Hikmah
Sabar Hadapi Musibah
Oleh Hamdi
Oleh Hamdi
Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah pernah mengatakan bahwa di surga hanya ada dua kelompok manusia, yaitu manusia yang bersyukur dan manusia yang bersabar. Sikap sabar itu memang berat. Oleh karena itu, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah memasukkan sabar dalam menuntut ilmu, sabar dalam menghafalkan ilmu, dan sabar dalam menyampaikan ilmu adalah termasuk jihad fi sabilillah.
Buah kesabaran tiada lain adalah kesuksesan dunia dan akhirat. Lihatlah kesabaran Rasul sallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya. Beliau menunjukkan kesabaran yang luar biasa ketika mendakwahkan Islam ke Jazirah Arab. Berbagai ancaman, tantangan, godaan, pengusiran, bahkan percobaan pembunuhan beliau alami, tetapi semua itu tidak melemahkan kesabarannya sedikit pun. Akhirnya, Allah subhanahu wa ta’ala memenangkan dakwah Islam karena buah kesabaran beliau dan para sahabatnya.
Begitu pula kesabaran Nabi Ayyub alaihi salam manakala Allah mengujinya dengan kehilangan harta dan anaknya serta ditimpa penyakit kulit yang parah. Allah Yang Mahaadil kemudian menganugerahkannya kesembuhan sebagai buah dari kesabarannya yang luar biasa. (QS Shaad: 44 dan Al-Anbiyaa’: 83–84).
Di tengah mewabahnya virus korona (covid-19), beragam respons ditunjukkan oleh masyarakat. Ada yang panik dan cemas, ada yang biasa saja, dan ada yang sabar dan waspada. Tetapi, ada juga yang menanggapinya dengan tak acuh alias cuek.
Rasul SAW telah mengingatkan kita bagaimana tindakan menghadapi wabah penyakit. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka, apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).
Anjuran untuk isolasi atau karantina bagi mereka yang berpotensi terkena virus (ODP dan PDP) dan yang sudah positif terinfeksi ternyata sesuai dengan anjuran Rasul SAW tersebut. Juga penerapan social/physical distancing yang sering disosialisasikan pemerintah bisa menjadi cara yang ampuh melawan korona sebagaimana juga yang dianjurkan pada hadis di atas.
Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umatnya untuk bersabar ketika menghadapi wabah penyakit. Pernah ketika menghadapi wabah penyakit tha’un, Rasulullah bersabda: Tha'un merupakan azab yang ditimpakan kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Kemudian, Dia jadikan rahmat kepada kaum Mukminin.
"Tidaklah seorang hamba yang di situ terdapat wabah penyakit, tetap berada di daerah tersebut dalam keadaan bersabar, meyakini bahwa tidak ada musibah kecuali atas takdir yang Allah tetapkan, kecuali ia mendapatkan pahala seperti orang yang mati syahid." (HR Bukhari). Wallahu a’lam bish shawab. n
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
