untuk mengangkat derajat
dan kemuliaan seorang pelacur yang tetap menjaga imannya.
Sampai kemudian iman dan ketakwaan itu memancar
ketika ia berusaha menyelamatkan seekor anjing bulukan,
karena ia adalah makhluk Allah yang berhak hidup
dan memperoleh rizki dari-Nya.
Allah mengulurkan tangan-Nya untuk menolong anjing itu,
melalui tangan sang pelacur yang punya hati nurani
serta menjaga etika dan adab di hadapan Tuhannya.
Mukjizat Kata
Setelah kekalahan Perang Uhud
sebagian pengikut Rasulullah berpaling ke belakang
begitu pun setelah peristiwa Isra Mi’raj
yang dianggap tak sesuai nalar dan akal sehat manusia.
Tetapi, Rasulullah terus berjuang menyuarakan Kebenaran
di atas segala kebenaran,
mengagungkan asma Allah di antara tuhan-tuhan palsu
yang menjadi keyakinan mereka.
Dalam peristiwa Thaif, beliau terluka oleh lemparan batu,
bahkan giginya tanggal saat terkena anak panah
yang dilancarkan para musuh.
Namun, beliau tetap menolak tawaran Malaikat Jibril
hingga kaum Thaif terselamatkan dari azab Allah
sebagaimana kehancuran yang dialami kaum Sodom dan Gomorah.
Mengapa Rasulullah menolak mukjizat sehebat Sulaiman,
Musa, Ibrahim, Nuh, dan para Nabi terdahulu?
Karena beliau meyakini, bahwa mukjizat energi bahasa
yang terkandung dalam Al-Quran dan sunah Rasul
akan berdampak luas dan abadi ketimbang peristiwa
di luar nalar dan akal sehat manusia.
Hafis Azhari adalah [eneliti historical memory Indonesia, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
