|

Bodetabek

19 Mar 2020, 02:16 WIB

Pemkot Bogor Paparkan Rencana Pembangunan Trem

DPRD mendukung rencana pembangunan jalur trem dengan panjang 7,1 kilometer tersebut.

BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi melaporkan wacana pembangunan jalur trem kepada DPRD Kota Bogor. Hal itu dilakukan setelah anggota dewan mendesak pemkot untuk berkomunikasi terkait masalah anggaran ketika ingin membangun proyek moda transportasi berbasis rel tersebut.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menuturkan, tujuan menyampaikan rencana pembangunan trem tersebut demi memberikan gambaran utuh ke dewan agar tidak sampai salah tangkap. Dia menerangkan, tim pemkot telah memaparkan sejumlah poin penting, di antaranya alasan pembangunan trem, besaran biaya, serta skema bisnis ketika trem beroperasi.

"Alhamdulillah, kita bisa menyampaikan informasi itu meskipun belum komprehensif, tapi poin-poin pokok terkait trem ini sudah kita sampaikan kepada DPRD," kata Dedie, di Kota Bogor, Rabu (18/3).

Dari hasil ekspose implementasi trem, Dedie mengeklaim, dewan mendukung rencana pembangunan moda transportasi yang akan memiliki panjang 7,1 kilometer tersebut. Meski begitu, Dedie mengaku, informasi yang disampaikan ke dewan masih awal dan belum komprehensif. Pasalnya, dalam pemaparan itu belum memasukkan kajian matang yang dikerjakan PT Colas Rail yang bermarkas di Prancis tersebut.

"Perlu tambahan informasi yang lebih detail. Yang nanti datangnya dari feasibility study atau studi kelayakan yang diperlukan, tapi secara umum, hampir dewan menanggapi positif," ujar mantan direktur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Dedie berharap, hasil yang telah disampaikan ke legislator dapat mewujudkan kesepahaman antara pemkot dan mitranya itu sehingga upaya membangun trem mulai 2021 dapat diwujudkan setelah mendapat dukungan dari semua pihak. "Mudah-mudahan ini konsisten dan mudah-mudahan ke depan DPRD mendukung untuk kebaikan bersama," kata Dedie.

Dia mengatakan, pemkot pasti melibatkan dewan mulai awal hingga akhir agar trem menjadi moda transportasi pengumpan di Kota Bogor ketika nanti LRT Jabodebek diperpanjang sampai Terminal Baranangsiang. Untuk itu, pihaknya akan menjadwalkan dewan ikut lawatan ke PT Industri Kereta Api (Inka), yang bakal ditunjuk menjadi perusahaan pemroduksi trem. "Kita mengajak dewan ke PT Inka, di Madiun. Agar teman-teman tahu dan melihat," kata Dedie.

Terkait penyusunan studi kelayakan, menurut dia, saat ini masih dimatangkan oleh PT Colas Rail. Sementara itu, pemkot membentuk tim task force (gugus tugas) untuk melakukan kajian internal ihwal kebijakan transportasi untuk mendukung operasional trem. Dia meyakini, dalam jangka waktu empat sampai lima bulan ke depan, studi kelayakan keseluruhan sudah kelar agar kajian pembangunan trem dapat dimulai.

Tahap awal

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, menjelaskan, ekspose implementasi trem yang dilakukan pemkot masih tahap awal. Dia menjelaskan, ketika tim pemkot melakukan pemaparan, sejumlah masukan diberikan anggota dewan dalam pertemuan itu. "Masukan dari teman-teman termasuk yang saya garis bawahi adalah dari sisi kelayakan, aspek teknis, sosial, lingkungan, dan sebagainya," ucap politikus PKS itu.

Atang membeberkan, sebenarnya mayoritas anggota dewan yang berjumlah 50 orang tersebut mengapresiasi niatan pemkot menghadirkan transportasi publik yang andal. Hanya saja, menurut dia, untuk sampai tahap pembangunan yang dijadwalkan pada tahun depan, masih banyak tahapan yang harus dilalui dan diselesaikan pemkot.

Atang pun mendesak pemkot untuk segera menyerahkan hasil prastudi kelayakan, yang diikuti studi kelayakan. Dengan begitu, kata dia, tahap berikutnya untuk membuat detail engineering design (DED) dapat dikerjakan. "Jadi, saya kira dari pemkot perlu menyempurnakan berbagai catatan yang disampikan dewan," katanya meminta.

Selain itu, Atang menyarankan, pemkot juga harus memastikan skema bisnis dengan PT Inka sehingga pembiayaan trem ke depan tidak sampai membebani APBD Kota Bogor. Karena, kalau semua menggunakan anggaran sendiri, pihaknya merasa terlalu dini menerima ajakan pemkot untuk berkunjung ke kantor PT Inka di Kota Madiun, Jawa Timur. "Kalau menang Inka siap jadi investor untuk semua hal saya kira, tidak ada salahnya," kata Atang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo, menjelaskan, pemkot dan PT Inka terus berupaya mematangkan model kerja sama pengoperasian trem. Dia menjelaskan, keputusan memorandum of understanding (MoU) dapat diteken pada bulan ini. "Mudah-mudahan ya," kata Eko tampak terlihat berhati-hati untuk mengucapkan.

Eko melanjutkan, pemkot belum sampai tahap menaksir jumlah investasi yang akan dikucurkan PT Inka. Hanya saja, dari perbincangan selama ini, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu setuju menanamkan modal untuk membuat rangkaian trem dan lintasannya (tramway). "Tremnya, relnya, dan utilitas, pemantapan jalurnya juga, dan lainnya," ucapnya.


×